LogoDIGINATION LOGO

Fasilitasi Pelaku Gig Economy, Gigacover Umumkan Layanan Finansial Baru

author Oleh Nur Shinta Dewi Kamis, 22 Juli 2021 | 19:21 WIB
Share
Share

Gigacover, Penyedia layanan fintech yang fokus pada pekerja independen (gig economy), mengumumkan layanan finansial baru untuk pelanggan di Asia Tenggara, termasuk layanan Earning Advances dan Pinjaman Produktif, melengkapi layanan perlindungan kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

Hingga saat ini, Gigacover telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan ternama seperti Gojek, Foodpanda dan Gogox di Singapura dan baru saja menambah Lalamove serta AXA Financial Agent di Indonesia, sambil terus menjangkau lebih banyak pemain lokal lainnya.

"Walaupun mendapat predikat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, kesejahteraan pekerja independen masih belum mendapatkan perhatian yang besar di sini. Kami harap Gigacover bisa menciptakan keamanan finansial dan jaminan kesehatan yang lebih baik bagi semua pekerja independen dan pelaku gig economy di Indonesia," kata Country Head Gigacover Indonesia, Cobysot Avego Putro.

Berdasarkan data World Bank 2019, tenaga kerja independen Asia Tenggara telah mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 30%, jumlah yang semakin meningkat pada tahun 2020 selama pandemi.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan ada sebanyak 33,34 juta orang di Indonesia yang bekerja sebagai pekerja paruh waktu atau pekerja lepas per Agustus 2020. Angka itu naik 4,32 juta orang atau 26 persen pada tahun itu.

Para pekerja independen di Indonesia menempati posisi terendah dari piramida perlindungan kerja, posisi mereka bahkan kalah dari pekerja kerah biru yang keamanan tenaga kerjanya dilindungi oleh UU No.13, tahun 2003.

Baca juga : Kenapa Seseorang Salah Mengambil Keputusan?

Mereka hampir tidak memiliki jaminan terkait tenaga kerja, baik jaminan pekerjaan, pendapatan atau perlindungan sosial. Jaminan sosial mereka tidak diwajibkan untuk masuk sebagai bagian dari hak yang harus diberikan pemberi kerja, yang berarti mereka harus membayar produk untuk melindungi diri mereka sendiri.

Dari data Gigacover, ditemukan bahwa lebih dari 50% pekerja independen di Indonesia memilih uang tunai dan perlindungan kesehatan sebagai tunjangan pilihannya.

Co-Founder & CEO Gigacover, Amerson Lin mengatakan, kehadiran pekerja lepas dan independen di Asia Tenggara menjadi tantangan dan peluang bagi fintech seiring peningkatan pengawasan dari regulator dan pekerja yang menuntut transparansi dan keadilan.

“Kami melihat peluang pertumbuhan yang sangat besar karena semakin banyak generasi milenial memilih untuk berwirausaha, dan perusahaan menerapkan perekrutan tenaga kerja hybrid dengan mengambil lebih banyak staf kontrak dan pekerja tidak tetap. Selama 5 tahun ke depan, kami menargetkan untuk dapat melayani 7 juta pekerja independen Indonesia dan mewujudkan visi kami untuk melayani lebih dari 20 juta pengguna di seluruh wilayah Asia Tenggara,” ujar Amerson.

Baca juga : Buat Tren Hobi Jadi Peluang Usaha

Di Jakarta sendiri, Gigacover mengalami peningkatan dalam jumlah Earnings Advance dan transaksi asuransi mikro sebesar tiga kali lipat pada Q2 tahun 2021, sehingga meningkatkan penggunaan produk Gigacover secara keseluruhan di Indonesia hingga 60% di kalangan komunitas pekerja independen.

Contry Head Gigacover Indonesia, Cobysot Avego Putro mengungkap tiga segmen pekerja sebagai pengguna terbanyak adalah pekerja dari industri logistik, outsourcing dan pekerja seni sebagai salah satunya.

“Inklusi dan stabilitas keuangan masih menjadi tantangan mendesak yang menghambat ekosistem berkelanjutan untuk gig economy di wilayah Indonesia. Sebagai platform keuangan, Gigacover berharap bahwa pilihan untuk menjadi pekerja independen juga bisa sama valid, stabil, dan menguntungkannya seperti pilihan bekerja dalam perusahaan,” kata Coby.

Dengan pasar utama meliputi Indonesia dan Singapura, saat ini Gigacover dapat dianggap sebagai pemimpin pasar di regional karena bekerja dengan lebih dari 50% platform dan marketplace yang terkait dengan pekerja independen.

Gigacover juga telah memulai pembangunan di Filipina dan berencana untuk memasuki pasar Vietnam sebagai bagian dari strategi ekspansi di Asia Tenggara.

  • Editor: Nur Shinta Dewi
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE