Affiliate Jadi Mesin Baru Dongkrak Omzet, Ini Tips Affiliate untuk Seller!
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Sudah bukan rahasia lagi bahwa teknologi adalah faktor pendukung utama untuk kesuksesan dan keberlanjutan strategi kerja jarak jauh.
Menurut laporan Dell Technologies Remote Work Readiness Index, setidaknya 50% pekerja di kawasan Asia Pasifik dan Jepang merasa perusahaan tempat mereka bekerja telah menyediakan sumber daya teknologi yang dibutuhkan untuk bekerja jarak jauh.
Tapi para pekerja masih menghadapi sejumlah tantangan teknologi saat bekerja jarak jauh, seperti jaringan remote yang tidak stabil, terbatasnya akses ke sumber daya internal perusahaan, serta penggunaan perangkat/alat produktivitas pribadi untuk bekerja, yang tentunya memunculkan risiko ancaman keamanan siber.
Melakukan investasi infrastruktur teknologi yang tepat untuk strategi bekerja jarak jauh jangka panjang harus dilakukan sejak awal. Dell Technologies mengidentifikasi tiga investasi teknologi penting yang perlu dilakukan berbagai organisasi untuk bisa sukses di lingkungan kerja jarak jauh:
Sediakan perangkat produktivitas yang tepat untuk para pekerja
Pemimpin perusahaan perlu memprioritaskan pengalaman pekerja dalam model kerja hybrid dengan berinvestasi pada sumber daya teknologi berkualitas – mulai dari laptop dan monitor sampai ke aksesoris pelengkap – untuk mendukung karyawan mereka bisa bekerja secara produktif dan aman.
Menurut studi Remote Work Readiness Index, 39% pekerja di Asia Pasifik dan Jepang (Indonesia: 42%) menyatakan perangkat/alat produktivitas yang disediakan oleh perusahaan sebagai sumber daya teknologi utama yang harus disediakan perusahaan untuk mendukung mereka bekerja jarak jauh dalam jangka panjang.
Baca juga : WFH Berpotensi Tingkatkan Risiko Keamanan Siber Dalam Infrastruktur Cloud
Ada dua hal yang mungkin terjadi bila pekerja tidak mendapatkan perangkat/alat produktivitas yang mereka butuhkan dari perusahaan:
Pertama, produktivitas turun dan rasa frustrasi meningkat karena mereka merasa tidak mendapatkan dukungan untuk bisa berhasil bekerja di lingkungan kerja jarak jauh. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa membuat tim kehilangan motivasi, tingkat retensi karyawan turun dan mempengaruhi kinerja bisnis.
Kedua, tanpa perangkat/alat produktivitas yang tepat, para pekerja akan mengunduh dokumen perusahaan ke perangkat pribadi mereka untuk melakukan tugas sehari-hari. Hal tersebut dapat menyebabkan data perusahaan tidak terlindungi dan duplikasi data dilakukan di berbagai platform. Bagi organisasi/perusahaan, kondisi tersebut menimbulkan tantangan untuk melacak, mengelola, dan melindungi data sensitif yang disimpan di perangkat yang digunakan pekerja.
Siapkan infrastruktur TI modern untuk moda kerja hybrid
Moda kerja hybrid dalam jangka panjang perlu dirancang sebagai ruang kerja digital yang siap-digunakan-untuk-kebutuhan-apapun. Artinya, baik ketika pekerja bekerja dari rumah atau di kantor, perusahaan harus siap mendukung terciptanya kolaborasi yang lancar dan bisa mengelola sumber daya TI dari manapun.
Di Indonesia, 32% pekerja mengatakan bahwa sangatlah penting bagi mereka untuk bisa mengakses sumber daya internal perusahaan seperti akses ke intranet, data perusahaan/data bersama, database/perangkat CRM, dan sebagainya.
Semakin populernya tempat kerja hybrid juga berkontribusi pada meningkatnya adopsi teknologi cloud. Gartner memprediksi secara global pengeluaran end-user untuk layanan cloud publik akan meningkat 26,7% di tahun 2021, seiring upaya para CIO dan pemimpin TI lainnya untuk terus memprioritaskan berbagai aplikasi yang berbasis cloud seperti software as a service (SaaS).
Bagi perusahaan/organisasi yang baru mulai bertransisi ke cloud, mereka bisa mempertimbangkan untuk memulai dengan model infrastruktur hybrid cloud – yaitu, infrastruktur yang mengkombinasikan cloud publik, privat dan edge untuk mendukung beban kerja tradisional dan aplikasi generasi berikutnya.
Lindungi data perusahaan dengan solusi keamanan endpoint
Satu hal yang wajib dimiliki perusahaan yang menerapkan moda kerja hybrid adalah strategi keamanan dan pengamanan data yang tangguh. Moda bekerja jarak jauh menyebabkan data bisa tersebar di berbagai lokasi seperti pusat data, beberapa tempat kerja, serta ekosistem hybrid dan multi-cloud.
Baca juga : Memperkuat Keamanan Siber untuk Menjaga Privasi Data Nasional
Studi Dell Technologies Remote Work Readiness Index menemukan bahwa di Asia Pasifik dan Jepang hampir 1 dari 3 (28%) pekerja terpaksa menggunakan perangkat/alat produktivitas pribadi untuk bekerja. Situasi yang sama juga dialami 32% pekerja di Indonesia.
Kondisi tersebut membuat sejumlah besar data rahasia tersimpan di perangkat pribadi atau endpoint. Untuk mengelola data yang sangat banyak yang dihasilkan di level edge tersebut, organisasi/perusahaan harus bisa mencegah, mendeteksi dan merespon berbagai ancaman tersebut di mana pun lokasi kejadiannya.
Studi global terbaru dari Dell Technologies dan Forrester Consulting mengungkapkan 55% perusahaan di Asia Pasifik dan Jepang harus menempatkan sejumlah langkah darurat untuk menjaga keamanan data di luar jaringan perusahaan karena karyawan mereka masih terus bekerja dari jarak jauh.
Namun, alih-alih bereaksi secara reaktif, organisasi/perusahaan dapat berinvestasi di infrastruktur keamanan siber yang fleksibel, terukur, dan dapat dikelola, serta memastikan pencegahan proaktif terhadap ancaman keamanan dan kehilangan data menggunakan teknologi AI, machine learning, dan deteksi behavioural-endpoint yang mudah diterapkan.
Mengadopsi tempat kerja yang terhubung
Sebagai tambahan, dengan investasi teknologi yang tepat, perusahaan bisa dengan mudah bertransisi antara bekerja dari rumah dan di kantor dengan risiko operasional bisnis yang minimal.
Sebagai contoh, Dell Technologies telah mengimplementasikan strategi Connected Workplace selama lebih dari satu dekade. Program ini awalnya didesain untuk menyediakan lingkungan kerja yang fleksibel untuk karyawan perusahaan di seluruh dunia.
Baca juga : 3 Ancaman Yang Harus diPerhatikan Untuk Keamanan Data Pengguna Dunia Maya
Semua pengalaman menerapkan program Connected Workplace tersebut membuat tim TI perusahaan bisa dengan cepat mengalihkan 90% karyawan Dell di seluruh dunia ke moda bekerja jarak jauh hanya dalam waktu satu akhir pekan di bulan Maret 2020 atau di periode awal pandemi.
Pada akhirnya, kesuksesan bisnis saat ini tidak hanya tentang menyediakan teknologi yang tepat. Perusahaan juga perlu meningkatan keterampilan digital dan kesejahteraan karyawan saat mereka berusaha untuk mengatasi berbagai tantangan lainnya saat bekerja dari rumah, seperti kaburnya batasan antara kehidupan profesional dan pribadi.
Keberhasilan sebuah tempat kerja yang terhubung pada akhirnya bergantung pada kemampuan perusahaan untuk mengadopsi budaya kerja yang fleksibel dan didukung oleh infrastruktur teknologi yang tepat, untuk memungkinkan inovasi dan moda kerja jarak jauh yang efektif.
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB