LogoDIGINATION LOGO

Nasib Fintech di Pundak Millennials?

Oleh Desy Yuliastuti Senin, 2 April 2018 | 11:23 WIB
Share
Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mencatat sebanyak 135-140 perusahaan berkembang di tahun yang naik secara signifikan sebanyak 78% terhitung sejak tahun 2016 – 2017
Share

Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mencatat sebanyak 135-140 perusahaan berkembang di tahun yang naik secara signifikan sebanyak 78% terhitung sejak tahun 2016 – 2017. AFTECH juga mencatat, bahwa per Desember 2017 telah terdata ada 235 perusahaan berbasis teknologi finansial yang bergerak di Indonesia saat ini.

Sebanyak 43% di sektor pembayaran, 17% di sektor peminjaman, 13% di sektor Agregator, 8% di sektor Crowdfunding, 8% di sektor personal finance planning, dan 11% di sektor lainnya. Dalam gelaran Fintech Festival (FINFEST) 2018 yang diinisiasi Mobiliari pada Kamis lalu (29/3/2018), beberapa pelaku dalam industri ini turut menyumbangkan ide terkait dengan beberapa isu yang berkaitan dengan kemajuan industri fintech.

Dibuka oleh Millie Stephanie Lukito, CEO Mobiliari Group dan mantan Menteri Keuangan 2013-2014, Chatib Basri,  FINFEST 2018 menyajikan topik hangat, seperti fintech di industri perbankan, ekspansi bisnis digital, crowdfunding, merger, masyarakat teknologi, cryptocurrency, dan peran blockchain.

Baca juga: Keunggulan Fintech Bagi Penggiat Bisnis Hingga Kegiatan Sosial

Ann Delny selaku President Director PT Mobiliari Eksibisi Andalan, mengatakan bahwa FINFEST 2018 diadakan untuk mendukung kemajuan teknologi keuangan yang turut berperan dalam inklusi keuangan. Sehingga lebih banyak orang yang dapat mengambil manfaat dari ekonomi digital.

“Mobiliari FINFEST 2018 menyoroti berbagai aspek teknologi yang memungkinkan para pelaku bisnis dapat saling mendukung satu sama lain,” ujar Ann di Soehanna Hall, The Energy Building pada Kamis (29/3/2018).

Sementara itu, Andrisyah Tauladan selaku COO dari Asetku, menilai bahwa generasi millenial dapat berkenalan dengan fintech dan menyosialisasikan agar masyarakat lebih dekat dengan industri fintech.

Baca juga: Fintech Terus Berkembang, tetapi 3 Hal Penting Perbankan Ini Takkan Berubah

Perkembangan industri fintech memang mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Tak hanya itu, inovasi dan kreativitas berbasis digital mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Fintech secara tak langsung membawa kepada proses efisiensi pasar dan semakin cepatnya masyarakat mengakses layanan keuangan.

“Fintech dapat menjadi salah satu solusi dalam memberikan edukasi dan pemahaman akan produk-produk keuangan yang terintegrasi, yang sejalan dengan gaya hidup para millennial. Bahkan, bisa menjadi akses perkenalan bagi generasi millennial dengan berbagai produk perencanaan keuangan,” pungkas Andrisyah.

Baca juga: 

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB