LogoDIGINATION LOGO

3 Tips “Ramah Lokal” untuk Travel Startup

Oleh H. Alfhatin Pratama Kamis, 26 Juli 2018 | 02:18 WIB
Share
Tren travelling selalu berubah
Share

Tren travelling selalu berubah. Mulai dari pemesanan paket wisata melalui agen travel konvensional hingga pemesanan paket wisata melalu media daring. Mulai dari mengunjungi tempat-tempat bersejarah, pemandangan alam, hingga tempat-tempat kumuh di kota-kota besar. Terakhir, mulai dari menginap di hotel mewah, motel, hingga menginap di rumah penduduk lokal.

Di tahun 2018, berwisata dengan menginap di rumah penduduk lokal jadi tren traveling yang mulai dilirik. Cara wisata ini memungkinkan traveller lebih dekat dan berinteraksi dengan penduduk lokal. Harapannya, traveller tidak sekadar jadi turis tapi sungguh-sungguh memahami budaya lokal. 

Kalau kamu berminat menggelar bisnis wisata yang "ramah lokal" seperti itu, simak tiga tips berikut ini, dari Dimas Jayasrana, Founder Spektakel.id, yang disampaikan dalam acara #digitalksID “Meraih Peluang Bisnis Jadi Travel Entrepreneur” yang diadakan di Kekini Coworking Space, Jakarta, Rabu (25/7/2018):

Profit - Berikan Presentase keuntungan lebih banyak kepada masyarakat lokal tempat destinasi wisata. Ini merupakan hal yang paling penting karena selama wisata berjalan, partisipan tinggal, makan, dan beraktivitas bersama penduduk lokal.

Pengalaman - Jadikan pembeli paket wisata bukan hanya sekedar pembeli tapi partisipan yang mengetahui proses pemilihan destinasi wisatanya. Partisipan juga harus diberikan pengalaman dengan cara berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal supaya masyarakat lokal juga merasa dihargai.

Jumlah Partisipan -Jangan terlalu banyak ketika ingin melakukan open trip yang menginap di rumah penduduk lokal karena akan mengganggu aktivitas mereka.

Nah, jika kamu sedang mengembangkan travel startup yang ingin mengajak masyarakat lokal untuk ikut serta, coba cek dulu tips tersebut.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB