Yuk, Intip Tips Bisnis Sejak Mahasiswa Ala GotongRoyong.com

Oleh: Alfhatin Pratama
Selasa, 28 Mei 2019 | 15:12 WIB
Luthfi Abdurrahim, Co-Founder dan CTO GotongRoyong.com | Dokumen Pribadi

 

Luthfi Abdurrahim adalah Co-Founder sekaligus Chief Technology Officer (CTO) di platform urun dana atau crowdsourcing bernama GotongRoyong.com. Bersama dua orang rekannya, Luthfi membangun platform ini ketika kuliah di semester akhir Fakultas Ilmu Komputer UI pada 2018.

Dua co-founder yang lain adalah M. Radhiyan Pasopati Pribadi dan Mutsla Qanitah yang berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI. 

GotongRoyong adalah platform crowdfunding atau urun dana. Uniknya, di platform ini sistemnya donasi uang tanpa uang. Loh, kok bisa? Yap, karena uang donasi yang dikumpulkan berasal dari iklan yang ditonton pengguna. Lewat sistem ini, GotongRoyong memudahkan proses donasi atau urun dana. Siapapun bisa ikut berdonasi walaupun tidak punya uang sepeser pun!

 

Ohya, saat ini GotongRoyong masih berada di bawah naungan Laboratorium Reliable Software Engineering (RSE) Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia loh.

Baca juga: Ini Kualitas Founder Startup Anti Gagal

Kepada Digination.id, Luthfi memberikan tiga tips berbisnis sejak masih mahasiswa. Yuk simak berikut ini:

1. Niat dan motivasi

Poin pertama ini ia dapatkan dari pengalamannya. "Beberapa orang ada yang memiliki ide bagus tapi startup-nya gak jalan. Ada juga orang-orang yang startup-nya sudah lumayan besar karena didukung dengan ide-ide yang bagus. Yang membedakan dari keduanya adalah niat dan motivasi. Yang satunya punya niat dan motivasi yang kuat, yang satunya hanya ide tapi niat dan motivasinya belum kuat," kata Luthfi.

Mendirikan startup, menurutnya, tidak mudah. "Banyak orang tergiur lihat startup, unicorn, dan lainnya tapi tidak melihat dibalik kesuksesan itu ada perjuangan yang berat yang harus dilalui. Kembali lagi, niat dan motivasi harus kuat," tambahnya.

Baca juga: Ini 5 Hal yang Membuatmu Jadi Studentpreneur Sukses...

2. Berangkat dari permasalahan yang ada

Selanjutnya, Luthfi melanjutkan bahwa poin kedua ini sangat penting. Alasannya karena startup sering mengalami kegagalan karena tidak ada market untuk customer yang menggunakannya. Customer menilai produk yang ditawarkan startup tersebut tidak memberikan solusi terhadap masalah yang mereka alami.

Bingung memulai bisnis? (shutterstock)

3. Mencari tim yang solid

Terakhir, Luthfi mengatakan bahwa membuat startup secara independen mungkin bisa saja dilakukan tapi startup tersebut akan bergerak lebih lama. Bisa jadi, ketika kita menjalankannya sendiri, hal yang kita lakukan adalah hal di luar kemampuan diri kita.

"Tim dibutuhkan untuk bisa saling melengkapi. Untuk mulai di awal, maksimal tiga orang sudah cukup. Cari tim yang tepat dengan pertimbangan yang matang. Poin ini juga sangat krusial karena jika startup semakin besar, startup membutuhkan investor, investor tidak hanya melihat dari segi bisnisnya saja tapi juga melihat apakah startup tersebut punya tim yang solid," tutupnya.

Nah, buat teman-teman sudah siap untuk memulai bisnismu? Yuk, mulai walaupun kecil setidaknya harus dimulai! Kalau sudah punya, share dong apa bisnis kamu.

Baca juga: Mau Bangun Tim Kerja yang Solid? Main Fortnite Aja!