
Cloudflare jadi Biang Lumpuhnya X Saat Demo DPR Ricuh
Warganet ramai membagikan situasi Demo DPR melalui berbagai platform media sosial
Jumat, 29 Agustus 2025 | 12:22 WIB
Data Science menjadi bidang ilmu yang semakin banyak dibutuhkan di berbagai industri. Hal ini juga meningkatnya lowongan pekerjaan profesi Data Science seperti data scientist, data analyst, dan data engineer. Mengingat untuk menjadi praktisi data atau bisnis data-driven, terdapat beberapa syarat yaitu salah satunya menguasai ilmu dan konsep Data Science.
Mulai dari pemahaman proses analisis data, menemukan insight, melakukan analisis prediktif menggunakan Machine Learning, hingga menjelaskan analisis data menggunakan visualisasi data. Dalam proses-proses tersebut, kamu akan melewati salah satu tahapan yaitu Exploratory Data Analysis atau dikenal dengan EDA.
Pada artikel DQLab Universitas Multimedia Nusantara, telah merangkum materi untuk mengenal lebih dalam solusi analisis data melalui talkshow “Setiap Data Punya Cerita: Berkenalan dengan Exploratory Data Analysis (EDA)”. Acara ini dilaksanakan secara daring dengan mengundang pembicara yaitu Ronny Fahrudin, Data Scientist di S3 Innovate Pte.Ltd.
Konsep Data Science dan EDA
Langkah awal sebelum memasuki pembahasan EDA, Ronny memperkenalkan terlebih dahulu ilmu Data Science. Data Science adalah ilmu pengetahuan interdisiplin tentang metode komputasi untuk mendapatkan wawasan berharga yang dapat ditindaklanjuti dari kumpulan data yang mencakup tiga fase yaitu desain data, mengumpulkan data dan analisis data. Sehingga ilmu Data Science tidak akan jauh dari tahapan EDA.
“Kini kita sudah memasuki industri 4.0, yang dimana kita tidak bisa lepas dari google, YouTube, sosial media, e-Commerce, dan aplikasi lainnya dan data-data akan selalu tumbuh setiap harinya sampai akhirnya menjadi Big Data. Adanya penumpukkan Big Data dan untuk menemukan solusi maka dibutuhkannya tahapan Exploratory Data Analysis.” Ujar Ronny
Baca juga : Apakah Data Eksternal Penting untuk Bisnis?
Exploratory Data Analysis (EDA) adalah sebuah proses kritis dalam melakukan investigasi awal pada data dengan tujuan menemukan pola, anomali, menguji hipotesis dan dapat memeriksa asumsi dengan bantuan statistik ringkasan kemudian representasi grafis (visualisasi). EDA bagi bisnis dan praktisi data menjadi sebuah kebutuhan utama agar membantu menemukan wawasan yang tidak terduga dalam data, mengecek kualitas data yang selanjutnya proses cleansing dan processing, hingga dapat menyampaikan wawasan data pada para stakeholder.
Adapun beberapa langkah-langkah dalam EDA, yaitu:
Tujuan Akhir Proses EDA dalam Data Science
Setelah mengumpulkan kumpulan data kemudian menganalisis data menggunakan beberapa tools seperti Python, Numpy, Pandas, atau Scipy, karena tools pemrograman tersebut sangat digunakan ketika melakukan proses EDA.
“Latar belakang saya bukan STEM, dulu saya belajar ini cukup lama tetapi dengan saya fokus dalam pembelajarannya. Sangat penting bagi pemula jika ingin memasuki industri data mengenal dan paham bahasa pemrograman, statistik, dan tools visualisasi data” ungkap Ronny Fahrudin selaku Data Scientist di S3 Innovate Pte.Ltd
Baca juga : 5 Pengaplikasian Blockchain dalam Bisnis
Dengan memahami dasar Data Science, menjadi skill plus di industri terutama bagi kamu pemula yang memasuki bidang data. DQLab.id menjadi salah satu kursus online Data Science yang memberikan kesempatan untuk kamu dalam memulai belajar ilmu Data Science mulai dari belajar menggunakan bahasa pemrograman Python atau R hingga melakukan visualisasi data yang dapat kamu aplikasikan langsung.
Yuk, mulai belajar data karena data untuk semua!
Warganet ramai membagikan situasi Demo DPR melalui berbagai platform media sosial
Jumat, 29 Agustus 2025 | 12:22 WIBKebutuhan talent data meningkati, apa yang perlu dipelajari generasi muda?
Rabu, 27 Agustus 2025 | 11:45 WIBPassword ternyata menjadi titik lemah terbesar karena mudah dicuri lewat halaman login palsu. Google mengeluarkan peringatan serius untuk ganti password secara rutin.
Selasa, 26 Agustus 2025 | 18:23 WIBPojok Belajar merupakan inisiatif edukasi intensif yang digagas oleh GoFood lewat Komunitas Partner GoFood (KOMPAG). Program ini diperluas ke 24 kota di Indonesia.
Selasa, 12 Agustus 2025 | 10:49 WIBMeta mengumumkan fitur baru, yaitu Instagram Map, yang membuat pengguna bisa mengaktifkan location sharing secara real-time kepada follower. Benarkah fitur ini tidak aman?
Senin, 11 Agustus 2025 | 17:21 WIBAI menjadi standar baru dalam berkarya di industri kreatif. AI bahkan makin bisa diandalkan di kursi sutradara, baik di dunia film, visual, hingga fashion.
Kamis, 31 Juli 2025 | 10:00 WIBCara Mengelola Keuangan: Milenial Lebih Terstruktur, Gen Z Lebih Fleksibel
Sabtu, 26 Juli 2025 | 10:00 WIBInsiden kiss cam antara Andy Byron dan Kristin Cabot menyebabkan konsekuensi bagi semua pihak yang terlibat. Namun ada satu orang yang mendapatkan keuntungan dari peristiwa itu.
Selasa, 22 Juli 2025 | 17:31 WIBYuk ketahui fitur utama dari pembaruan ini!
Jumat, 18 Juli 2025 | 18:19 WIBMicrosoft resmi mengumumkan pada karyawan divisi gaming bahwa akan dilakukan pengurangan karyawan sebesar 10%, atau sekitar 200 orang.
Senin, 7 Juli 2025 | 10:00 WIBInilah tren baru di kalangan founder startup yang datang dari Gen Z. Untuk membuat pengumuman pendanaan, mereka tidak lagi membuat siaran pers resmi.
Minggu, 29 Juni 2025 | 13:26 WIBApa Itu Google Search Live?
Jumat, 27 Juni 2025 | 11:00 WIBMengapa Pelatihan Data Penting?
Kamis, 26 Juni 2025 | 22:47 WIBSejak Threads diluncurkan pada Juli 2023, banyak pengguna merasa ada satu fitur penting yang kurang, yaitu direct message. Kini, Meta luncurkan fitur DM di Threads.
Kamis, 12 Juni 2025 | 15:23 WIBGoogle DeepMind, pusat penelitian AI dari Google, saat ini sedang menggarap “next-generation email”. Apa saja kemampuan email generasi baru ini?
Rabu, 4 Juni 2025 | 10:00 WIB