LogoDIGINATION LOGO

4 Rekomendasi Google dan AT Kearney untuk Pemerintah Indonesia

Oleh Ana Fauziyah Rabu, 20 September 2017 | 08:54 WIB
Share
Google dan A
Share

Google dan A.T. Kearney Study telah melakukan survei lebih dari 25 responden dari Venture Capital (VC) lokal dan mancanegara. Hasil survei yang diterbitkan dalam laporan berjudul ​“Indonesia​ ​Venture​ ​Capital​ ​Outlook​ ​2017”​ tersebut menunjukkan fakta-fakta peningkatan dan peluang investasi startup di Indonesia termasuk kendala dan solusinya.

Berdasarkan interview dengan VC yang 58 persen merupakan VC lokal dan 42 persen lagi adalah VC mancanegara, laporan tersebut mengungkapkan bahwa kendala terbesar dalam investasi startup di Indonesia terdapat pada empat sektor yaitu pengembangan SDM,​ ​insentif​ ​perpajakan,​ ​opsi​ ​pendanaan,​ ​serta​ ​kemudahan​ ​memfasilitasi​ ​startup.

Kendala pertama yaitu pengembangan SDM. Para investor mengakui kesulitan mencari engineer lokal yang berkualitas. Rekomendasi Google dan AT Kearney untuk pemerintah menyikapi hal tersebut adalah dengan bekerja sama dengan institusi pendidikan untuk mencetak talenta-talenta baru.

Google dan AT Kearney mencontohkan Perancis yang menyediakan French Tech Visa yaitu visa selama 4 tahun bagi para pendiri, pekerja dan investor startup. Perancis juga menyediakan French Tech Ticket selama 1 tahun bagi founder startup untuk mengikuti mentoring di Perancis.

Kendala kedua yaitu insetif perpajakan. Investor berharap pajak untuk startup bisa diturunkan sehingga akan menarik banyak investor datang. Rekomendasi Google dan AT Kearney adalah dengan memberikan insentif pajak untuk investasi dan operasi startup. Laporan tersebut mencontohkan India yang telah mengesahkan Startup Intelectual Property Protection (SIPP) dan memberikan pengecualian investasi pajak bagi VC dan dana inkubator.

Kendala ketiga yaitu opsi pendanaan yaitu bagaimana agar para investor dapat lebih mudah membeli dan menjual saham startup. Solusinya adalah dengan mendirikan VC pemerintah, dalam hal ini pemerintah bisa mencontoh Tiongkok yang telah mendirikan National VC Fund yang dananya berasal dari BUMN negara tirai bambu tersebut. Tiongkok juga memiliki ChiNext semacam bursa untuk pasar high-tech.

Kendala terakhir yaitu fasilitas startup yang mana para investor meminta pemerintah menyederhanakan proses regulasi untuk startup dan menciptakan infrastruktur dan ekosistem yang kondusif. Hal itu bisa dilakukan pemerintah dengan cara membangun ekosistem dan memfasilitasi pertumbuhan startup.

Laporan tersebut menyebutkan Chile yang telah meluncurkan program Startup Chile, sebuah akselerator startup publik yang membantu pertumbuhan startup di negara tersebut dari tahap pertama mulai dengan menyediakan pendanaan hingga mentorship berkesinambungan.

 

Artikel terkait:

1. Investasi Startup Indonesia Capai 39,8 Triliun pada Tahun 2017

2. AT Kearney Rekomendasikan Pemerintah Dorong Ekosistem Startup Indonesia

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB