LogoDIGINATION LOGO

Kolaborasi untuk Dorong Literasi Digital

author Oleh Nur Shinta Dewi Senin, 30 November 2020 | 19:31 WIB
Share
Share

Pintek perusahaan financial technology untuk pendidikan bersama Pusat Data dan Teknologi Informasi – Kemendikbud, dan PT Duta Digital Informatika (DUGI) dorong Literasi Digital Pada Dunia Pendidikan sebagai upaya mempersiapkan Sumber Daya Manusia dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Pada sesi diskusi Pintek Edutalk #YangPentingBelajar: Tingkatkan Literasi Digital Bagi Pendidikan 4.0, Tommy Yuwono, Co-Founder dan Direktur Utama Pintek menyampaikan, #YangPentingBelajar merupakan sebuah gerakan dari Pintek dalam mendukung sektor pendidikan untuk tetap melakukan kegiatan belajar-mengajar dalam kondisi apapun.

Tommy menjelaskan melalui acara ini, Pintek ingin berbagi pengetahuan, pandangan, dan tren teknologi untuk pendidikan agar literasi digital pada dunia pendidikan dapat ditingkatkan lebih baik lagi sehingga dapat sejalan dengan misi Pemerintah.

“Kami berharap tantangan yang dihadapi selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat teratasi melalui penggunaan media digital untuk pendidikan, tentunya kami juga mendukung dari sisi finansial,” katanya.

Pada sesi presentasi Gogot Suharwoto, Ahli Utama PTP Pusdatin Kemendikbud, Gogot menyampaikan Indonesia memiliki potensi besar di 2045 dengan bonus demografi yang besar. Tercatat, dari 309 populasi terdapat 52% usia produktif dengan 80% middle income, yang akan menciptakan GDP/Capita sebanyak US$29.300.

Melihat potensi ini, 3 institusi bekerjasama mendukung terlaksananya literasi digital hingga ke akar. Literasi digital sendiri telah ditetapkan oleh World Economic Forum pada tahun 2015 untuk memajukan generasi penerus.

Gogot mengingatkan, hal yang bisa dilakukan oleh lembaga pendidikan untuk meningkatkan literasi digital adalah penyediaan kelas virtual sehingga peserta didik dapat belajar kapanpun dan dimanapun, berkomunikasi dengan warga antar sekolah menggunakan teknologi digital, serta pengarsipan digital.

"Lembaga pendidikan dan sdm pendidikan perlu diberikan pengetahuan mengenai pentingnya literasi digital dalam pembelajaran, khususnya pada masa penuh tantangan saat ini untuk mengadaptasi potensi teknologi di dunia pendidikan. Kami meyakini bahwa literasi digital mampu menciptakan ekosistem pendidikan di Indonesia yang semakin kuat sekaligus dapat mencetak generasi penerus bangsa yang paham akan teknologi, kreatif, dan dapat menyaring informasi dengan baik,” kata Gogot.

Adanya pemberlakuan sistem PJJ, menjadi dorongan keras bagi lembaga pendidikan untuk memaksimalkan implementasi teknologi pada dunia pendidikan, seperti penggunaan teknologi pada kegiatan belajar-mengajar, pembukuan, hingga sarana komunikasi.

Sebagai mitra resmi Google untuk pendidikan di Indonesia, PT Duta Digital Informatika (DUGI) percaya bahwa teknologi dan solusi pembelajaran untuk seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia dapat memanfaatkan dan menggunakan G Suite for Education untuk memberikan kontribusi pada peningkatan pendidikan di Indonesia.

Arya Sanjaya, Direktur Utama PT Duta Digital Informatika menyampaikan, literasi digital pada dunia pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai pendidikan 4.0.

"Kami percaya bahwa peningkatan literasi digital membutuhkan dukungan dari seluruh pihak agar dapat terciptanya ekosistem pendidikan yang bermutu. Kami mendukung sekolah untuk memaksimalkan teknologi digital agar pendidikan 4.0 dapat terwujud, sehingga dapat membekali peserta didik ilmu kecakapan penggunaan teknologi yang nantinya berdampak pada sumber manusia unggul," kata Arya.

Pada ujungnya penggunaan teknologi digital yang terpadu akan memberikan penggunanya untuk memiliki kompetensi dasar yang diperlukan dalam kehidupan di era Industri 4.0, yaitu kemampuan bekerjasama, berkomunikasi, berpikir kreatif dan kritis serta memiliki kemampuan berpikir komputatif; yang semuanya menjadi modal dasar belajar, bekerja dan berkarya di era saat ini.

  • Editor: Rommy Rustami
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Persiapan 5G di Indonesia

Seperti apa proyeksi 5G dan tren industri telekomunikasi 2021 di Indonesia?

Senin, 21 Desember 2020 | 14:56 WIB