Orang Tua Rentan Menjadi Target Kejahatan Siber, Ini yang Harus Dilakukan!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) telah diperkenalkan pada tanggal 4 Desember 2017 dan kemudian diimplementasikan secara bertahap sampai dengan tahun 2022.
Pada 3 Mei 2018, Bank Indonesia dan perbankan serentak meluncurkan kartu GPN dengan lambang burung garuda untuk mempermudah transaksi keuangan menggunakan kartu debit/ATM.
Dalam Peraturan Bank Indonesia No. 19/8/2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional disebutkan bahwa penyelenggaraan GPN dilakukan oleh 3 (tiga) lembaga, yaitu Lembaga Standar, Lembaga Switching, dan Lembaga Services.
Selain hal tersebut, Bank Indonesia mengatur mengenai Branding Nasional, pengaturan MDR, serta tatacara terkoneksi dengan GPN.
Ketentuan GPN juga mengatur kewajiban Penerbit kartu ATM/Debit sebagai pihak yang yang terhubung dengan GPN agar terkoneksi dengan 1 (satu) Lembaga Switching pada 31 Desember 2017. Dan selanjutnya, terkoneksi dengan 2 (dua) Lembaga Switching, paling lambat pada 30 Juni 2018.
Kehadiran kartu berlogo GPN akan mewujudkan interoperabilitas secara penuh dalam ekosistem pembayaran retail.
“Hadirnya kartu berlogo GPN menjadi momentum penting bagi bangsa ini, dimana masyarakat memiliki kebanggaan terhadap kartu pembayaran berstandar nasional untuk bertransaksi di seluruh wilayah NKRI,” ujar Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional, Pungky P. Wibowo, dalam pengantarnya saat peluncuran kartu debit berlogo GPN, di Jakarta.
Kartu berlogo GPN menandai suatu milestone penting dalam pengembangan sistem pembayaran di Indonesia. GPN menjadi langkah terobosan untuk menghilangkan batasan layanan pembayaran karena mengintegrasikan berbagai instrumen dan kanal pembayaran secara nasional.
Sebelum adanya GPN, masih terdapat fragmentasi dan inefisiensi dalam transaksi di Indonesia. Selain itu, platform sistem pembayaran yang ada masih bersifat eksklusif sehingga belum mampu menyediakan ekosistem layanan yang dapat melayani antar Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).
Dengan GPN Kini masyarakat dapat bertransaksi dari bank mana pun, dengan menggunakan instrumen dan kanal pembayaran apa pun. Dengan kata lain, masyarakat kini hanya perlu menggunakan satu kartu ATM/Debit dari bank mana pun yang memiliki logo GPN untuk melakukan transaksi di semua intrumen dan merchant.
Dampak sistem interkoneksi dan interoperabilitas GPN juga akan menciptakan ekosistem yang kondusif untuk pelaksanaan Bansos NonTunai, keuangan inklusif, dan program lainnya.
Hingga kini, dari total 100 bank, sebanyak 98 bank penerbit telah mendapat persetujuan penerbitan kartu berlogo GPN dan sekitar 400.000 kartu tersebut sudah dicetak. Sebanyak dan 60 persen sudah didistribusikan oleh 38 bank di seluruh Indonesia.
Berbeda dengan kartu debit berlogo Visa dan Mastercard yang diproses menggunakan principal luar negeri, pemrosesan transaksi domestik terhadap kartu debit (off us) berlogo GPN dilakukan di Indonesia sehingga keamanan data transaksi nasabah domestik lebih terjamin.
Apalagi keuntungan GPN bagi masyarakat? Dan bagaimana lembaga penyelenggara GPN menjalankan fungsinya? Nantikan ulasan selanjutnya di Digination.id.
Baca juga: BNI Bawa Kartu Debit berlogo GPN di Inacraft 2018
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pengelolaan sampah organik lebih mudah karena lebih mudah terurai, lantas bagaimana dengan sampah plastik?
Kamis, 8 Januari 2026 | 16:38 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB
IHC dan ICC resmi memperkenalkan platform otaQku. Apa itu?
Kamis, 17 Juli 2025 | 17:32 WIB
Polri memperkenalkan robot humanoid dan robot quadruped (i-K9), yang siap jadi rekan kerja Polri terutama dalam situasi beresiko tinggi. Apa saja fiturnya?
Kamis, 10 Juli 2025 | 11:51 WIB