LogoDIGINATION LOGO

Ekonomi Sirkular, Langkah Menuju Ekonomi yang Berkelanjutan

author Oleh Claudia Tari Aplabatansa Rabu, 16 Agustus 2023 | 18:11 WIB
Share
Share

Gaya hidup modern telah mengalami transformasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan perangkat digital dan akses virtual menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. 

Perubahan ini juga membawa tantangan baru dalam bentuk limbah elektronik atau e-waste, ditambah lagi dengan pandemi Covid-19 yang membatasi interaksi sosial langsung, masyarakat semakin terpaku pada aktivitas virtual yang semakin menggila, mengakibatkan e-waste kian melonjak. 

Pada tahun 2021, diperkirakan sekitar 57,4 juta ton e-waste dibuang oleh masyarakat global, jumlah yang mengagumkan dan bahkan melampaui berat Tembok Raksasa China. Dampak dari aksi boros industri dan konsumen terhadap perangkat digital ini tidak hanya menimbulkan bencana ekologis, tetapi juga mengancam kesehatan manusia.

Baca juga: 5 Perusahaan Indonesia dengan Revolusi Hijau

Bagaimana cara kita menghadapinya? Salah satu jawaban potensial terletak pada konsep ekonomi sirkular. Ekonomi sirkular adalah pendekatan revolusioner yang mengajak kita untuk berpikir kembali tentang bagaimana kita menghasilkan, menggunakan, dan mengolah barang elektronik 

Ekonomi sirkular melibatkan langkah-langkah konkret untuk mengelola limbah elektronik dan memanfaatkan sumber daya dengan lebih efisien. Salah satu solusi utama adalah dengan mengoptimalkan masa pakai produk. Menggunakan, merawat, dan memperbaiki barang elektronik yang kita miliki dapat mengurangi tekanan terhadap lingkungan dan sumber daya alam. 

Konsep ekonomi sirkular juga memfokuskan pada konsep 9R, (Menggunakan Kembali), Repair (Memperbaiki), Refurbish (Mengembalikan Konyang meliputi Refuse (Menolak), Rethink (Merencanakan Ulang), Reduce (Mengurangi), Reuse disi Layak Pakai, Remanufacture (Mengembuat Ulang), Repurpose (Mengubah Fungsi), dan Recycle (Mendaur Ulang). Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, kita dapat mengurangi jumlah limbah elektronik yang dihasilkan dan memaksimalkan manfaat dari barang elektronik yang kita miliki.

Di Indonesia, masalah e-waste juga telah menginspirasi tindakan dari pemerintah. Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik, merupakan contoh kebijakan yang bertujuan untuk mengatur penanganan limbah elektronik dari tahap pengumpulan hingga pengolahan akhir.

Manfaat dari pendekatan ekonomi sirkular ini tak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. Salah satu penelitian menyebutkan bahwa penerapan ekonomi sirkular pada sektor elektronik dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB), menciptakan lapangan kerja baru, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.

Baca juga: Manfaat Green Data Center Yang Wajib Diketahui

Dengan berbagai langkah konkret dan kesadaran kolektif, kita dapat mengubah arah perjalanan kita menuju pengelolaan limbah elektronik yang lebih bijaksana. Melalui pengurangan, penggunaan kembali, perbaikan, dan pendekatan berkelanjutan lainnya, kita dapat menjaga lingkungan, memperpanjang umur produk, dan mempromosikan ekonomi yang lebih lestari.

Yuk! mulai berpartisipasi dalam revolusi ekonomi sirkular. Dengan mengubah pola pikir dan tindakan kita terhadap barang elektronik, kita tidak hanya melindungi planet ini untuk generasi mendatang, tetapi juga membentuk masyarakat yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap bumi yang kita cintai.

  • Editor: Dewi Shinta N
TAGS
LATEST ARTICLE