LogoDIGINATION LOGO

3 Penyebab Kegagalan Proyek B2B E-Commerce

author Oleh Sukindar Rabu, 18 Juli 2018 | 00:31 WIB
Share
Bagi kebanyakan orang, Proyek e-commerce bisnis-to-bisnis (B2B) sering kali terasa rumit, akibat terdapatnya beragam tujuan dan bermacam lapisan pengambil keputusan
Share

Bagi kebanyakan orang, Proyek e-commerce bisnis-to-bisnis (B2B) sering kali terasa rumit, akibat terdapatnya beragam tujuan dan bermacam lapisan pengambil keputusan.

Tidak jarang, bahkan sudah menjadi hal yang cukup biasa, proyek-proyek seperti ini mengalami kegagalan dalam pelaksanaannya.

Berikut ini tiga alasan mengapa proyek e-commerce B2B dapat mengalami kegagalan, sekaligus saran untuk menghindarinya.

Kurangnya Perencanaan

Salah satu alasan kenapa proyek e-commerce B2B dapat gagal adalah karena kurangnya perencanaan di awal proyek yang memahami sepenuhnya kebutuhan pekerjaan.

Dalam menjalankan proyek pengembangan web B2B, terdapat satu prinsip yang perlu diikuti, yakni "Ukur dua kali dan potong sekali".

Termasuk di dalamnya pemandangan jangka panjang bisnis juga perlu dimasukkan, karena perencanaan tidak hanya mengenai kebutuhan-kebutuhan saat ini.

Rencana bisnis e-commerce B2B harus komplit, memuat tujuan yang jelas (Business objectives), rancangan integrasi situs yang dimiliki dengan perangkat lunak pengelola lainnya (Technical Interfaces), serta rancangan pengalaman pengguna yang diinginkan (User Experience).

Baca Juga:
E-Commerce B2B Butuh Banyak Pemain

Scope Creep

Scope Creep biasanya terjadi akibat pertumbuhan ruang lingkup proyek melebihi kebutuhan awal, yang biasanya berkaitan erat dengan tim atau umpan balik selama proses pengembangan.

Oleh karenanya, dibutuhkan kejelasan siapa pembuat keputusan akhir dalam proyek-proyek e-commerce B2B, agar scope creep dapat dihindari.

Selain itu, selama pelaksanaan proyek, perusahaan harus waspada terhadap masukan-masukan baru setelah keputusan penting telah diambil, yang bisa mempengaruhi perusahaan mengambil ulang keputusan.

Dengan mengatur prioritas dalam pengembangan situs, seperti fitur utama dan tujuan awal, akan mengarahkan proyek tersebut tetap dalam jalurnya sekaligus akan memberikan manfaat paling banyak dengan sedikit usaha.

Data Berantakan

Data yang bersih dan rapi sangat penting dalam proyek e-commerce B2B. Meskipun situs web yang dikembangkan sangat efektif, pengalaman yang dihasilkan akan menjadi buruk jika data yang dimiliki berantakan.

Hal ini berlaku dalam penamaan dan deskripsi produk, halaman kategori, ketersediaan foto-foto produk, serta struktur filter yang digunakan untuk melakukan penelusuran.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Practical Ecommerce
TAGS
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB

Ini Dia Konsep Smart City ala TIBCO!

Konsep smart city banyak ditawarkan oleh beberapa perusahaan, salah satunya TIBCO Software Inc. Seperti apa sih konsepnya?

Selasa, 30 Juli 2019 | 11:15 WIB