LogoDIGINATION LOGO

Tren Penerapan Platform pada Bisnis

author Oleh Nur Shinta Dewi Minggu, 15 Maret 2020 | 07:12 WIB
Share
Share

 

Tren penggunaan digital dan media sosial di generasi milenial akan mendukung pengembangan model bisnis platform. Direktur PT Computrade Techonolgy International (CTI Group) Rachmat Gunawan menyatakan hal tersebut bisa dilihat dari tren perusahaan yang menerapakan model bisnis platform.

Saat ini, katanya lima perusahaan global paling terkemuka menjalankan usahanya berdasarkan model platform: Apple, Microsoft, Amazon, Alphabet, dan Facebook.

Data yang disarikan dari We Are Social Hootsuite pada Januari 2020 menyebutkan bahwa total pengguna smartphone mencapai 5,19 miliar orang dan pengguna internet mencapai 4,5 miliar orang.

"Di Indonesia beberapa start up dengan skala Decaorn dan Unicorn juga menjalankan usahanya berdasarkan platform," katanya pada pembukaan acara tahunan CTI, IT Infrastructure Summit pekan lalu.

Menurut data sumber yang sama, di Indonesia total pengguna smartphone mencapai 338,2 juta orang dengan pengguna internet sebanyak 175 juta orang. Angka ini mengalami peningkatan masing-masing sebesar 4,6% dan 17% jika dibandingkan peruode yang sama tahun sebelumnya.

Dia mengungkapkan dalam gelaran SME 500, ada 21 perusahaan publik yang memberikan kontribusi hingga 20% dari total pendapatan perusahaan yang terdaftar dalam SME 500.

Perusahaan yang menjalankan model bisnisnya dalam platform cenderung akan mempunyai kinerja sektor keuangan yang lebih baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah: profit margin yang lebih baik, peningkatan perusahaan yang lebih cepat, serta pendapatan modal yang lebih baik.

"Teknologi platform sudah tidak asing lagi bagi kita, seperti operating system, computing, database, storage, API, dan lain-lain. Namun, di Indonesia sendiri, istilah platform masih identik dengan perusahaan digital native atau startup seperti gojek, dana atau traveloka. Padahal, perusahaan yang sudah lama berdiri juga bisa turut serta dalam trend platform ini," jelasnya.

Jika sebelumnya perusahaan tradisional berjalan secara cabang ke cabang. Namun dengan sistem platform perusahaan dapat menjalankan sistem bisnis enterprise. Dimana, komunikasi massa, teknologi, dan bisnis pada saat ini memiliki platform sendiri-sendiri, namun dalam business enterprise, 3 platform tersebut sudah diterapkan pada satu platform.

Salah satu alternatif penggunaan platform di perusahaan adalah penerapan Teknologi Intelligent Edge dari Aruba. Senior Director for SEATH APJ Aruba Justin Chiah menjelaskan bahwa teknologi Intelligent Edge dapat memberikan hasil bisnis yang maksimal dengan diterapkannya wawasan dan jaminan berbasis AI.

"Dengan teknologi Intelligent Edge, setiap organisasi bisa memberikan hasil bisnis yang maksimal, karena perusahaan dapan menggunakan teknologi untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih cepat, lebih dinamis, dan personal," katanya.

  • Editor: Rommy Rustami
TAGS
LATEST ARTICLE