LogoDIGINATION LOGO

5 Inovasi Startup Fintech Indonesia Bantu Pecahkan Masalah Finansial

author Oleh Desy Yuliastuti Senin, 16 Oktober 2017 | 05:39 WIB
Share
Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, Indonesia termasuk negara dengan jumlah startup tertinggi hingga mencapai lebih dari dua ribu startup
Share

Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, Indonesia termasuk negara dengan jumlah startup tertinggi hingga mencapai lebih dari dua ribu startup. Menariknya, euforia membangun startup didominasi oleh generasi muda yang mulai merintis bisnis dan meraih sukses sebelum berusia 30 tahun.

Salah satu ranah yang berkembang pesat di Tanah Air, yakni startup teknologi penyedia jasa finansial dikenal dengan fintech. Hal ini seiring maraknya gaya hidup digital termasuk di sektor keuangan dan berbagai masalah finansial yang dihadapi.

Meskipun begitu, startup fintech tak hanya sekadar mengantarkan generasi muda level kesuksesan. Di baliknya ada generasi muda dengan misi dan mimpi yang sama untuk menyelesaikan masalah finansial dan menjangkau pelaku usaha mikro yang tak tersentuh bank.

Berikut beberapa perusahaan fintech dan perannya dalam menyelesaikan masalah dan membawa perubahan di Indonesia:

 

Modalku

Diawali tekad membangun UKM di Indonesia, Reynold Wijaya, CEO dan Co-founder Modalku memulai saat berusia 28 tahun, pascalulus dari program MBA di Harvard Business School. Platform peer-to-peer (P2P) lending ini bertujuan mempertemukan pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan pemberi pinjaman yang mencari alternatif investasi.

Sejak diluncurkan pada Januari 2016,  Modalku telah mendapatkan pendanaan seri A terbesar bagi platform P2P lending kawasan Asia Tenggara dari firma venture capital tersohor, baik global maupun regional. Selain itu, Modalku dinobatkan CB Insights sebagai salah satu perusahaan Fintech 250 dan memenangkan Digital Innovation Award dari Warta Ekonomi Indonesia.

 

Amartha

Amartha didirikan Andi Taufan Garuda Putra pada 2010 silam diawali dengan konsep balance sheet lending. Baru pada 2016, pemuda kelahiran 24 Januari 1987 mengubah model bisnis menjadi P2P lending, dan membuka peluang tiap orang untuk mendanai UKM lewat platform.

Saat membangun Amartha, pria yang akrab disapa Taufan ini sempat mendapat tentangan dari keluarga. Meskipun begitu, kini Koperasi Amartha telah berhasil membantu memberdayakan para ibu dan UKM di daerah terpencil melalui pinjaman dengan sistem tanggung-renteng (group lending). Taufan yakin perempuan yang mandiri bisa menjadikan Indonesia lebih baik.

 

iGrow  

Lewat platform iGrow, Andreas ‘Jay’ Senjaya membuka gerbang investasi pertanian dan memungkinkan orang-orang untuk dapat bertani tanpa memiliki lahan. Pria kelahiran 4 September 1989 ini menghubungkan tiga pihak penting dalam industri pertanian: investor, petani, dan pembeli produk pertanian.

Seluruh proses mulai dari membeli tanaman, lahan, hingga panen bisa dipantau secara secara online. Tujuannya bukan semata bisnis, tapi menumbuhkan ekosistem pertanian di Indonesia. Berkat prestasinya, TechCrunch memasukkan iGrow ke dalam daftar 11 startup pilihan dari total 40 startup yang berhasil masuk program akselerator 500 Startups di San Fransisco.

 

Kitabisa

Beberapa tahun terakhir ini nama Kitabisa.com kian melambung di masyarakat. Banyak permasalahan sosial yang selesai lewat penggalangan dana di Kitabisa.com. Beberapa di antaranya, pelunasan masjid untuk komunitas Muslim di Chiba, Jepang, gerakan umrah gratis untuk korban First Travel, dan kini netizen ramai-ramai patungan pesawat R80 untuk Indonesia.

Di balik platform crowdfunding online tersebut ada mimpi seorang Alfatih Timur, anak muda millennial kelahiran 90-an. Mengaku terinspirasi dari website crowdfunding yang marak di luar negeri, pria yang akrab disapa Timmy ini akhirnya menggabungkan kekuatan teknologi dan pergerakan sosial hingga lahirlah Kitabisa.com.

 

Flip

Biaya tambahan sebesar Rp6500 mutlak dikenakan saat melakukan transfer antarbank. Namun, bagaimana jika transaksi tersebut dibuat tanpa biaya? Dengan aplikasi Flip, biaya transaksi antarbank menjadi nol rupiah alias gratis.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Rafi Putra Arriyan ini menjadi jembatan transaksi antarrekening bank berbeda. Contohnya, transfer via Flip dari Bank BCA ke Bank BNI. Pengirim akan mentransfer sejumlah uang ke rek BCA Flip, kemudian Flip akan meneruskan pengiriman ke Bank BNI tujuan dengan mengunakan rekening BNI Flip. Bayangkan berapa uang yang bisa dihemat untuk keperluan lainnya?

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB

Ini Dia Konsep Smart City ala TIBCO!

Konsep smart city banyak ditawarkan oleh beberapa perusahaan, salah satunya TIBCO Software Inc. Seperti apa sih konsepnya?

Selasa, 30 Juli 2019 | 11:15 WIB