LogoDIGINATION LOGO

3 Modal Utama Jadi Digipreneur

Oleh Ana Fauziyah Senin, 26 Februari 2018 | 11:36 WIB
Share
Sektor unit mikro kecil dan menengah (UMKM) telah terbukti menjadi penggerak perekonomian nasional
Share

Sektor unit mikro kecil dan menengah (UMKM) telah terbukti menjadi penggerak perekonomian nasional. Sektor ini juga terbukti tangguh melewati krisis moneter pada tahun 1997 dan berhasil menghadapi tantangan dan perubahan.

Merespon perkembangan industri digital saat ini, pemerintah tengah menggalakkan program UMKM Go Online.  Menurut hasil survei, penjualan online dapat meningkatkan pendapatan UMKM hingga 26% dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja yang berimbas pada peningkatan ekonomi nasional secara berkala dan bertahap.

Lalu apa saja modal utama UMKM untuk beralih ke online?

Muhammad Awaludin menuturkan bahwa ada tiga modal utama yang harus dimiliki oleh pelaku UMKM agar berhasil meng-online-kan usahanya, seperti disarikan dari bukunya yang berjudul “Digital Entrepreneurshift”, antara lain:

1. Mindset (pola pikir)

Hal pertama yang harus dibangun untuk menjadi digipreneur adalah menanamkan mindset positif untuk selalu sukses. Mindset ini yang akan mengantarkan dan mengawal perjalanan entrepreneur dalam mengembangkan bisnisnya.

Dengan mindset positif tersebut, entrepreneur akan selalu siap dan berani menghadapi tantangan perubahan yang sangat dinamis sebagai akibat pengaruh digital.

2. Belajar memahami kondisi

Agar mindset yang sudah ditanamkan dapat berjalan efektif, entrepreneur harus belajar memahami kondisi lingkungan, perubahan pasar yang dinamis, kelincahan pesaing, hingga pengaruh teknologi dalam berbisnis.

3. Networking

Tidak ada usaha yang bisa berjalan sendiri karena itu entrepreneur butuh networking atau jejaring sebagai sumber pengetahuan, inspirasi, dan informasi untuk pengembangan bisnisnya. Agar networking ini dapat berjalan lancar, entrepreneur harus bersikap terbuka dan membuka diri untuk bergaul dengan banyak pihak.

Mengembangkan jejaring dapat melalui berbagai macam cara, baik jaringan komunitas nonformal seperti media sosial atau jalur organisasi formal seperti asosiasi, persatuan dagang dan lain sebagainya.

-

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB