Cara Bikin “Caricature of Me and My Job” Pakai ChatGPT, Sudah Coba?
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Sejumlah startup unicorn Indonesia terus didesak segera melantai di bursa saham melalui Initial Public Offering (IPO). Istilah ‘Unicorn’ merujuk pada startup dengan valuasi mencapai 1 miliar dollar AS atau setara Rp 14,2 triliun.
Adapun aturan yang berlaku saat ini, startup yang ingin Go Public harus bisa membukukan keuntungan 2 tahun setelah IPO, memiliki Aktiva Berwujud Bersih atau Net Tangible Asset (NTA), dan kapitalisasi pasar. Khusus untuk NTA, perusahaan dengan NTA minimal Rp5 miliar sudah bisa listing di papan pengembangan sedangkan untuk papan utama disyaratkan memiliki NTA sekurang-kurangnya Rp100 miliar.
Rentetetan prasyarat IPO tentu bukan hal sulit bagi Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. Strategi Go Public sebenarnya bisa dipilih untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan, terutama di mata investor. Lalu sebenarnya apa penyebab unicorn Indonesia masih enggan melantai di bursa?
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara, mengatakan ia tak ingin keempat unicorn itu melantai di luar negeri. Oleh karenanya, pemerintah mencoba mengajak startup unicorn Indonesia berdialog untuk memahami keluhan dalam proses IPO. Pihaknya juga merasa perlu menjelaskan lebih detail soal perusahaan terbuka dengan mengajak serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Saya harus ketemu, apa yang menyebabkan Anda enggak mau IPO. Ayo kita bicarakan dengan pemerintah, ayo kita bicarakan dengan bursa, OJK, karena gimana pun OJK dan BEI juga harus memerhatikan kepentingan investor publik," ungkap Rudiantara, saat ditemui di Gedung BEI, Rabu (28/2/2018).
Menurut Rudiantara, pasca-IPO memang ada kemungkinan investor berbentuk private equity ataupun Venture Capital (VC) akan menarik diri dari startup saat perusahaan itu Go Public. Sebab perusahaan wajib menyesuaikan kepemilikan sahamnya dengan mengalihkan kepada investor publik.
Namun, opsi melantai di bursa pun belum jadi favorit bagi unicorn, pasalnya pemodal privat terbukti membuat valuasi mereka membumbung tinggi. Keraguan IPO bisa jadi muncul karena takut valuasinya jeblok karena reaksi investor publik yang kritis.
“Jadi kita juga harus melihat bagaimana pasar akan mengapresiasi terhadap issuer atau emiten yang akan masuk. Ada orang merasa bahwa sekarang sebagai unicorn katakanlah valuasi saya sudah Rp100 tapi begitu dia mau masuk ke capital market, ternyata market hanya meng-apreciate Rp70, itu kan business judgement," kata dia.
Ditemui secara terpisah, Kepala Divisi (Kadiv) Privatisasi Startup, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan Foreign Listing BEI, Saptono Adi Junarso, mengatakan faktor penghambat unicorn untuk IPO perlu dipikirkan solusinya. Namun, keputusan IPO lagi-lagi ada di tangan perusahaan.
“Itu sebenarnya terserah mereka, orang yang belum jadi unicorn aja bisa listing apalagi yang valuasinya satu miliar dollar. Tapi menurut saya tidak semua orang bisa seperti mereka (mudah mendapatkan pendanaan), jadi at the end kita lihat saja. Kalau yang lain tak bisa sehebat mereka mungkin Go Public bisa jadi pertimbangan,” ujar dia,
Hingga akhir 2017, tercatat baru dua startup yang IPO, yakni PT Kioson Komersial Indonesia (KIOS) dan PT M Cash Integrasi (MCI). KIOS resmi melantai di BEI pada 4 Oktober 2017, menyusul MCI pada 1 November 2017.
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB