LogoDIGINATION LOGO

Blue Aqua Kembangkan Smart Aquaculture Solution untuk Budi Daya Ikan dan Udang Wilayah Asia

author Oleh Nur Shinta Dewi Kamis, 19 Agustus 2021 | 16:28 WIB
Share
Share

Blue Aqua International, perusahaan konsultan dan budidaya akuakultur internasional, akan bermitra dengan SAS dan Hewlett Packard Enterprise (HPE) untuk mengembangkan aplikasi “Smart Aquaculture Solution” guna mendorong produksi lokal ikan dan udang wilayah Asia, termasuk Singapura, Thailand, Indonesia, Vietnam, dan India. 

Kemitraan ini akan menjadi suatu ekosistem kolaboratif yang mendukung industri akuakultur lokal wilayah Asia melalui pengembangan aplikasi smart aquaculture solustion bagi para pembudidaya ikan dan udang.

Didukung program aplikasi smart aquaculture solution buatan (AI), aplikasii ini meliputi aplikasi seluler yang diprakarsai oleh platform SAS Viya. Lewat aplikasi tersebut, pembudidaya dapat mengetahui informasi parameter penting akuakultur, seperti kualitas air, pengelolaan pakan, dan kesehatan hewan budidaya, yang dihasilkan teknologi analitik data real-time.

“Smart Aquaculture solution ini akan membantu memantau lingkungan budidaya dan memberikan informasi yang mendukung pencapaian target produktivitas di tambak budidaya. Bermodal jaringan luas serta keahlian kami, aplikasi ini juga mampu diterapkan di sektor akuakultur wilayah Asia,” jelas Dr Farshad Shishehchian, Group PresidentCEO & Founder Blue Aqua International. 

Baca juga : AIIB Dukung Transformasi Digital Indonesia melalui Proyek Satelit Multifungsi PPP (Public-Private Partnership)

Dirancang khusus untuk pembudidaya  wilayah Asia, aplikasi ini dikembangkan dengan memperhatikan spesies yang umum dibudidaya, infrastruktur tambak, cuaca, dan penyakit yang banyak dijumpai di wilayah tersebut.

Pembudidaya juga akan menerima notifikasi  dari aplikasi apabila ada potensi masalah serta memberikan tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Data yang dikumpulkan terus menerus ditampilkan di layar seluler untuk memberikan informasi analitik tentang kualitas tambak kepada pengguna. 

Menurut Remco den Heijer, ASEAN Vice President SAS, para pembudidaya memiliki kesempatan besar untuk mentransformasi metode kerja dan beradaptasi dengan solusi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan memberikan hasil panen yang lebih besar melalui Smart Aquaculture solution.

“Pengembangan kemampuan AI sangatlah penting untuk keberhasilan jangka panjang program “Smart Aquaculture Solution” di wilayah ini. Kami bangga berkolaborasi dengan Blue Aqua dalam hal ini,” ujar Remco den Heijer.

Baca juga : Memberdayakan Green Data Center

Selaras dengan Remco, sebagai pemimpin teknologi global, HPE percaya bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu memecahkan banyak tantangan besar yang dihadapi masyarakat, melalui kemitraan dengan Blue Aqua dan SAS dalam membangun platform ini.

“kami ingin membantu para peternak memperoleh wawasan dari data yang terkumpul untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi, kapasitas, serta menekan biaya, sambil tetap menjaga komitmen terhadap budidaya yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi,” ujar Kong Hoe Chan, Managing Director HPE Singapura.

Dengan ketahanan pangan sebagai prioritas utama, analitik dapat menyediakan informasi penting yang membawa selangkah lebih maju dalam produksi tambak yang berkelanjutan dan efisien demi memenuhi permintaan lokal. 

Bermitra dengan para inovator teknologi terkemuka, mewujudkan industri budidaya lokal ikan dan udang yang cerdas adalah kemajuan besar ke depannya.

  • Editor: Nur Shinta Dewi
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

GoTo Umumkan PHK 1300 Karyawan

Perusahaan menegaskan bahwa karyawan yang terdampak akan memperoleh kompensasi sesuai dengan peraturan

Jumat, 18 November 2022 | 16:55 WIB