LogoDIGINATION LOGO

Pemerintah Dorong Startup Untuk Jadi Unicorn Baru

Oleh Sukindar Senin, 30 April 2018 | 06:52 WIB
Share
EXPO 2
Share

EXPO 2.0 “Tech for a better Indonesia” resmi digelar di XXI Ballroom Jakarta, tepatnya pada Hari Jum’at (27/04), dan dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

EXPO 2.0 merupakan ajang perkenalan sekaligus pertemuan investor dengan 11 startup yang telah mengikuti program akselerasi Angkatan 2 oleh GK Plug and Play Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Rudiantara mendorong pegiat startup agar terus mengembangkan diri hingga berstatus Unicorn.

“Selamat untuk 11 startup Batch 2.0 yang hari ini diwisuda. Mudah-mudahan ngga berhenti jadi startup aja,” ujar Rudiantara.

Rudiantara juga mewanti-wanti agar jangan takut siapa yang mau investasi, karena baginya selama bisnis modelnya pas, market validationnya sudah valid, pasti bisa jadi Unicorn.

“Kita sekarang sudah punya 4, saya percaya akan lebih dari 5 Unicorn nanti di tahun 2020. Karena sekarang ekosistem dari semuanya lebih kondusif untuk membentuk Unicorn,” imbuh Beliau.

Sebelas startup angkatan kedua yang diperkenalkan dalam EXPO 2.0 kali ini adalah Dana Bijak, Gandeng Tangan, Cheers Datanest, Duithape, Gringgo, Indogold, Manpro, Trukita, Periksa.ID dan Weston.

Sebenarnya, pemerintah juga telah menjadi akselerator, dengan mendukung dan memfasilitasi startup melalui program Gerakan Nasional 1000 Startup dan program NextIcorn.

Baca Juga:
Targetkan Unicorn Baru, Pemerintah Gaet Investor

“Dalam konteks digital, Kominfo mencoba tidak berbeda dengan GK PnP. Kita punya program 1000 Startups yang memfasilitasi itu semua. Untuk menjadi Unicorn-nya, pemerintah juga fasilitasi. Kita sebut programnya NextIcorn," paparnya.

Program NextIcorn (Next Indonesia Unicorn) ini dibentuk bersama dengan berbagai pemangku kepentingan dan pelaku industri, termasuk Pendiri Go-jek, Nadiem Makarim; CEO Tokopedia, William Tanuwijaya; dan Ernst and Young.

“Tugasnya mempertemukan startup yang dianggap mempunyai masa depan yang bagus dengan investor, VCs (pemodal ventura, red.) luar yang kebanyakan tidak tahu tentang startup di Indonesia. Peran inilah yang dilakukan NextIcorn,” Menteri Kominfo memaparkan tentang Program NextIcorn.

“Banyak VCs yang ingin masuk ke Indonesia, karena Indonesia saat ini menjadi magnet di dalam peta internasional di bidang digital,” ungkapnya.

Menurut Menteri Rudiantara, Program NextIcorn telah diadakan beberapa kali. “Kita sudah lakukan dengan investor Jepang.”

“Tahun lalu kita ajak 44 startups yang sudah dikurasi, kita ajak ke San Fransisco. Next event di Bali, tanggal 9 – 10 Mei ini. First tier VCs akan datang dan kita pertemukan dengan startups yang sudah dikurasi. startups perlu dikurasi agar layak jual,” paparnya.

Rudiantara turut mendorong GK Plug and Play Indonesia untuk dapat mengembangkan programnya hingga ke luar Pulau Jawa.

“Suatu saat saya harap GK Plug and Play ngga hanya fokus ke pengembangan startup di Jawa. Main ke Wilayah Timur, karena by 2019 infrastruktur bukan lagi jadi isu,” pungkasnya.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Kominfo
TAGS
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB