Orang Tua Rentan Menjadi Target Kejahatan Siber, Ini yang Harus Dilakukan!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Mudahnya konsumen melakukan transaksi sering kali membuat mereka mengabaikan masalah keamanan. Asal tahu saja, konsumen Indonesia termasuk rentan menjadi mangsa empuk kejahatan online.
Sebanyak 26 persen konsumen Indonesia kehilangan uang karena menjadi korban tindak penipuan online menurut penelitian Kaspersky Lab dan B2B International pada 2016. Indonesia bahkan berada di posisi pertama dengan korban penipuan online terbanyak menurut hasil penelitian itu, menyusul China (25 persen) dan India (24 persen).
Sebenarnya kejahatan siber bisa dicegah dengan menjadi konsumen cerdas. Dirangkum dari buku Keamanan Siber untuk E-commerce terbitan Kementerian Komunikasi dan Informatika, konsumen sebaiknya mengenali lima modus kejahatan online berikut.
Jangan tergiur dengan postingan menarik di Facebook atau Instagram yang menjual produk dengan harga sangat miring. Misalnya, menjual iPhone X terbaru seharga Rp3 juta saja dengan sepesifikasi menarik. Bisa saja barang yang dijual rekondisi, bebas pajak, atau diselundupkan.
Konsumen awam sering tertarik dan percaya sehingga mentransfer uang ke rekening tertentu dan barang yang tiba ternyata tak sesuai. Selain di media sosial, waspadai penjual di e-commerce yang tidak melayani lewat platform tapi pembeli diarahkan ke nomor ponsel pribadi untuk pemesanan.
Konsumen tentu tertarik dengan produk baru yang sedang booming, seperti gadget atau fashion branded. Penipu biasanya menjerat dengan alasan Pre Order (PO) karena barang sangat terbatas, konsumen pun diminta cepat membayar.
Ketika waktu yang dijanjikan tiba, akun online shop penipu raib begitu saja dan uang konsumen hilang. Modus serupa akan diulangi lagi dengan nama akun online shop yang berbeda.
Promo memang bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan, tapi sering disalahgunakan ‘menjebak’ konsumen. Belum lagi potongan harga, hadiah, atau diskon gila-gilaan yang sering ditawarkan penjual dengan pembelian jumlah tertentu, seperti “Order 10, dapatkan tas cantik ini gratis!”. Biasanya setelah konsumen transfer sejumlah uang, penjahat siber pun menghilang atau akun konsumen diblokir.
Baca juga: Riset Konsumen E-Commerce di Indonesia, Warga Surabaya Paling Banyak Belanja Online
Modus yang tak kalah marak adalah mengirim resi palsu sehingga pembeli yakin barang sudah dikirimkan. Namun, barang yang dibeli tak kunjung tiba dan setelah dicek ke ekspedisi terbukti resi tersebut palsu. Penipu jenis pun ini bisa betebaran di saja termasuk platform e-commerce.
Konsumen awam patut mewaspadai tampilan foto menarik dari penjual di online shop. Ada saja oknum penipu ada yang mengklaim bahwa dirinya memiliki toko offline atau mengambil foto dari toko orang lain untuk di-posting ulang. Konsumen yang merasa dirugikan dan mendatangi pemilik toko sesungguhnya tentu tak bisa mendapat uangnya yang raib begitu saja.
Baca juga: Membangun Kepercayaan Pelanggan Toko Online, Bagaimana Caranya?
Menghindari modus para kriminal online sebenarnya mudah saja selama konsumen tidak mudah percaya, selalu kritis, dan cerdas. Jika masih baru di dunia belanja online atau baru melakukan transaksi online, carilah informasi sebanyak-banyaknya dan rekomendasi terbaik dari teman yang sudah berpengalaman.
Jangan mudah tergoda dengan testimoni yang beredar karena testimoni memang dibuat untuk meyakinkan pembeli. Banyak oknum penipu membuat testimoni palsu memakai identitas orang lain.
Untuk berjaga-jaga, simpanlah semua bukti transaksi online, seperti formulir pemesanan, riwayat percakapan online, riwayat email. Ini menjadi bukti penting jika sewaktu-waktu penjual hilang tanpa jejak setelah pembayaran dilakukan. Jangan lupa minta nomor resi pengiriman agar segera bisa dicek keasliannya di situs jasa ekspedisi.
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB
IHC dan ICC resmi memperkenalkan platform otaQku. Apa itu?
Kamis, 17 Juli 2025 | 17:32 WIB
Polri memperkenalkan robot humanoid dan robot quadruped (i-K9), yang siap jadi rekan kerja Polri terutama dalam situasi beresiko tinggi. Apa saja fiturnya?
Kamis, 10 Juli 2025 | 11:51 WIB
Berikut Daftar Password Paling Umum Dibobol Hacker:
Senin, 30 Juni 2025 | 10:25 WIB