LogoDIGINATION LOGO

ESB, Penyedia Software Sistem Operasional Bisnis Kuliner Raih Pendanaan Seri A Senilai USD 7,6 Juta

author Oleh Nur Shinta Dewi Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:38 WIB
Share
Share

ESB, platform yang mengintegrasi sistem operasional restoran di Indonesia,mengumumkan putaran pendanaan Seri A+ senilai USD 7,6 juta atau senilai Rp 110 miliar yang dipimpin oleh Alpha JWC Ventures. BEENEXT, Vulcan Capital, AC Ventures, dan Skystar Capital juga berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini.

ESB adalah penyedia software sistem operasional bisnis kuliner all-in-one yang menghubungkan front-end, back-end, konsumen, dan mitra rantai pasokan untuk restoran.

Sejak didirikan pada tahun 2014, misi ESB adalah membantu bisnis F&B untuk meningkatkan keuntungan dengan menggunakan teknologi guna memperbaiki hasil penjualan dan efisiensi operasional.

“Platform teknologi ESB telah menghadirkan solusi F&B end-to-end berbasis cloud yang unik untuk membantu restoran dalam mengurangi biaya, mengelola operasional, dan meningkatkan pengiriman secara daring. Platform mereka siap merevolusi pasar multi-miliar dolar dine-in dan take away di Indonesia,” kata Adrian Li, Founder and Managing Partner, AC Ventures.

ESB yakin bahwa bisnis kuliner akan bangkit kembali setelah terkena dampak COVID-19, dan ESB hadir untuk mendukung dalam menyambut era new normal. Selain memungkinkan pemesanan melalui ponsel, produk ERP dan POS ESB juga terbukti menjadi penyelamat bagi banyak bisnis F&B dengan meminimalisir terjadinya kebocoran maupun human error.

“F&B adalah industri yang terus berkembang dengan hadirnya pendatang baru secara terus menerus setiap bulannya. Namun selama pandemi, sebagian besar mengalami titik kesulitan yang sama dalam beradaptasi dengan perilaku konsumen masa kini dan perubahan struktur operasional restoran. Banyaknya merek F&B terkemuka yang menggunakan produk ESB membuktikan manfaat nyata ESB bagi para pebisnis F&B. Sebagai mitra, kami yakin bahwa ESB dapat memainkan peran penting dalam transformasi digital,” ucap Eko Kurniadi, Partner, Alpha JWC Ventures.

Baca juga : Raih Pendanaan Seri-C Senilai USD150, Xendit jadi Unicorn Baru di Indonesia

Menurut para pendiri ESB yaitu Gunawan Woen, Eka Prasetya, Setiadi Prawiryo Moeljadi, dan Dwi Prawira, yang telah memiliki pengalaman selama puluhan tahun dalam sistem operasi dan rantai pasokan bisnis F&B, ESB telah mengidentifikasi beberapa masalah terdahulu di industri ini dan menciptakan solusi unique-cloud-based-technology

Perusahaan ini lahir dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi para pendiri dalam menjalankan bisnis F&B, terutama dalam menggunakan banyak software dalam operasional bisnis mereka.

Awalnya, ESB memulai usaha dengan menciptakan solusi cloud Perencanaan Sumber daya Perusahaan (ERP) yang dapat disesuaikan untuk mengganti sistem hardware-based yang tradisional dan kurang terjangkau.

ESB kemudian memperluas produknya dengan sistem operasional restoran all-in-one yang mencakup sistem Point-of-Sale (POS) dan teknologi Mobile Ordering (ESB Order).

Dengan pendekatan all-in-one, para pendiri ESB bercita-cita untuk memudahkan dan memperpendek proses operasional, terutama bagi pengusaha bisnis F&B yang memiliki banyak cabang dan yang berhubungan langsung dengan konsumen.

ESB bercita-cita untuk mengikuti kesuksesan Toast di Amerika Serikat yang baru-baru ini sukses dalam Initial Public Offering (IPO).

“Bisnis restoran merupakan perpaduan antara manufaktur, perdagangan, dan ritel. Kami berusaha meringankan beban dan mengatasi masalah pelaku bisnis restoran yang menggunakan platform terpisah untuk memenuhi aspek yang berbeda. Pada saat yang sama, ESB juga membantu bisnis F&B dalam mengoptimalkan consumer engagement, sistem operasional dan pada akhirnya untuk meningkatkan keuntungan mereka,” ucap Gunawan Woen, Co-Founder dan CEO ESB.

Baca juga : Evermos Raih Pendanaan Seri B US$30, Siap Kembangkan Teknologi

ESB telah melayani lebih dari 500 merek F&B, termasuk group besar seperti MAP Boga Adiperkasa, Boga Group, Ismaya Group, Sour Sally Group, dan Marugame Udon, dalam memproses lebih dari 40 juta pesanan setiap tahun.

Saat ini lebih dari 95% pengguna ESB menggunakan seluruh sistem software front end dan backend, yang membuktikan adanya kebutuhan untuk optimalisasi secara holistik.

ESB berhasil tumbuh sebesar 3 kali lipat dari tahun sebelumnya selama pandemi berlangsung karena permintaan pemesanan dengan sistem touchless yang disediakan oleh ESB melalui layanan ESB Order.

Saat ini, ESB telah memproses Nilai Transaksi Bruto dengan total lebih dari USD 500 juta dan diperkirakan akan tumbuh 10 kali dalam dua tahun ke depan. Pada akhirnya, hal ini adalah bukti kemampuan ESB dalam memberikan manfaat bagi para pebisnis F&B dan membantu mereka bertahan di masa yang penuh tantangan saat ini.

Melalui pendanaan baru ini, ESB akan semakin memperluas penawaran mereka termasuk dengan fitur upselling, peningkatan intelegensi bisnis (BI), solusi pengiriman, solusi pembiayaan, sistem finansial, dan sistem informasi sumber daya manusia (HRIS) agar menjadi penyedia sistem operasional bisnis end-to-end di industri F&B yang lebih besar lagi.

 

  • Editor: Nur Shinta Dewi
TAGS
LATEST ARTICLE