LogoDIGINATION LOGO

AI Solusi Ancaman Siber

Oleh Sukindar Jumat, 25 Mei 2018 | 03:03 WIB
Share
Keamanan siber memberikan ancaman yang cukup besar di era transformasi digital
Share

Keamanan siber memberikan ancaman yang cukup besar di era transformasi digital. Hal ini dapat cukup menghambat setiap perusahaan di Indonesia menyongsong roadmap Making Indonesia 4.0.

Berdasarkan studi Frost & Sullivan, Insiden keamanan siber dapat  berpotensi menciptakan kerugian ekonomi di Indonesia hingga sebesar USD 34,2 miliar.

Studi yang berjudul “Understanding the Cybersecurity Threat Landscape in Asia Pacific: Securing the Modern Enterprise in a Digital World” juga menunjukan, ancaman keamanan siber dapat mengakibatkan 61% responden menunda transformasi digital perusahaannya.

Tujuan dari studi yang dilakukan terhadap 1.300 pimpinan bisnis dan TI ini adalah untuk menunjukkan sudut pandang keamanan siber bagi pengambil kebijakan bisnis dan TI mengenai kerugian ekonomi.

Selain itu, studi yang diprakarsai oleh Microsoft tersebut juga bertujuan untuk melihat celah-celah yang terdapat pada strategi keamanan siber.

Di Indonesia, terdapat sekitar 22% perusahaan responden yang telah mengalami insiden keamanan siber, dan sekitar 27% belum yakin karena belum melakukan pemeriksaan dengan benar.

Eksfiltrasi Data menjadi kekhawatiran yang paling besar, meskipun jenis serangan keamanan tingkat tinggi, seperti ransomware, telah mengambil cukup perhatian.

Hal ini dikarenakan Eksfiltrasi Data memiliki dampak yang sangat besar dan memerlukan pemulihan dalam waktu yang cukup lama.

Managing Director Frost & Sullivan Malaysia dan SVP Frost & Sullivan Asia-Pacific Hazmi Yusof mengungkapkan, “Meskipun kerugian langsung serangan siber merupakan yang paling nyata, hal tersebut hanyalah seperti ujung puncak gunung es (iceberg).

“Ada banyak kerugian-kerugian tersembunyi lainnya yang harus kita pertimbangkan dari sisi indirect dan induced, dan kerugian ekonomi setiap organisasi yang mengalami serangan keamanan siber seringkali diabaikan,” tambahnya.

Karena ancaman siber semakin berkembang, bentuknya berubah-ubah dan memiliki serangan yang semakin meluas, kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi sebuah solusi.

Kecerdasan buatan dapat menjadi lawan tangguh serangan siber karena memiliki kemampuan prediktif dan bertindak terhadap ancaman sesuai wawasan.

Kemampuan kecerdasan buatan ini sangat diperlukan di era kejahatan siber yang semakin meningkatkan frekuensi, skala, dan kecanggihannya.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB