LogoDIGINATION LOGO

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

author Oleh Alfhatin Pratama Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB
Share
Roolin Njotosetiadi, CEO dan Co-Founder | Foto Istimewa
Share

Memulai bisnis tak semudah yang kita bayangkan. Apalagi jika sudah berada di zona nyaman pekerjaan kita, seperti lingkungan kerja yang suportif, pekerjaan sesuai dengan passion, menjadi pegawai tetap, memiliki jabatan tinggi di perusahaan, atau gaji yang mencukupi.

Terkadang kita akan mengalami kebingungan, ketika sudah berada pada posisi tersebut atau berada dalam zona nyaman tapi punya keinginan untuk membangun bisnis sendiri. Kita pasti akan berpikir, "Ah, memulai bisnis sangat berisiko tinggi."

Untuk menghadapi permasalahan di atas, kita bisa belajar dari Roolin Njotosetiadi, CEO dan Co-Founder Logisly. Startup yang baru diluncurkan Juli 2019 lalu itu adalah sebuah platform business to business (b2b) yang mempertemukan pengguna jasa truk dengan ribuan truk milik pengusaha dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Sebelum menjadi salah satu pendiri Logisly, perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur adalah Head of Products dan Chief of Staff di Kudo hingga Desember 2018. Pastinya, apa yang ia raih bersama Kudo telah menjadi zona nyaman. "Zona nyaman adalah ketika kita menyukai dan menguasai bidang pekerjaan tersebut," kata Roolin kepada Digination.id melalui pesan WhatsApp (8/8).

Baca juga: 6 Tips Memulai Bisnis Online Sebagai Penghasilan Tambahan

Roolin Njotosetiadi, CEO dan Co-Founder | Foto Istimewa
Alih-alih tetap berada dalam zona nyaman tersebut, peraih gelar Master di The London School of Economics and Political Science (LSE) ini malah keluar dari zona nyaman untuk meraih cita-citanya.

"Dengan adanya zona nyaman, potensi untuk berkembang dan belajar menjadi terbatas. Dari dulu, saya selalu ingin menjadi entrepreneur tapi selalu ada rasa takut, bagaimana jika ide saya buruk, bagaimana jika produk saya tidak diterima dengan baik, atau bagaimana jika saya gagal dan ditonton banyak orang," jelasnya.

Akhirnya, setelah Roolin mengikuti salah satu acara bertemakan leadership tahun lalu, ia mendapatkan pengalaman dan motivasi untuk keluar dari zona nyaman. "Yang pertama, jika kamu tidak mengambil risiko, maka kamu tidak akan menyadari potensi dirimu. Yang kedua, apakah kamu bisa atau tidak bisa, kamu akan benar," tutupnya.

Dari pengalaman dan tips yang dibagikan oleh Roolin, kita semua bisa belajar bahwa untuk keluar dari zona nyaman, kuncinya adalah berani. Apapun langkah yang kita ambil, baik nantinya di depan terhalang banyak atau sedikit risiko, lakukan terlebih dahulu daripada hanya sekadar menunggu.

Kuy!

Baca juga: 6 Alasan Mulai Bisnis Sejak Mahasiswa

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Fintech, Gaya Hidup Baru Kaum Urban

Bagaimana perkembangan fintech selama 2019? Laporan dari DailySocial dan App Annie kami rangkum dalam artikel ini

Selasa, 31 Maret 2020 | 11:30 WIB

Tren Penghasilan Aplikasi Mobile

Seiring dengan peningkatan pengguna smart phone, para pembuat aplikasi mobile saat ini sedang mengalami masa keemasannya.

Kamis, 12 Maret 2020 | 11:46 WIB

Kenaikan Belanja Iklan Aplikasi Mobile

Seiring peningkatan mobile aplikasi, nilai pengeluaran belanja iklan pada aplikasi mobile juga mengalami peningkatan. Ini adalah hasil kasjian dari AppsFlyer.

Selasa, 3 Maret 2020 | 15:59 WIB

Ekonomi Digital Indonesia, Dari Market Place ke Services

Berdasarkan kajian Google, Temasek dan Bain & Company, Indonesia punya potensi ekonomi digital yang paling tinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Bagaimana agar potensi tersebut dapat diraih?

Senin, 17 Februari 2020 | 17:24 WIB

Penerapan Artificial Intelligence di Tokopedia

Artificial Intelligence menjadi salah satu hal yang akan terus menjadi tren pada tahun ini. Bagaimana penerapan AI pada salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia?

Kamis, 6 Februari 2020 | 14:47 WIB