7 AI Tools Terbaik yang Cocok untuk Membuat Konten Media Sosial
Bingung cari tools AI terbaik untuk content creator? Simak 7 tools AI gratis yang dapat membantu dalam produksi konten
Senin, 7 September 2026 | 16:06 WIB
Gagal memahami kebutuhan dan keinginan audiens, tidak melakukan inovasi serta tidak memperhatikan kompetitor umumnya menjadi hal utama bagi kegagalan suatu bisnis.
Agar bisnis dapat bertumbuh dan bertahan dalam jangka waktu yang lama, dibutuhkan strategi marketing dan bisnis yang efektif. Strategi bisnis dan marketing yang dibuat dengan berdasarkan pada data akan jauh lebih kuat serta terarah dibanding hanya memanfaatkan intuisi saja. Data yang mentah dan apa adanya, tidak memiliki nilai. Sebaliknya, apa yang kamu lakukan dengan data itulah yang memberikan nilai.
Salah satu aset penting pertumbuhan bisnis dengan memanfaatkan data adalah menguasai data analytics. Data analytics merupakan skill dan praktik yang mencakup semua langkah untuk menemukan, menafsirkan, memvisualisasikan, dan menceritakan pola dalam data. Tujuannya, mendorong strategi dan hasil bisnis.
Kali ini, DQLab telah merangkum beberapa alasan mengapa data analytics wajib menjadi proses dan aset bagi pertumbuhan bisnis. Simak berikut :
Menghimpun Data dari Berbagai Sumber
Data analytics bisa berupa campuran sumber data yang berasal dari sistem internal maupun eksternal yang diproses sesuai dengan kebutuhan real-time pengguna. Memiliki cakupan eksplorasi data mentah yang luas dan menggunakan berbagai teknik serta alat tertentu menyebabkan proses ini mampu membantu kamu untuk memahami data.
Dengan menguasai skill menjalankan data analytics, kamu bisa menghimpun data dari berbagai sumber, seperti Excel, Google Ads, Microsoft Power BI, Tableu, R analytics, Python dan Google Analytics.
Baca juga : Belajar Dasar-Dasar Microsoft Excel Bagi Pemula
Mengolah dan Merangkum Data
Sebagai proses yang terdapat didalamnya, data analytics tidak terlepas dari mengolah dan merangkum data menjadi informasi yang dibutuhkan oleh bisnis. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, cakupan area data yang luas membuat data analytics menjadi proses yang sistematis dan mencakup banyak langkah komputasi serta manajemen.
Skill dalam menjalankan data analytics mampu membantu kamu untuk mengoperasikan Google Data Studio untuk mengolah dan merangkum data sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Memvisualisasikan Data Sesuai Kebutuhan Bisnis
Visualisasi data menjadi hal penting untuk memberi pemahaman bagi banyak orang mengenai hasil data yang telah kita olah. Sebagai bentuk penyederhanaan, data yang mudah dipahami akan memungkinkan pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan secara efektif dan efisien.
Setelah merangkum dan mengolah data, proses data analytics yang tepat akan membantu kamu untuk memvisualisasikan data menggunakan tools atau software yang sesuai dengan kebutuhanmu, seperti Excel. Selain itu, kamu akan dengan mudah mengidentifikasi pola dalam data, baik dalam jumlah besar dan acak maupun data yang sulit untuk dipahami.
Baca juga : Tutorial Simpel Visualisasi Data Excel dengan Banyak Data
Merancang Strategi
Skill data analytics membantu kamu untuk merancang strategi marketing hingga digital marketing berdasarkan hasil analisa data yang telah dilakukan. Jika dilakukan dengan baik, data analytics mampu membawamu untuk menemukan tren, peluang, memprediksi tindakan, pemicu, atau peristiwa hingga membantu membuat keputusan bisnis.
Mempelajari proses data analytics dan tools yang digunakan menjadi aset penting bagi bisnismu. DQLab sebagai media pembelajaran data science berbasis online, hadir memberikan solusi bagi kamu yang ingin belajar data analytics dan tools, seperti Excel dengan mudah dan fleksibel.
Kabar baiknya, DQLab saat ini sedang memberikan kesempatan untuk kamu bisa belajar secara gratis! Untuk informasi selengkapnya klik tautan berikut https://dqlab.id/giveaway-alert!-belajar-data-science-gratis-di-dqlab
Yuk mulai belajar data, karena data untuk semua!
Bingung cari tools AI terbaik untuk content creator? Simak 7 tools AI gratis yang dapat membantu dalam produksi konten
Senin, 7 September 2026 | 16:06 WIB
Strava resmi menjadi pemungut PPN PMSE. Simak dampaknya bagi pengguna gratis dan premium.
Senin, 7 September 2026 | 13:36 WIB
Jualan di Instagram, TikTok, atau marketplace wajib punya NIB? Simak aturan Permendag 19/2026, masa transisi, dan kewajibannya.
Senin, 7 September 2026 | 11:24 WIB
Pemerintah siapkan 2 Perpres AI 2026 tentang Etika & Roadmap. Cari tahu dampaknya bagi pelaku bisnis selengkapnya di sini!
Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:41 WIB
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB