LogoDIGINATION LOGO

Ini Cara Menyusun Business Plan untuk Bisnis

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Kamis, 23 Mei 2019 | 10:49 WIB
Share
Ilustrasi business plan (shutterstock)
Share

Apakah kamu ingin memulai bisnis baru? Jika ya, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat business plan atau rencana bisnis. 

Business plan merupakan dokumen penting dalam menjalankan bisnis. Fungsinya sebagai petunjuk jalan bagi entrepreneur sekaligus penarik investor untuk pendanaan.

Perlu diingat, business plan bukan hanya sekedar rencana dan proyeksi kasar, melainkan harus melalui data riset untuk memperkuat perencanaan bisnismu.

Business plan harus dipikirkan dan direncanakan dengan matang. Tanpa business plan, peluang gagal akan semakin lebar dalam mengembangkan bisnis barumu.

Baca juga: Creative Business Cup Indonesia 2017 Buka Potensi Kreativitas Bisnis Startup

 

Hal Yang Harus Diperhatikan

Hal pertama yang harus diingat saat menulis business plan adalah realistis. Disesuaikan dengan waktu, modal dan tenaga yang kamu miliki. Business plan meliputi rencana strategis perusahaan, pengembangan rencana marketing dan rencana operasi bisnis.

Bagi kebanyakan entrepreneur, business plan merupakan langkah awal dalam memulai bisnis. Guna mencari tahu bahwa ide yang dimiliki realistis atau tidak. Menghindari buang-buang waktu dan tenaga untuk bisnis tanpa harapan.

Baca juga: 8 Tips Memulai Bisnis, Sekalipun Tak Tahu Mulai Dari Mana...

Ilustrasi business plan (shutterstock)

Dilansir melalui Forbes, SBA.gov merekomendasikan business plan berisi:

  • Ringkasan eksekutif: ringkasan singkat terkait bisnis
  • Profil perusahaan: penjelasan tujuan, visi dan prinsip perusahaan
  • Analisa pasar: deskripsi pasar disertai riset industri, pasar dan kompetitor
  • Organisasi dan manajemen: penjelasan terkait struktur hukum dan manajemen perusahaan
  • Produk dan layanan: informasi tentang produk dan layanan yang ditawarkan
  • Strategi pemasaran dan penjualan: mempresentasikan cara mempromosikan produk atau layanan
  • Permintaan fundingberisi paket-paket investasi yang ditawarkan beserta tujuan dan penggunaan dananya
  • Data keuangan: informasi terkait laporan keuangan dan neraca perusahaan
  • Lampiran: bagian operasional, informasi tambahan yang mendukung bisnis seperti  izin dan lain-lain

Baca juga: 3 Teknik Marketing Nol Rupiah

 

Ilustrasi business plan (shutterstock)

Pihak-pihak Potensial Diberikan Business Plan

1. Sumber pendanaan potensial 

Jika kamu membutuhkan modal awal untuk bisnis baik dari bank, teman atau keluarga, business plan bisa sangat membantu. Business plan menjadi alat untuk memahami dan memperkirakan risiko bisnis sebelum melakukan pendanaan.

2. Partner potensial dan investor

Business plan membantu angel investor atau pemodal ventura atau bahkan kerabat atau teman mengevaluasi bisnismu untuk melihat potensi dalam berinvestasi.

3. Calon karyawan

Ketika kamu mulai memerlukan karyawan-karyawan terbaik, business plan bisa jadi alat penarik talenta-talenta hebat yang ada. Business plan akan membantu calon karyawan memahami tujuan perusahaan. Dan lebih penting, mereka dapat membantumu mencapai tujuan.

4. Potensi Joint Ventures

Joint ventures layaknya kemitraan antara dua perusahaan. Joint ventures merupakan perjanjian formal untuk berbagi pekerjaan dan berbagi laba dan pendapatan dengan mitra. Sebagai perusahaan baru, mencari mitra potensial bisa jadi sebuah opsi yang sangat menguntungkan.

Nah, tunggu apa lagi? Buat business planmu sekarang juga dan mulai usahamu sendiri! 

Baca juga:  Gaess, Peluang Besar Untuk Startup Kesehatan di Indonesia, Nih!

 

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur, Forbes, INC
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

5 Pondasi Membangun Startup

Jika kamu ingin memulai startupmu sendiri, bangun 5 pondasi ini agar startup sukses dan langgeng

Selasa, 11 Juni 2019 | 16:35 WIB

Ya, Pebisnis Juga Perlu Jadi Pendongeng!

Merebut perhatian pelanggan ternyata bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknik bercerita. Pebisnis pun perlu jadi pendongeng lho!

Selasa, 11 Juni 2019 | 08:15 WIB

Jurus Google Agar Karyawan Capai Target

OKR atau Objective and Key Results adalah metode pengukuran manajemen kerja yang diterapkan oleh Google. Dan membuatnya sukses seperti sekarang ini.

Jumat, 17 Mei 2019 | 10:36 WIB

Cegah Karyawan "Hangus" dengan Metode Ini

Burnout adalah masalah serius dan bisa berakibat buruk bagi karyawan, organisasi dan bisnis. Namun semuanya bisa dikenali, dicegah dan dikelola dengan 4 langkah sederhana ini.

Senin, 6 Mei 2019 | 10:04 WIB

Jangan Salah Langkah Jualan Online

Di era serba digital ini, para entrepreneur dimudahkan dalam memasarkan produknya dengan digital marketing. Tapi, jangan salah langkah ya.

Jumat, 3 Mei 2019 | 10:16 WIB

Rawat Dirimu Agar Bisnis Makin Sukses

Memulai bisnis memang butuh kerja keras dan perjuangan ekstra, namun merawat diri sendiri atau self care adalah hal yang tidak bisa ditinggalkan.

Jumat, 26 April 2019 | 15:52 WIB