Ini Dia, Sepuluh Karya Anak Bangsa yang Dibawa Bekraf ke Licensing Expo China 2019!

author Oleh Alfhatin Pratama Jumat, 19 Juli 2019 | 08:15 WIB
Share
Ilustrasi kreativitas (shutterstock)
Share

Industri kreatif semakin hari semakin menunjukkan peluang besarnya. Setelah sebelumnya sukses membawa intellectual property (IP) karya anak bangsa ke Licensing Expo Hong Kong 2018, kali ini Badan Ekonomi Krearif (Bekraf) kembali membawa sepuluh IP karya anak bangsa untuk mengikuti pameran di Licensing Expo China 2019 di Shanghai, 24-26 Juli 2019. 

Untuk memilih sepuluh karya ini, sejak tahun 2018 Direktorat Pengembangan Pasar Dalam Negeri Deputi Pemasaran Bekraf telah dua kali menggelar program KATAPEL. Program ini tidak hanya menjaring peserta terbaik namun juga memberi pembekalan kepada para pelaku kreatif dari sub sektor Desain Komunikasi Visual (DKV), Fotografi, Film dan Animasi, TV, dan Radio.

Siapa saja, sih mereka?

Dari program KATAPEL Batch 1, ada lima dari karya anak bangsa yang terpilih. Antara lain,

1. Hey Blo!

Hey Blo adalah tayangan khusus kanak-kanak dan keluarga. Tujuannya adalah melindungi, mendidik, dan menghibur anak Indonesia sembari mengajarkan kreativitas, pemecahan masalah, dan empati.

Baca juga: Satu Lagi! Game Asal Indonesia Berhasil Masuk Nintendo Switch!

Para kreator dan perwakilan Bekraf berfoto bersama | Foto: Alfhatin Pratama
2. Komik Ga Jelas

Sebuah komik yang mengkampanyekan hashtag #salamgajelas. Mereka hadir di Instagram dan Facebook dengan cerita-cerita yang absurd tapi tetap lucu dan menarik.

3. Tahilalats

Komik yang juga dikenal sebagai Mind Blowon ini adalah daily comicstrip yang update di media sosial dan platform lain seperti Instagram, Path, Line@, Twitter, Facebook, dan LineWebtoon. Komik ini ditulis dan diilustrasikan oleh Nurfadli Mursyid.

4. Garudayana

Karya ini adalah komik aksi fantasi karangan komikus Is Yuniarto. Komik Garudayana mulai terbit perdana pada tahun 2009 dan hingga saat ini masih dilanjutkan oleh berbagai penerbit dalam bentuk komik fisik maupun komik web.

5. Educa Studio

Sebuah studio game developer yang fokus untuk memproduksi game edukatif. Berawal dari tahun 2012, hingga kini produk game edukatifnya sudah mencapai 200 produk. Ada yang dalam bentuk buku, aplikasi game yang bisa diunduh melalui Android atau IOS, dan ada juga board game.

Baca juga: Bikin Game Tapi untuk Belajar, Bisa Ya?

Contoh produk Educa Studio (Situs resmi Educa Studio)
Selanjutnya, lima karya lainnya berasal dari program KATAPEL Batch 2. Mereka adalah:

1. Mintchan

Dikenal sebagai virtual youtuber asli Indonesia. Tidak hanya hadir di YouTube, Mintchan juga hadir di LineWebtoon dengan memberikan konten keseharian yang menarik.

2. Gugug!

Karya unik ini adalah komik tanpa dialog. Mohammad Taufiq atau Emte ingin menghadirkan gambar yang bercerita.

3. Ghfosty's Comic

Dengan karakter yang unik, komik ini mengangkat tema tentang "Perkhilafan" dan "Cerita Ampas". 

4. Manguni Squad

Sebuah mobile game shooter yang memiliki tujuan untuk memperkenalkan budaya, bela negara, Pancasila, anti narkoba, dan cinta tanah air. Dengan tampilan first-person-shooter, game ini juga menghadirkan peta dan situs terkenal di Indonesia, seperti Borobudur.    

5. Satria Dewa: Gatotkaca

Sebuah film hero pewayangan yang dikemas untuk generasi milenial

Nah, pameran di negeri tirai bambu yang mereka ikuti ini akan dihadiri berbagai pihak seperti brand owners, potential investors, dan license buyers.

Baca juga: Ekonomi Kreatif Sumbang Rp922 Triliun, Startup Salah Satu Motornya!

Wakil Kepala Bekraf, Ricky Pesik mengatakan bahwa basis industri kreatif sangat mengandalkan kekuatan kapitalisasi Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) untuk mendapat nilai tambah ekonomi. "Tiongkok merupakan salah satu market terbesar untuk mengkormersialisasikan itu karena besarnya populasi dan potensi ekonominya," tambahnya.

Ia berharap, melalui program ini ekonomi kreatif nasional berbasis kapitalisasi HaKI atau penjualan lisensi karya bisa bersaing di pentas global, sehingga bisa mendorong peningkatan ekspor dan Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif. 

Deputi pemasaran Bekraf, Joshua Simanjuntak menuturkan bahwa karya kreatif yang mengangkat berbagai kebudayaan lokal harus bisa dikemas sehingga bisa lebih jauh dinikmati secara global. "Kami ingin produk kreatif karya anak bangsa bisa berkembang seluas dan sejauh mungkin, sehingga kelak ekonomi kreatif menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional," tambahnya.

Bagi generasi muda, ekonomi kreatif kini semakin diminati karena memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Kontribusinya terhadap PDB pun semakin meningkat. PDB ekonomi kreatif Indonesia pada tahun 2016 sudah mencapai Rp.922,59 triliun, melampaui Rp.1.000 triliun pada 2017 hingga meningkat mendekati Rp.1.102 triliun pada 2018. 

Baca juga: Sumbangan Film Bagi PDB Jadi Terbesar Kedua

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

It’s Never Too Late To Start Up

Kata siapa usia 40 tahun sudah terlalu tua untuk membangun startup? Adrian Gunadi, co Founder dan CEO Investree membuktikan bahwa hal tersebut salah...

Selasa, 3 Desember 2019 | 08:15 WIB

DISRUPTO 2019, Mengeksplorasi Tantangan Masa Depan Umat Manusia

DISRUPTO 2019 menjadi momentum untuk mengeksplorasi masa depan manusia dari berbagai aspek dan akan memperlihatkan bagaimana kemajuan teknologi yang telah dicapai manusia saat ini dapat membantu keberlangsungan hidup manusia di masa depan.

Selasa, 12 November 2019 | 08:15 WIB