Manfaatkan Gratis Ongkir, Ya

Oleh: Ana Fauziyah
Rabu, 26 September 2018 | 08:30 WIB
ilustrasi gratis ongkir (Shutterstock)

Dinda, ibu satu anak di Bekasi ini merasa puas bisa mendapatkan sepasang sepatu yang ia idam-idamkan. Apalagi sepatu itu berhasil mendarat di rumahnya tanpa harus mengeluarkan biaya jasa pengiriman sepeserpun. Hal ini lantaran eCommerce tempat Dinda membeli sepatu tersebut memberikan subsidi ongkos kirim alias ongkir.

“Saya membeli sepatu seharga Rp.250.000 dari online shop di Bandung. Seharusnya saya kena ongkir Rp.11.000. Tapi karena saya belanja di atas Rp.90.000, saya dapat subsidi ongkir Rp.20.000. Jadi gratis, deh ongkirnya,” cerita Dinda kepada Digination.

Siapa sih yang tidak tergiur gratis ongkir? Semua konsumen pasti lebih memilih membeli barang tanpa mengeluarkan biaya tambahan lagi. Ongkir merupakan biaya tambahan di luar harga produk yang harus dibayar pembeli. Tarifnya bervariasi tergantung beberapa variabel seperti berat, dimensi dan tujuan pengiriman. Dalam beberapa kasus, ongkir bisa melebihi harga produk yang dibeli karena terkena berat volumetrik atau karena lokasi tujuan pengiriman yang jauh.

Baca juga: Jangan Cuma Hemat, Belanja Online Juga Harus Cerdas

ilustrasi pengiriman barang (Shutterstock)

Apakah perusahaan eCommerce tidak rugi jika memberikan subsidi dan menggratiskan ongkos kirim bagi konsumennya? Ada beberapa kemungkinan yang bisa dikemukakan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

  1. Bagian dari promosi

Kemungkinan pertama, sebagai salah satu strategi promosi, menalangi biaya pengiriman barang ke alamat pelanggan bukan masalah besar jika timbal baliknya adalah peningkatan jumlah konsumen yang berbelanja di eCommerce mereka. Seperti yang pernah ditulis Digination dalam artikel Ini Daftar eCommerce yang Sediakan Gratis Ongkir, salah satu hal yang menjadi pertimbangan saat belanja online memang ongkos kirim barang alias ongkir. Terkadang ongkir yang terlalu besar membuat konsumen segan untuk berbelanja.

  1. Biaya all-in

Kemungkinan kedua adalah strategi promosi all-in. Ini adalah strategi memasukkan ongkir ke dalam harga barang dimana harga yang tertera sudah termasuk ongkir yang harus dibayar konsumen. Hal seperti ini jamak dilakukan oleh mal-mal ketika sedang diskon besar-besaran. Harga barang sebenarnya telah dinaikkan terlebih dahulu, baru kemudian didiskon untuk mengiming-imingi pembeli. Jadi harga barang sesungguhnya masih sama.

Baca juga: Belanja Online di Amazon Sekarang Bisa Pakai Rupiah

ilustrasi pengiriman gratis 24 jam (Shutterstock)

  1. Memanfaatkan free capacity

Kemungkinan ketiga adalah perusahaan eCommerce memanfaatkan free capacity atau kapasitas kosong yang terjadi saat pengiriman barang. Secara sederhana, truk yang mengangkut barang tidak selalu penuh muatan padahal biaya yang harus dikeluarkan untuk menuju lokasi pengiriman sama. Jasa pengiriman barang kemudian bekerja sama dengan eCommerce untuk memanfaatkan kapasitas kosong ini dengan memberikan subsidi ongkir.

Memang ada banyak cara yang bisa dilakukan eCommerce untuk memberikan gratis ongkir bagi pelanggannya. Tinggal kamu yang memilih, mau memanfaatkannya atau tidak?

Baca juga: Belanja Online, Pilih Media Sosial atau Marketplace?