LogoDIGINATION LOGO

Merombak Tempat Kerja, Perlukah?

Oleh Sukindar Kamis, 19 April 2018 | 14:21 WIB
Share
Membangun kesuksesan bisnis bisa dilakukan dengan banyak cara
Share

Membangun kesuksesan bisnis bisa dilakukan dengan banyak cara. Namun, beberapa orang berpendapat bahwa hal tersebut harus dimulai dari dalam perusahaan.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membenahi ruang kerja bagi karyawan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Hilton Hotels dengan membenahi setiap fasilitas untuk pekerjanya.

Bagi perusahaan ini, kita tidak akan dapat mencapai misi tanpa orang-orang hebat, tapi kita tidak akan dapat orang-orang hebat tanpa menjadi tempat kerja yang hebat.

Adam Heitzman dalam tulisannya pun menyatakan, rata-rata manusia menghabiskan sepertiga hidupnya di tempat kerja. Baginya, tempat kerja juga berkaitan dengan kesehatan manusia dan lingkungan kerja.

Google pun telah menyadarinya sejak lama mengenai hal tersebut. Untuk itu, perusahaan raksasa teknologi tersebut bahkan telah menyediakan tempat kerja berupa kampus yang imersif.

Heitzman pun berpendapat ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan keberhasilan karyawan karena didukung oleh lingkungan kerja yang ditempatinya.

Meskipun tidak seperti yang dilakukan oleh Google atau Hilton Hotels, perubahan kecil namun bermakna dapat dilakukan untuk mencapai ruang kerja yang optimal.

Kesejahteraan

Bagi Heitzman, gaji yang adil dan liburan selama dua minggu tidak cukup memenuhi kebutuhan pekerja. Ada term baru yang harus dipelajari oleh para pelaku bisnis dalam mengelola usahanya.

Tenaga kerja saat ini, terkhusus generasi milenial, mereka lebih memilih gaji rendah namun bekerja pada perusahaan yang memiliki budaya yang kuat dan fokus di keseimbangan kerja dan kehidupan.

Baca Juga:
Bangun Pengalaman Pelanggan dengan Melupakannya, Bisa?

Koneksi dan Kolaborasi

Tren rancangan tempat kerja masa kini nampaknya condong ke ruang terbuka untuk meningkatkan kolaborasi. Tidak ada sekat antara manajemen dan karyawan sehingga dapat mendorong inovasi.

Menurut Heitzman, tidak harus membangun tempat kerja seperti Apple Park yang menghabiskan waktu dan dana, tapi hal tersebut bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana.

Yang terpenting, perusahaan mampu menyediakan ruang kerja dengan lingkungan yang lebih kolaboratif. Misalnya, dengan menghilangkan dinding penyekat di antara ruangan karyawan.

Ruang Detox: Tenang dan Relaksasi

Meskipun kolaborasi sangat penting, Heitzman juga menegaskan, bahwa masih dibutuhkan juga sebuah area tenang untuk menyendiri dan melakukan pertemuan pribadi.

Oleh karena itulah, perusahaan perlu menyediakan banyak ruang yang dapat dipilih oleh karyawan. Dengan begini, mereka dapat menciptakan lingkungannya sendiri sesuai kebutuhan.

Heitzman menegaskan, istirahat sejenak untuk melakukan dekompresi dapat meningkatkan produktivitas dan mencegah karyawan kehabisan tenaga.

Baca Juga:
3 Tips Bekerja Maksimal di Coworking space

Keleluasaan Menciptakan Ruang Pribadi

Ada sebuah solusi yang bisa dilakukan jika perusahaan tidak memiliki banyak dana untuk merombak infrastruktur secara signifikan. Salah satunya dengan mengubah kebijakan.

Perusahaan dapat menetapkan kebijakan baru, seperti karyawan diperbolehkan untuk membawa hewan peliharaan atau tanaman di tempat kerja.

Kedua hal ini kadang bisa menurunkan tingkat kecemasan dan stres yang berlebihan. Karyawan dapat menikmati lingkungan kerja sehingga bekerja secara optimal.

Meningkatkan Produktivitas

Bagi Heitzman, pekerja yang bahagia merupakan pekerja yang produktif. Dalam sebuah penelitian, kebahagiaan dapat meningkatkan produktivitas hingga sebesar 12%.

Oleh karena itu, meskipun perusahaan ingin memiliki budaya dengan setiap anggota tim memiliki kebebasan berekspresi, kebahagiaan bisa menjadi fokus utamanya.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: INC
TAGS
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB