7 AI Tools Terbaik yang Cocok untuk Membuat Konten Media Sosial
Bingung cari tools AI terbaik untuk content creator? Simak 7 tools AI gratis yang dapat membantu dalam produksi konten
Senin, 7 September 2026 | 16:06 WIB
Agaknya kejayaan pengemudi taksi online di India mulai kehilangan pamornya. Beberapa tahun lalu, perusahaan penyedia aplikasi transportasi online sedang naik daun di India dengan hadirnya Ola TaxiForSure (kemudian diakuisisi oleh Ola pada tahun 2015), dan Uber.
Pada tahun 2013, ketika Uber memasuki India dan Ola menjadi lebih agresif dalam menghadapi persaingan, kedua perusahaan itu melakukan banyak promosi untuk memancing pengemudi bergabung dengan janji-janji pendapatan tinggi.
Perusahaan-perusahaan tersebut menawarkan insentif yang tinggi kepada mitra pengemudinya, sehingga menjadi pengemudi taksi online pun menjadi profesi yang banyak diminati karena menghasilkan pendapatan yang lumayan.
Ribuan orang tertarik ke industri ini hingga mampu menyedot lebih dari 1,5 juta orang India yang bergabung menjadi mitra pengemudi Ola dan Uber. Sebagian besar dari mereka bahkan telah berhenti dari pekerjaan tetap mereka.
Banyak orang menjual tanah pertanian mereka untuk membeli mobil kemudian bergabung menjadi mitra pengemudi Ola dan Uber, bahkan tidak sedikit yang membeli mobil atau motor dengan cara mencicil.
Namun, saat budaya taksi online sudah memasyarakat di India dan orang-orang sudah terbiasa naik taksi online, perusahaan transportasi berbasis online tersebut lambat laun mulai mengurangi komisi mereka dan mulai mengejar keuntungan bisnis.
Ditambah dengan peningkatan jumlah pengemudi yang masif, alhasil penghasilan mitra pengemudi perusahaan taksi berbasis online di India kini memburuk. Apalagi kini pemerintah India telah meningkatkan kualitas angkutan umum dan memangkas harga tiket menjadi lebih murah. Jaringan bus metro juga telah menjamur di kota-kota besar di India, sehingga konsumen memiliki banyak pilihan angkutan.
Dilansir dari Quartz (Rabu, 21/3), pengemudi taksi online di India berkumpul di Mumbai dan New Delhi untuk melakukan demontrasi pada 19 Maret lalu kepada agregator taksi berbasis aplikasi seluler karena berkurangnya pendapatan.
“Setiap 100 Rupee sangat penting bagi para pengemudi,” ujar Tanveer Pasha, pengemudi taksi online sekaligus presiden Asosiasi Pengemudi Taksi Online di India OUT (Ola, Taxiforsure, dan Uber). “Sebagian besar pengemudi, sekarang hanya mendapatkan 700 Rupee setiap harinya dan harus menyisihkan 500 Rupee untuk membayar angsuran kendaraan,” tutur Pasha. “Jelas kami tidak bisa hidup hanya dengan 200 Rupee dan menghidupi keluarga kami,” tambah Pasha.
Dhananjay Sharma, analis mobilitas online di RedSeer Management Consulting mengatakan bahwa mengurangi insentif sangat penting bagi perusahaan. “Ini sejalan dengan model bisnis mereka,” ujar Sarma. Langkah tersebut akhirnya membuat pengemudi menderita.
“Sekarang kami tidak punya tanah. Mobil itu juga akan disita oleh pemodal kalau tidak mampu melunasi cicilan,” ujar Pasha. Menurut Pasha, ratusan pengemudi taksi online sekarang harus menyambi banyak pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar cicilan mobil.
Bingung cari tools AI terbaik untuk content creator? Simak 7 tools AI gratis yang dapat membantu dalam produksi konten
Senin, 7 September 2026 | 16:06 WIB
Strava resmi menjadi pemungut PPN PMSE. Simak dampaknya bagi pengguna gratis dan premium.
Senin, 7 September 2026 | 13:36 WIB
Jualan di Instagram, TikTok, atau marketplace wajib punya NIB? Simak aturan Permendag 19/2026, masa transisi, dan kewajibannya.
Senin, 7 September 2026 | 11:24 WIB
Pemerintah siapkan 2 Perpres AI 2026 tentang Etika & Roadmap. Cari tahu dampaknya bagi pelaku bisnis selengkapnya di sini!
Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:41 WIB
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB