LogoDIGINATION LOGO

Ketemu Investor? Jangan Pernah Ucapkan 5 Kalimat Ini!

Oleh Ana Fauziyah Sabtu, 9 Februari 2019 | 15:30 WIB
Share
Ilustrasi saat pitching dengan investor. (Foto: Pexels)
Share

Banyak yang bilang bahwa menarik hati investor sama seperti menarik hati kekasih. Investor tentu saja ingin mengenal bisnis kamu lebih jauh dan mencari kecocokan untuk berinvestasi. Karena itu, berkomunikasi secara efektif sangat penting agar sukses menarik hatinya.

Sama seperti saat berkencan, ada kan topik-topik tertentu yang terlarang? Misalnya, jangan pernah ngomongin mantan, apalagi soal sikap-sikap mantan yang menyebalkan. Atau, jangan terlalu banyak membual tentang diri sendiri.

Nah, saat bertemu dengan investor, ada juga kalimat tertentu yang sebaiknya tidak dikatakan agar tidak merusak hubungan kamu dengan investor potensial.

Untuk itu, Digination.id telah merangkum 5 kalimat yang terlarang diucapkan kepada investor. Tentu saja agar kamu tidak keceplosan dan menjadi bumerang nantinya. Mau tahu apa saja kalimat terlarang tersebut? Simak ulasan berikut.

Baca juga: Hindari Kesalahan Ini Saat Pitching

Hindari kalimat tertentu saat berbicara dengan investor. (Foto: Pexels)

“Bisnisku tidak punya pesaing”

Mungkin kamu mengira kalimat tersebut memberi kesan positif. Kamu ingin menunjukkan bahwa bisnismu sangat penting dan dibutuhkan pelanggan, dan tidak ada satupun kompetitor yang melawannya. Namun bukannya mendapat kesan bagus, kalimat di atas justru menjadi bumerang lho.

Mengatakan bahwa bisnismu tidak memiliki pesaing, seolah menunjukkan bahwa kamu tidak melakukan analisis pasar. Atau berarti kamu tidak siap dengan data dan fakta di lapangan sehingga tidak mampu memahami pasar.

Mengapa? Karena semua bisnis pasti memiliki pesaing, tidak mungkin tidak ada lawannya. Kalau jujur soal pesaing dan tantangan yang bakal dihadapi, investor justru tidak segan-segan turun tangan membantu menyelesaikan masalah tersebut. Jangan ditutup-tutupi!

“Tidak ada yang bisa mencuri teknologi saya, karena saya punya hak paten”

Kalimat ini mungkin terdengar meyakinkan tapi justru tidak mengesankan bagi investor. Bayangkan, di dalam hutan belantara dunia startup yang terus berkembang, tidak ada satupun yang benar-benar bisa melindungi temuannya. Dan sangat lumrah terjadi karena satu inovasi pasti berangkat dari temuan sebelumnya.

Kamu tentu tidak akan mengejar setiap pihak yang memakai temuan kamu. Hal ini tentu saja sangat membuang-buang waktu. Lebih baik fokuslah menggunakan waktu dan sumber daya untuk mengeksekusi ide-ide kamu dengan cara yang tidak bisa disalin orang lain. Bicarakan tentang ide-ide yang inovatif dan kreatif dengan investor. Hal ini pasti sangat menarik hati mereka.

Baca juga: 3 Langah Agar Proposal Bisnismu Meyakinkan

Ilustrasi kerja sama. (Foto: Pexels)

“Saya tidak peduli dengan monetisasi, saya ingin membangun user experience yang baik”

Hanya segelintir orang yang bisa mengatakan ini, yaitu Zuckerberg, Dorsey, Page, Brin. Satu-satunya alasan mereka dapat mengatakannya adalah karena mereka memiliki kemampuan yang telah terbukti untuk membangun khalayak yang besar dan akhirnya mencari cara untuk menghasilkan banyak uang. Alih-alih mengatakan hal seperti itu, lebih baik jelaskan tentang model bisnis yang kamu pikirkan dan yang sesuai untuk bisnis kamu.

“Saya yakin produk akan terjual dengan sendirinya”

Sebagus apapun kualitas suatu produk, tidak ada jaminan akan terjual dengan sendirinya tanpa model bisnis, pemasaran yang baik, sumber daya manusia, akuisisi pelanggan, dan lain sebagainya. Kalimat di atas bagai mengatakan bisa berkendara berpuluh-puluh kilometer tanpa khawatir kehabisan bahan bakar. Mustahil gitu lho!

“Saya tidak ambisius dan membiarkan bisnis ini berjalan mengalir saja”

Catat! Investor tidak akan mau berpisah dengan uangnya begitu saja. Meskipun kamu memiliki produk dan ide yang bagus, dia perlu tahu persis bagaimana kamu akan menggunakan investasi keuangannya. Mengatakan kalimat seperti di atas akan membuatnya ragu tentang visi dan misi kamu ke depan dan segan mengucurkan dana.

Karenanya, kamu harus memiliki rencana tentang bagaimana kamu akan memanfaatkan dana investasi tersebut secara maksimal. Rencana ini harus spesifik mulai dari pengembangan atau penciptaan produk, peningkatan mutu SDM, inovasi apa yang diharapkan jika pengembangan produk berhasil, reaksi yang akan dilakukan jika gagal, celah-celah di mana kamu perlu dana tambahan dan lain sebagainya. Jika kamu menjelaskannya secara rinci, bukan tidak mungkin investor tanpa pikir panjang akan mempercayai kamu.

Yup, ingat 5 kalimat terlarang tersebut ya. Semoga sukses saat pitching!

Baca juga: Ternyata Ini Cara Dapatkan Pendanaan Investor

 

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Venturebeat, inc-asean, Startupyard, Assiomatica
TAGS
RECOMMENDATION

Kenali 3 Jenis Investor untuk Bisnismu

Jika bisnismu makin berkembang, bisa jadi kamu butuh kucuran dana segar untuk membuatnya terus tumbuh. Yuk, kenalan dengan 3 jenis investor.

Minggu, 23 September 2018 | 16:35 WIB
LATEST ARTICLE

5 Pondasi Membangun Startup

Jika kamu ingin memulai startupmu sendiri, bangun 5 pondasi ini agar startup sukses dan langgeng

Selasa, 11 Juni 2019 | 16:35 WIB

Ya, Pebisnis Juga Perlu Jadi Pendongeng!

Merebut perhatian pelanggan ternyata bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknik bercerita. Pebisnis pun perlu jadi pendongeng lho!

Selasa, 11 Juni 2019 | 08:15 WIB

Jurus Google Agar Karyawan Capai Target

OKR atau Objective and Key Results adalah metode pengukuran manajemen kerja yang diterapkan oleh Google. Dan membuatnya sukses seperti sekarang ini.

Jumat, 17 Mei 2019 | 10:36 WIB

Cegah Karyawan "Hangus" dengan Metode Ini

Burnout adalah masalah serius dan bisa berakibat buruk bagi karyawan, organisasi dan bisnis. Namun semuanya bisa dikenali, dicegah dan dikelola dengan 4 langkah sederhana ini.

Senin, 6 Mei 2019 | 10:04 WIB

Jangan Salah Langkah Jualan Online

Di era serba digital ini, para entrepreneur dimudahkan dalam memasarkan produknya dengan digital marketing. Tapi, jangan salah langkah ya.

Jumat, 3 Mei 2019 | 10:16 WIB

Rawat Dirimu Agar Bisnis Makin Sukses

Memulai bisnis memang butuh kerja keras dan perjuangan ekstra, namun merawat diri sendiri atau self care adalah hal yang tidak bisa ditinggalkan.

Jumat, 26 April 2019 | 15:52 WIB