LogoDIGINATION LOGO

UI Gandeng IBM Buka Kelas Big Data dan Komputasi Kognitif Pertama di Indonesia

author Oleh Desy Yuliastuti Kamis, 8 Maret 2018 | 05:43 WIB
Share
Pertumbuhan dalam bidang digital, inovasi dan disrupsi yang dihasilkan di setiap aspek kehidupan, tidak lagi dapat dihindari
Share

Pertumbuhan dalam bidang digital, inovasi dan disrupsi yang dihasilkan di setiap aspek kehidupan, tidak lagi dapat dihindari. Diperlukan upaya untuk mendidik dan menyiapkan generasi berikutnya agar dapat menghadapi tantangan-tantangan yang terus berkembang.

Di bawah naungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), IBM Indonesia  dan Universitas Indonesia telah membuka kelas Big Data dan Komputasi Kognitif yang dimulai sejak 14 Februari, sebagai bagian dari kerja sama selama lima tahun ke depan.

Temuan dari IBM dengan tajuk Cognitive Advantage Global Market Report mengungkapkan bahwa komputasi kognitif terbukti menjadi salah satu kunci pembeda, organisasi yang telah memanfaatkan kemampuan ini berhasil mengakselerasi hasil bisnis mereka, mulai dari peningkatan interaksi pelanggan, peningkatan produktifitas dan efisiensi, sampai pertumbuhan bisnis yang lebih cepat. 

Baca juga: Riset LinkedIn: 22% Perusahaan Di Indonesia Ingin Calon Karyawan Yang Melek Digital

Novan Adian, Country Manager Global Business Partner, IBM Indonesia, mengatakan sistem komputasi kognitif merupakan era baru komputasi, dan kita telah melihat meningkatnya tuntutan akan teknologi komputasi kognitif di berbagai industri.

“Setiap profesi yang tengah disiapkan oleh para pelajar akan ditransformasi oleh big data dan sistem-sistem kognitif. Kemitraan kami dengan FEB UI untuk membuka kelas Big Data dan Komputasi Kognitif pertama ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membantu menyiapkan para pelajar dan generasi pemimpin masa depan Indonesia untuk dapat mengakselerasi perubahan yang dihadirkan oleh era komputasi terbaru,” ujar Novan.

-

Di sisi lain, Indonesia harus bersiap untuk menghadapi era kognitif. Namun, tantangannya adalah untuk dapat menyiapkan talenta-talenta berkualifikasi yang bisa memanfatkan teknologi komputasi kognitif. Melalui kerja sama dengan UI kali ini, IBM Indonesia berharap bahwa kelas ini dapat menjadi jawaban dari tantangan ini, mendidik dan menyiapkan generasi berikutnya sebagai talenta-talenta yang berkualifikasi di berbagai area dan industri.

Ketua Departemen Akuntansi FEB UI, Dr. Ancella A. Hermawan mengungkapkan, mata kuliah ini berawal dari keinginan Departemen Akuntansi FEB UI dalam meningkatkan kompetensi lulusan untuk beradaptasi dan berperan dalam dunia ekonomi digital yang telah banyak mengubah proses bisnis.

Baca juga: Geliat Pasar Pusat Data Di Indonesia. Berapa Besar Potensinya?

“Kami mengharapkan mata kuliah ini dapat memberikan pengenalan kepada mahasiswa tentang tools dari big data dan cognitive computing yang dioptimalisasi oleh berbagai industri di masa depan.  Kemudian, dengan pengetahuan dan pengenalan tersebut, kami juga berharap lulusan FEB UI terinspirasi untuk memiliki hybrid skills sehingga meningkatkan kreatifitas mereka di berbagai profesi di bidang ekonomi dan bisnis,” pungkasnya.

Kelas Big Data dan Komputasi Kognitif yang pertama kalinya ini akan dibuka dibawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, sebagai mata kuliah pilihan. Kelas pertama untuk mata kuliah baru ini sudah dimulai pada tanggal 14 Februari 2018 dan menerima antusiasme yang tinggi dari para mahasiswa dengan lebih dari 100 mahasiswa yang mendaftar untuk mengikuti kelas ini.

Para ahli teknologi dan industri dari IBM Indonesia dan para partner-nya juga akan berpartisipasi sebagai pengajar tamu di mata kuliah ini. Kelas-kelas akan dihadirkan dalam bentuk diskusi grup yang berbasis studi kasus, agar para mahasiswa dapat agar para mahasiswa dapat mengidentifikasi permasalahan nyata yang mungkin akan mereka temui di masa depan.

Baca juga: Cetak SDM Industri Era Digital, BinusHadirkan Mata Kuliah Cloud Technology

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Tips Menghadapi Resesi 2023

Akibat dari resesi masyarakat maupun ekosistem pada suatu negara itu pun bisa terkena imbasnya seperti :

Kamis, 6 Oktober 2022 | 18:22 WIB