LogoDIGINATION LOGO

Logisly: Meningkatkan Efektifitas Logistik On Road

author Oleh Rommy Rustami Senin, 2 Maret 2020 | 09:55 WIB
Share
Share

Sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, potensi bisnis logistik di Indonesia cukup besar: berdasarkan analisa dari Supply Chain Indonesia untuk tahun ini angkanya diperkirakan mencapai Rp971 Triliun, meningkat sekitar 9,18% jika dibandingkan tahun lalu.
Namun besarnya potensi bisnis logistik tersebut sepertinya tidak diiringi dengan tingkat efisiensi yang memadai, hal ini mungkin bisa dilihat dari waktu penerimaan barang hingga ke pemesan yang relatif cukup lama.

Belum lagi data dari Kementerian Perhubungan yang menunjukkan bahwa biaya logistik di Indonesia mencapai sekitar 29% dari total PDB pada tahun 2018, lebih besar daripada perbandingan biaya logistik dan PDB diantara negara-negara ASEAN lainnya (Vietnam 20%, Thailand 15%, Malaysia dan Filipna masing-masing 13%). Data Bank Dunia pada tahun yang sama memperlihatkan Indonesia berada pada posisi 63 dari 160 negara untuk indeks performa logistik.

Hal ini yang menginspirasi para pendiri Logisly, sebuah platform logistik B2B untuk truk, menghubungkan pihak yang mempunyai kargo atau shipper dengan pihak pemilik truk atau yang disebut transporter.

“Logisly beroperasi dengan apa yang kita sebut managed market place, berbeda dengan market place. Jika di market place, saat memasukan demand akan ada pilihan supply bagi pelanggan; sedangkan di managed market place, saat ada demand kami akan menyiapkan penawaran bagi pelanggan dengan jaminan 100% ketersediaan armada, lebih mirip dengan model digital forwarding,” jelas Robbi Baskoro, CTO dan Co-Founder Logisly.

Lebih jauh, dia menyatakan ada beberapa nilai lebih Logisly bagi shipper maupun transporter. Bagi shipper akan memiliki kemudahan untuk melakukan pemesanan untuk truk dalam jumlah banyak dengan lebih simpel karena Logisly mengagregasi banyak perusahaan transporter. Selain itu Logisly membangun model teknologinya yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan B2B sehingga mempermudah proses administrasi logistik yang antara lain meliputi invoice, perpajakan dan pelacakan.

Sedangkan untuk pihak transporter, Logisly dapat meningkatkan utilitas truk karena sistim teknologi Logisly memberikan penawaran pengiriman barang kepada kendaraan-kendaraan terdaftar yang sedang tidak digunakan. Saat ini Logisly mempunyai kemitraan dengan sekitar 25.000 kendaraan angkut dari lebih 450 perusahaan ekspedisi yang telah diverifikasi.
Pilihan kendaraan angkutan yang disediakan oleh Logisly juga beragam, mulai dari Blindvan, L300, CDE (Colt Diesel Engkel) maupun CDD (Colt Diesel Double), hingga Tronton, Wingbox, dan Trailer. Sedangkan proses verifikasi yang dilakukan meliputi kunjungan mitra, kelengkapan dokumen pengemudi (SIM dan KTP), kelengkapan dokumen perusahaan (SIUP dan NPWP), serta kelengkapan dokumen kendaraan (STNK dan KEUR/KIR).

Keuntungan lainnya yang diperoleh pihak transporter melalui platform Logisly adalah term pembayaran yang kompetitif. “Dibandingkan model third party logistik yang biasa, kita mungkin lebih kompetitif untuk sistim pembayarannya. Jadi kita dua hari kerja setelah PO di¬-clear,” jelas Robbi. Perusahaan logistik tradisional, katanya, mempunyai jangka waktu pembayaran yang lebih lama yaitu mulai dari 14 hari sampai sekitar 30 hari setelah pengiriman barang.

Lebih jauh, Robbi menjelaskan bahwa Logisly juga dapat dioptimalkan untuk perusahaan transporter berskala UKM karena sistim antar muka Logisly yang menyederhanakan proses administrasi logistik; yang biasanya cukup ketat diterapkan di perusahaan-perusahaan berskala besar.

Mengingat kiprahnya di bidang logistik, Robi menjelaskan Logisly berupaya menggabungkan hiring culture sumber daya manusia dari perusahaan teknologi terdepan seperti Oracle, Shopee dan Walmart; dengan perusahaan logistik internasional seperti Fedex, Panalpina, atau Kuehne + Nagel.

Tahun ini, Robbi mengungkapkan bahwa Logisly berencana meningkatkan transaksi platformnya hingga 25 kali lipat dibandingkan tahun lalu. “Kalau melihat kinerja month to month tahun lalu, angka tersebut cukup rasional. Growth kita sangat sehat.”

Untuk menunjang pertumbuhan tersebut, dia menyatakan Logisly akan berupaya memperluas cakupan operasional Logisly ke beberapa lokasi baru. “Kita sudah pernah ekspansi di Surabaya, mungkin kita akan melakukan hal yang sama di beberapa kota yang lain. Kenapa kami ingin melakukan ini? Karena kami ingin meningkatkan network yang akhirnya meningkatkan tingkat utilitas kendaraan.”

  • Editor: Rommy Rustami
TAGS
LATEST ARTICLE

Fintech, Gaya Hidup Baru Kaum Urban

Bagaimana perkembangan fintech selama 2019? Laporan dari DailySocial dan App Annie kami rangkum dalam artikel ini

Selasa, 31 Maret 2020 | 11:30 WIB