Orang Tua Rentan Menjadi Target Kejahatan Siber, Ini yang Harus Dilakukan!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pemanfaatan Internet of Things (IoT) di industri perikanan bukanlah hal yang mustahil. Kombinasi IoT dan budidaya ikan dilakukan eFishery, startup asal Bandung yang menciptakan alat pemberi pakan ikan otomatis (smart feeder) yang terhubung dengan smartphone dan internet.
Bukan sekadar smart feeder biasa, teknologi yang ditawarkan mampu memecahkan beragam masalah. Sebagai orang yang lama bergelut di bisnis budidaya ikan, CEO eFishery, Gibran Huzaifah melihat masalah over-feeding, ketidakefektifan sistem pemberian pakan tradisional (hand-feeding), hingga penyelewengan pakan yang berdampak kerugian.
Kepada tim Digination, Gibran menceritakan bahwa eFishery mampu membuat pengelolaan pemberian pakan lebih efektif, akurat, dan efisien. Dengan kata lain, efisiensi secara langsung berpengaruh pada peningkatan bisnis perikanan sehingga diharapkan kesejahteraan petani ikan pun meningkat.
“Ada beberapa benefit utama dari segi efisiensi pakannya turun dari 25% ke kisaran 21%. Benefit keduanya, ikannya lebih rata sehingga kalau di beberapa ikan kayak ikan lele gitu kan kalau ikannya gede, harganya lebih murah. Jadi kalau ikannya lebih sama rata kualitasnya, harganya lebih bagus, dan pertumbuhannya juga lebih cepat, panennya lebih cepat,” jelas pria lulusan Institut Teknologi Bandung ini.
Namun, Gibran mengakui awalnya sulit mencari early adopter untuk mencoba eFishery ketimbang melakukan edukasi. Meski demikian, dia dan timnya tetap gigih terjun ke lapangan melakukan sosialisasi dan memperlihatkan langsung benefit-nya.
“Pendekatan menjadi tantangan terbesar buat kita karena target market kita petani ikan yang tidak tech savvy, tak terbiasa pakai smartphone. Jadi untuk edukasi butuh upaya ekstra, segala macam dicoba, mulai dari pameran, terjun langsung ke lapangan, demo produk, dan meningkatkan awareness digital.
Berkat upaya Gibran dan tim, hingga kini jumlah pengguna eFishery mencapai lebih dari 1200 pengguna mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia dengan pengguna terbanyak di Jawa Barat dan Lampung.
Beberapa hal penting dipelajari Gibran sejak pertama kali membuat eFishery dan mengembangkannya. Bukan hanya soal teknis, radius pelontar pakan ikan, penerapan IoT, dan algoritma untuk mengolah data. Ada hal lain, terutama bagaimana eFishery bisa memberikan efisiensi pada petani ikan sekaligus membawa keuntungan bisnis.
Gibran menuturkan, sejauh ini jenis produk eFishery terbagi dua, yakni untuk ikan dan udang dengan fitur yang berbeda. Untuk menggunakan eFishery, ia menerapkan sistem sewa dengan tarif Rp 300 ribu per bulan atau membeli seharga Rp 7,8 juta. Pascaadopsi petani ikan mendapat pendampingan dari field officer, termasuk melakukan maintenance jika alatnya bermasalah.
Penggunaan eFishery menurutnya, terbukti berdampak pada peningkatan penghasilan petani ikan. Namun, keuntungan tiap petani berbeda bergantung pada jumlah kolam yang dimiliki. “Secara keseluruhan kita lihat kalau pendapatan mereka, Gross Margin mereka yang tadinya 20.000 itu bisa naik dua kali lipat dengan pakai teknologi ini. Jadi naiknya, 98% lah hampir hampir dua kali lipat naiknya,” kata Gibran.
Kisah sukses petani ikan lainnya dibagikan dalam website efishery.com. Salah satunya, kabar petani rekanan eFishery yang awal 2017 lalu mendapatkan panen pertamanya dengan hasil menggembirakan. Dibandingkan dengan cara tradisional, kolam yang menggunakan teknologi smart feeder eFishery terbukti lebih efisien dan meningkatkan keuntungan hingga 92%.
“Sistem eFishery memberikan pakan secara terukur dan terjadwal sehingga tidak ada lagi cerita kelebihan atau kekurangan pakan ikan. Tak hanya secara finansial, tapi petani ikan juga berkesempatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas budidayanya,” tambah Gibran.
Di balik kesuksesan mengajak petani menggunakan eFishery, sebenarnya bagaimana Gibran membangun pendekatan dan kepercayaan terhadap teknologi eFishery? Tunggu ulasan selanjutnya di Digination.id.
Baca juga tulisan sebelumnya dalam hasil wawancara khusus Digination ini:
Smartphone Bisa Buat Kolam Ikan Lebih Produktif
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB
IHC dan ICC resmi memperkenalkan platform otaQku. Apa itu?
Kamis, 17 Juli 2025 | 17:32 WIB
Polri memperkenalkan robot humanoid dan robot quadruped (i-K9), yang siap jadi rekan kerja Polri terutama dalam situasi beresiko tinggi. Apa saja fiturnya?
Kamis, 10 Juli 2025 | 11:51 WIB
Berikut Daftar Password Paling Umum Dibobol Hacker:
Senin, 30 Juni 2025 | 10:25 WIB