LogoDIGINATION LOGO

3 Teknik Marketing Nol Rupiah

author Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Kamis, 9 Mei 2019 | 12:30 WIB
Share
Ilustrasi marketing (shutterstock)
Share

Memiliki produk, layanan dan web terbaik adalah elemen penting untuk menumbuhkan bisnis. Namun semuanya bisa sia-sia tanpa adanya strategi marketing yang baik pula.

Rencana dan teknik marketing bisa jadi kunci sukses suatu bisnis. Tanpa marketing, tidak ada yang orang yang melihat produkmu. Jika tidak ada yang tahu, maka tidak ada pemasukan bagi bisnismu.

Marketing bisa mahal. Ketika membayar iklan atau menggunakan jasa profesional. Tapi bisa juga murah, bahkan gratis, namun tetap efektif. Kamu dapat menggunakan strategi ini sekarang juga untuk menumbuhkan basis pelanggan dan mendapatkan lebih banyak penjualan:

1. Wawancara podcast

Menurut survei podcast Indonesia 2018, 70 persen orang mengetahui apa itu podcast dan 80 persen mendengarkan podcast 6 bulan terakhir. Dan angka ini akan terus tumbuh seiring semakin tingginya penikmat podcast di Indonesia dan global.

Data ini adalah peluang. Jangan sampai melewatkan kesempatan ini!

Kamu memiliki kesempatan untuk meluncurkan podcast sendiri atau diwawancara di acara podcast tertentu dan tentu saja sekaligus memasarkan bisnismu ke pelanggan potensial baru. Pendengar podcast memiliki tingkat engagement yang tinggi. Promosikan website, sosial media dan nomor yang bisa dihubungi untuk mendapatkan produkmu.

Untuk membuatnya lebih menarik, jangan terlalu hard selling. Bagikan pengetahuan dan giring pendengar pada keutamaan produkmu, baru di akhir acara promosikan bisnismu. Cara ini terbukti efektif.

Untuk mencari show yang cocok dengan topikmu, kamu bisa cek di Kaskus Podcast, iTunes atau Spotify.

Baca juga: Cobain KASKUS Podcast, Gan!

Ilustrasi podcast (shutterstock)

2. Mencari audiens yang lebih besar

Jika followers Instagram, Facebook atau pengunjung website bisnismu tidak terlalu besar, coba cari tempat lain yang memilki audiens lebih banyak.

Misalnya, lakukan kolaborasi di youtube atau webinar terkenal. Kamu bisa membagikan pengalaman dan pengetahuanmu dalam membangun bisnis dalam acara tersebut. Dan mereka bisa mendapat konten berkualitas. Simbiosis mutualisme.

Hasilnya, bisnismu bisa dikenal banyak orang dan berpotensi mendapatkan jutaan pengunjung tiap bulannya.  

Baca juga: Lebih Dekat Dengan Pelanggan Berkat AI? Bisa!

Ilustrasi sosial media (shutterstock)

3. Ciptakan konten menarik

Konten yang kuat harus memiliki audio, video dan cerita yang menarik. Konten yang kuat bisa menjadi senjata menarik audiens potensial untuk mengetahui, menyukai dan mempercayai produkmu. 

Konten yang menarik akan mudah dibagikan, menciptakan pemasaran dari mulut ke mulut. Jangan remehkan kekuatan konten. Jika kontenmu menarik akan mudah tersebarluas di sosial media dan viral. 

Bisa jadi, tiga strategi marketing gartis ini menjadi langkah awal pertumbuhan eksplosif untuk bisnismu meningkatkan pemasukan. Selamat mencoba!

Baca juga: 5 Tren Video Marketing Di Tahun 2019

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

2 Kriteria Wajib Dipenuhi Untuk Memilih Pekerjaan Baru

Setelah resign dari kantor lama yang tidak benefit untuk mengimprove kemampuanmu, saatnya mencari pekerjaan baru yang lebih baik. Tapi sebelumnya catat kriteria ini, agar kariermu semakin baik!

Senin, 7 Oktober 2019 | 08:19 WIB

Pliss, Berhenti Lakukan 4 Hal Ini, Ya...

Ada banyak rintangan yang harus dilalui entrepreneur untuk menggapai kesuksesan. Jangan lupa, Ini 4 hal yang harus berhenti kamu lakukan, ya...

Senin, 16 September 2019 | 08:15 WIB

5 Pondasi Membangun Startup

Jika kamu ingin memulai startupmu sendiri, bangun 5 pondasi ini agar startup sukses dan langgeng

Selasa, 11 Juni 2019 | 16:35 WIB

Ya, Pebisnis Juga Perlu Jadi Pendongeng!

Merebut perhatian pelanggan ternyata bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknik bercerita. Pebisnis pun perlu jadi pendongeng lho!

Selasa, 11 Juni 2019 | 08:15 WIB

Jurus Google Agar Karyawan Capai Target

OKR atau Objective and Key Results adalah metode pengukuran manajemen kerja yang diterapkan oleh Google. Dan membuatnya sukses seperti sekarang ini.

Jumat, 17 Mei 2019 | 10:36 WIB