LogoDIGINATION LOGO

Sumbangan Film Bagi PDB Jadi Terbesar Kedua

Oleh Ana Fauziyah Rabu, 28 Februari 2018 | 07:27 WIB
Share
Film ternyata memberikan sumbangan bagi produk domestik bruto (PDB) nasional terbesar kedua dengan persentase 10,09%
Share

Film ternyata memberikan sumbangan bagi produk domestik bruto (PDB) nasional terbesar kedua dengan persentase 10,09%. Karena itulah, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berupaya menggenjot pertumbuhan film yang merupakan subsektor ekonomi kreatif agar memberikan sumbangan lebih lagi untuk PDB nasional.

Kepala Bekraf Triawan Munaf menyampaikan bahwa jumlah penonton film di bioskop mengalami kenaikan hampir tiga kali lipat selama dua tahun. Pada 2015 sebanyak 16 juta orang menikmati film di bioskop dan jumlah tersebut mengalami kenaikan signifikan dua tahun kemudian menjadi 42 juta orang pada 2017.

Namun jumlah penonton film karya anak bangsa masih belum bisa menembus 10 juta penonton. Hal ini karena jumlah layar bioskop yang masih terbatas. Padahal potensi pasar sangat besar mengingat jumlah masyarakat Indonesia mencapai lebih dari 250 juta orang.

“Dulu (2016) layar bioskop hanya 1.100 layar tapi sekarang sudah naik menjadi 1.500 layar. Harapannya pada 2020 bisa mencapai 5.000 layar setelah dibukanya investasi asing,” ungkap Triawan saat acara Bincang Bareng Bekraf di Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN), Senin (27/2).

Sebagai upaya mendongkrak potensi perfilman, Bekraf melakukan usaha dengan cara membantu akses permodalan melalui kegiatan Akatara Indonesian Film Financing Forum yang mempertemukan investor dan film maker. Investasi di industri perfilman memiliki peluang sukses yang lebih besar, yakni 16% dibandingkan dengan aplikasi dan game yang hanya 3%.

Bioskop mampu membuktikan diri sebagai salah satu alternatif hiburan masyarakat di tengah perkembangan teknologi. Hal ini karena bioskop menawarkan pengalaman berbeda kepada penonton jika dibandingkan melaui komputer atau gawai.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB