Orang Tua Rentan Menjadi Target Kejahatan Siber, Ini yang Harus Dilakukan!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Influencer media sosial memang sudah dikenal sering membantu brand memasarkan produk/ layanan untuk bertemu pelanggan atau calon pelanggan mereka. Seiring berkembangnya teknologi tidak hanya influencer manusia nyata, saat ini virtual influencer/ Virtual Human pun sudah banyak dimanfaatkan pemilik merek/brand untuk meningkatkan penjualan mereka.
Yups.. Virtual influencer adalah representasi digital dari seorang influencer yang dibuat dan diatur dengan menggunakan teknologi AI. Pengertian ini juga bisa dimaksudkan kepada human virtual/orang virtual.
Virtual Influencer yang terkenal saat ini dan telah membangun banyak pengikut di seluruh dunia yaitu Lil Miquela, Polar. Mereka memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan audiens secara real-time dan menghasilkan konten yang konsisten dan terkoordinasi.
Munculnya Virtual Influencer telah memberi merek cara baru untuk mempromosikan produk dan layanan mereka. Bahkan survei terbaru yang dikutip dari Entrepreneur mengungkap pasar Virtual Influencer akan tumbuh setidaknya 25% pada tahun ini.
Baca juga : Ini Dia Istilah-istilah Digital Marketing, Biar Kamu Makin Percaya Diri Present ke Klien
Strategi ini pun, sudah digunakan oleh perusahaan seperti Balmain, dan Prada, karena dianggap dapat membantu bisnis menumbuhkan loyalitas merek, yang pada akhirnya dapat meningkatkan penjualan dan merek akan semakin dikenal.
Lantas bagaimana Virtual Influencer benar-benar berjalan? Berikut tujuh prediksi bagaimana brand menggunakanVirtual Influencer di tahun 2023:
Brand akan menggunakanVirtual Influencer untuk menargetkan demografi tertentu. Demografi ini yaitu Gen Z dan millennial, karena mereka lebih cenderung terlibat dengan karakter digital.
Konsumen di AS contohnya, sekitar 40% dari demografi tersebut telah membeli produk dari influencer virtual pada tahun 2022. Sama halnya seperti influencer nyata, Virtual Influencer nantinya akan dipilih sesuai dengan brand, agar dapat menjangkau audiens yang diinginkan dengan lebih sukses dan efektif.
Virtual Influencer akan digunakan oleh brand untuk mempromosikan barang dan jasa di pasar seperti musik, game, dan esports, di mana karakter virtual sudah sangat disukai oleh kelompok ini. Selain itu, untuk mengarah ke kampanye pemasaran yang lebih sukses bisnis disarankan menghasilkan konten yang dipesan lebih dahulu.
Merek akan menggunakan Virtual Influencer untuk mengembangkan pengalaman interaktif yang melibatkan pelanggan dan menumbuhkan loyalitas merek. Misalnya, uji coba virtual memungkinkan pelanggan untuk melihat bagaimana suatu produk akan muncul pada mereka. Dengan melakukan ini, bisnis dapat terhubung dengan pelanggan lebih dalam, menjalin koneksi yang lebih baik, dan meningkatkan kemungkinan melakukan penjualan.
Baca juga : Organic Channel, Bikin Penjualan Kamu Makin Maksimal Meski Low Budget
Merek akan menggunakan Virtual Influencer untuk membuat konten "asli" yang related dan selaras dengan audiens mereka. Konten "asli" disini hanyalah tentang cerita di balik produk. Pengalaman pribadi, rutinitas sehari-hari, dan konten di balik layar adalah contoh konten yang dapat dibuat untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dengan audiens.
Untuk menumbuhkan loyalitas brand, brand juga dapat menggunakan Virtual Influencer untuk menyelenggarakan acara virtual seperti live streaming. Ini memungkinkan merek untuk menjangkau khalayak dan memungkinkan pelanggan berkomunikasi hingga memberi pengaruh terhadap brand.
Brand, akan memperluas produksi konten mereka dengan mengubah Virtual Influencer menjadi artis di serial konten milik brand. Bisa dibilang nantinya Virtual Influencer ini dapat menjadi “brand ambassador” sebuah merek.
Serial konten ini dapat menampilkan influencer dengan gaya pakaian yang berbeda dan mendiskusikan tren mode terkini sambil mempromosikan pakaian merek tersebut. Ini akan memungkinkan brand untuk terhubung dengan konsumen dengan cara yang menarik, dan menghibur, sambil mempromosikan produknya dengan cara yang lebih halus.
Baca juga : 9 Tren Teknologi Pemasaran Tahun 2023
Kampanye ini kemungkinan besar akan sangat sukses, mengingat tingkat pengikut Virtual Influencer hampir 3x lipat pengikut manusia. Menurut survei yang dikutip dari Entrepreneur oleh Influencer Marketing Factory, 58% responden sudah mengikuti satu atau lebih Virtual Influencer, dan lebih dari sepertiganya telah membeli sesuatu yang telah dipromosikan oleh influencer tersebut.
Virtual Influencer juga dapat bekerja sama dengan influencer dunia nyata untuk menjangkau audiens yang lebih besar dan menjalin ikatan yang lebih dalam dengan pelanggan. Virtual Influencer dapat memperluas audience dengan memasukkan konten bersponsor, ulasan produk, dan kemitraan dengan pemberi pengaruh online lainnya pada kampanye pemasaran.
Itu dia 7 prediksi Virtual Influencer di tahun ini. Pada tahun 2023, merek kemungkinan akan lebih sering menggunakan Virtual Influencer untuk meningkatkan reputasi mereka, mengembangkan kampanye pemasaran yang inovatif , dan yang terpenting, terhubung dengan konsumen dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya.
Sudah kebayang DigiFriends mau bikin konten apa bareng Virtual Influencer?
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB
IHC dan ICC resmi memperkenalkan platform otaQku. Apa itu?
Kamis, 17 Juli 2025 | 17:32 WIB
Polri memperkenalkan robot humanoid dan robot quadruped (i-K9), yang siap jadi rekan kerja Polri terutama dalam situasi beresiko tinggi. Apa saja fiturnya?
Kamis, 10 Juli 2025 | 11:51 WIB
Berikut Daftar Password Paling Umum Dibobol Hacker:
Senin, 30 Juni 2025 | 10:25 WIB