LogoDIGINATION LOGO

Kesetaraan Gender di Tempat Kerja? Harus Itu!

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Senin, 11 Maret 2019 | 11:22 WIB
Share
Ilustrasi pasar yang terus berkembang (shutterstock)
Share

Hari Perempuan Internasional setiap 8 Maret menjadi hari perayaan bagi para perempuan di seluruh dunia atas pencapaian sosial, ekonomi, budaya dan politik sekaligus menyerukan aksi percepatan kesetaraan gender.

Kesetaraan gender harus terus didorong di berbagai bidang industri, tak terkecuali sektor energi dan otomasi. Penelitian Mc.Kinsey & Co dan LeanIn.org mencatat pria memperoleh lebih banyak promosi, mendapatkan tugas yang lebih menantang dan memperoleh akses lebih banyak ke manajemen puncak daripada perempuan. Studi tersebut juga menyebutkan 46% perempuan yang bergabung dengan angkatan kerja, hanya 1% yang berhasil mencapai posisi C-level.

Untuk memperbaiki kondisi ini, setiap perusahaan perlu memulai upaya aktif untuk membawa kesetaraan gender di tempat kerja. Seperti yang dilakukan Schneider Electric, perusahaan global yang fokus pada transformasi digital pengelolaan enegi dan otomatisasi. Mereka, bekerja sama dengan Society of Women Engineers, berinisiatif memberdayakan perempuan dan mempromosikan praktik-praktik inklusif di lingkungan kerja.

"Di Schneider Electric, kami menghargai perbedaan dan menawarkan kesempatam yang sama bagi semua orang, di mana saja. Karena itu kami berkomitmen untuk bertindak sebagai agen perubahan dan membangun dunia yang lebih baik dan lebih adil sebagai wujud nyata keberagaman gender dan kesetaraan di sektor energi dan otomasi," kata Oliver Blum, Chief Human Resources Officer Schneider Electric.

Nah, berikut beberapa cara untuk membangun kesetaraan gender di tempat kerja...

Baca juga: Neneng Goenadi, Perempuan yang Memimpin Laki-Laki

Kiri ke kanan, Chief Human Resources Officer Schneider Electric Olivier Blum; Field Service Engineer
1. Memberikan kesempatan yang sama

Penelitian Mc.Kinsey & Co dan LeanIn.org juga melaporkan bahwa laki-laki lebih banyak memiliki kesempatan untuk bertemu eksekutif senior, bekerja pada proyek penting dan bertemu dengan klien penting. Hal ini menciptakan probabilitas tinggi bagi laki-laki untuk dipromosikan atau mendapat penugasan ke luar negeri daripada perempuan. Perusahaan harus memberikan kesempatan yang sama pada semua karyawan, terlepas dari jenis kelamin dan latar belakang. Utamanya untuk mendapatkan pengetahuan, pertemuan dan pertumbuhan karier. Langkah ini sangat membantu menanamkan suasana kesetaraan gender di tempat kerja.

2. Terbuka atas keberagaman

Presentase perempuan di level senior mulai tumbuh. Hal ini terjadi karena adanya pengurangan persyaratan dan disesuaikan dengan karakteristik perempuan. Perusahaan bisa juga memasukan pengalaman dan keterampilan lain untuk memperluas dan mendiversifikasi calon-calon potensial. Masuknya perempuan dalam suatu tim dapat memberikan ide-ide dengan sudut pandang yang baru.

Baca juga: Tahun 2019, Saatnya Perempuan Ambil Peran!

Ilustrasi kesetaraan gender (shutterstock)
3. Tempat kerja yang aman

Satu dari empat perempuan mengatakan pernah mengalami pelecehan seksual di tempat kerja. Katrenanya, menciptakan tempat kerja yang aman adalah kewajiban perusahaan. Perusahaan perlu memiliki aturan yang ketat dan perlu membentuk komite khusus sebagai tempat pelaporan. Hal ini menjadi titik awal bagi perusahaan untuk membuat perempuan merasa aman bekerja.

4. Menerapkan work/life balance

Menurut Biro Tenaga Kerja Amerika, meskipun bekerja selama 8 jam, seorang karyawan sebenarnya hanya produktif selama 2 jam 53 menit. Pandangan selama ini, tinggal lebih lama di kantor adalah pekerja keras "berada di tempat kerja lebih lama = lebih produktif dan bernilai bagi perusahaan" ternyata tidak benar. Sebaliknya perusahaan perlu mempertimbangkan remote working yang telah terbukti dapat mengurangi konflik antar karyawan dan lebih ramah pada perempuan.

Baca juga: Yap! Ternyata Perempuan Lebih Unggul dari Laki-Laki. Ini Buktinya!

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur, Next Generation
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB

Bisnis Laundry Autopilot Untuk Pensiunan

Bisnis bisa dimulai kapan saja, bahkan ketika pensiun. Bisnis laundry autopilot bisa menjadi pilihan untuk para pensiunan yang tetap ingin menghasilkan walaupun sudah tidak bekerja di kantor.

Jumat, 8 Maret 2019 | 10:12 WIB