Yuk, Pikat Kids Zaman Now Lewat Instagram!

Oleh: Ana Fauziyah
Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:15 WIB
ilustrasi Instagram stories (Shutterstock)

Sejak diluncurkan tahun 2010 sebagai platform media sosial berbagi foto, popularitas Instagram saat ini makin meroket apalagi setelah diakuisisi Facebook tahun 2012 lalu. Platform ini memiliki 1 miliar pengguna yang sebagian besar merupakan generasi Millenial dan generasi Z. Media sosial besutan Kevin Systrom dan Mike Krieger ini menjadi pilihan banyak generasi Milenial dan generasi Z karena sifat visualnya yang menarik dan keterlibatan pengguna yang tinggi.

Generasi Milenial yang merupakan usia angkatan kerja produktif saat ini memanfaatkan kekuatan Instagram sebagai salah satu alat pemasaran yang paling efektif. Sementara generasi Z yang saat ini merupakan remaja 13-21 tahun merupakan konsumen potensial dalam beberapa tahun mendatang. Dengan jumlah pengguna secara global yang fantastis dan karakteristik penggunanya yang unik, Instagram bisa dijadikan tempat jualan yang ampuh bagi bisnismu.

Lalu bagaimana cara memanfaatkan kekuatan media sosial ini untuk memikat hati generasi Milenial dan generasi Z? Jia Wertz, founder dan CEO Studio15 yang bergerak di bidang fashion berbagi trik bagaimana cara untuk memikat hati konsumen seperti dilansir dari Forbes, Selasa (23/10).

Baca juga: Tinggalkan Facebook, Pengguna Remaja Pilih Instagram dan Snapchat

  1. Buat konten yang otentik

Instagram banyak digunakan oleh merek-merek di bidang fashion, kecantikan, perjalanan, otomotif, dan ritel. Lebih dari 25 juta merek bisnis menggunakan Instagram sebagai kanal promosi dan pemasaran produk-produk mereka. Bahkan banyak pebisnis kecil mendapatkan popularitas dan melipat gandakan keuntungan karena mampu memanfaatkan platform ini dengan tepat.

Untuk menarik hati konsumen muda, kamu sebaiknya tidak berpikir untuk selalu menjadi creator. Para pengguna Instagram lebih menyukai konten yang otentik dan melibatkan diri mereka sendiri. Atas dasar itu, kamu bisa mempersilahkan pengguna untuk membuat konten sendiri terkait merek mereka, kemudian menjadikan post tersebut sebagai bagian dari konten pemasaran di akun bisnisnya.

Salah satu contohnya adalah bintang pop Ellie Goulding yang menggunakan Instagram untuk memasarkan musiknya dengan cara mengumpulkan foto yang dikirimkan penggemar. Foto-foto tersebut disusun dan dijadikan video untuk lagunya yang berjudul Anything Could Happen. Contoh lain adalah kesuksesan Warner Bros yang mempromosikan film Crazy Rich Asians di Instagram dan menjadikan film tersebut box office.

Baca juga: Instagram Bisa Jadi Lapak Jualan Terampuh untuk Konsumen Millenial, Kenapa?

ilustrasi toko di Instagram (Shutterstock)

  1. Ceritakan kisah yang menarik hati kaum muda

Menurut sebuah penelitian yang berjudul "Meet Gen Z: The Social Generation," para konsumen Gen Z ingin melihat diri mereka terwakili dalam konten media sosial bermerek. Mereka berharap bahwa merek yang mereka beli mencerminkan gaya, kepribadian, dan panggung kehidupan mereka. Konsumen muda ini juga suka menceritakan kisah pribadi mereka sendiri. Kelas sosial ini tidak hanya menginginkan produk yang berkualitas tapi juga ingin mengetahui kisah di balik produk tersebut.

Instagram merupakan tempat bagi konsumen muda untuk memamerkan momen-momen luar biasa dalam hidup mereka, entah itu perjalanan mereka, waktu yang dihabiskan bersama orang-orang penting, momen lucu dengan hewan peliharaan, atau kesibukan di hari kerja mereka. Kamu harus peka dengan kondisi ini dan buatlah konten yang mencerminkan "hiruk-pikuk" dalam kehidupan mereka.

Baca juga: Cara Mengoptimalkan Profil Bisnis Instagram

  1. Buat konsumen ketagihan

Media sosial memainkan faktor yang sangat besar dalam kehidupan generasi Millennial dan generasi Z. Mereka merupakan kelas sosial yang tumbuh besar di era digital dan tidak bisa hidup tanpa internet dan perangkat seluler. Karenanya, terhubung secara kontinu dengan dunia digital menjadi salah satu kebutuhan penting mereka.

Kamu harus membaca kebutuhan ini dengan membuat pengalaman mobile mereka berkesan dan menarik. Buatlah keterikatan agar mereka selalu ‘ketagihan’ untuk selalu berkunjung. Artinya kamu harus bisa membuat para konsumen muda ini betah berlama-lama men-scroll foto-foto, menghabiskan waktu mereka menikmati setiap konten yang tersedia, serta membuat mereka mau singgah lagi di lain kesempatan.

Ayo, kapan dicoba?

Baca juga: Jurus Dapatkan 1000 Follower di Instagrammu