LogoDIGINATION LOGO

Tinggalkan Facebook, Pengguna Remaja Pilih Instagram dan Snapchat

Oleh Ana Fauziyah Rabu, 23 Agustus 2017 | 08:16 WIB
Share
Jumlah pengguna remaja Facebook di Amerika Serikat dilaporkan menurun karena pengguna usia remaja lebih memilih layanan berbagi gambar Instagram dan aplikasi Snapchat
Share

Jumlah pengguna remaja Facebook di Amerika Serikat dilaporkan menurun karena pengguna usia remaja lebih memilih layanan berbagi gambar Instagram dan aplikasi Snapchat. Demikian laporan yang dirilis oleh eMarketer. “Kami melihat para pengguna remaja bermigrasi ke Snapchat dan Instagram,” kata Oscar Orozco, periset senior eMarketer.

Para ahli memperkirakan hal itu terjadi karena kedua platform dirasa lebih sesuai untuk para remaja. Dengan menggunakan konten visual, Instagram sangat tepat menyasar para pengguna antara rentang usia belasan tahun sampai 30-an tahun. Seeing is believing, alasan lain para pengguna beralih ke Instagram adalah karena konten visual lebih mereka percayai daripada tulisan.

eMarketer memperkirakan jumlah orang yang menggunakan Snapchat di Amerika Serikat tahun ini akan tumbuh 25,8 persen menjadi 79,2 juta. Lompatan terbesar dalam penggunaan Snapchat diperkirakan termasuk di kalangan orang dewasa muda.

Sementara Instagram diperkirakan akan tumbuh 23,8 persen tahun ini menjadi 85,5 juta orang per bulan. “Facebook beruntung karena memiliki Instagram. Meskipun penggunaan aplikasi Facebook menurun di kalangan remaja, pemasar masih bisa menjangkau mereka di Instagram,” kata analis utama eMarketer Debra Aho Williamson.

Riset tersebut dapat dijadikan rujukan oleh para pelaku bisnis e-commerce, khususnya di Indonesia. Instagram yang popular di kalangan remaja bisa dijadikan platform tempat mempromosikan produk dan jasa mereka, sehingga lebih tepat sasaran.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: channelnewsasia.com
TAGS
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB