Tesla Teken Kontrak Pembelian Nikel di Indonesia

Oleh: Nur Shinta Dewi
Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:13 WIB

 

Tesla Inc, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, kabarnya sudah teken dengan sejumlah perusahaan nikel Indonesia senilai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 74,5 triliun (kurs saat ini Rp 14.900).

Seperti dilansir dari Reuters, Senin (8/8/2022) Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan meski negosiasi dengan Tesla untuk membangun pabrik di Indonesia masih berjalan, tetapi Tesla Inc, telah menandatangani kontrak pembelian nikel dari dua perusahaan di Indonesia. 

Luhut mengonfirmasi, Tesla sudah meneken kontrak selama lima tahun dengan beberapa perusahaan pengolahan nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Produk-produk nikel itu akan digunakan dalam pembuatan baterai lithium Tesla.

"Kami masih terus berdiskusi dengan Tesla. Tetapi mereka sudah mulai membeli dua produk dari Indonesia," terang Luhut.

Baca juga : Elon Musk Ciptakan Robot Humanoid untuk Bantu Pekerjaan Manusia, Aman kah?

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Foxconn dan Tesla Inc direncanakan akan berinvestasi ke Indonesia pada tahun ini.

Bahlil melanjutkan Kawasan Industri Batang (KIB) yang berada di Jawa Tengah, akan menjadi lokasi investasi Foxconn dan Tesla dibangun nantinya. 

"Kalau ditanya kapan masuknya (investasi Tesla), insya Allah 2022 ini. Tapi saya belum bisa mengumumkan bulannya. Karena kita belum tanda tangan kesepakatan," ujar Bahlil. 

Ada dua bentuk investasi yang akan diinvestasikan oleh Elon Musk sebagai pemilik atau CEO perusahaan terbesar produksi mobil listrik dari AS tersebut. 

"Tesla insya Allah akan masuk ke Indonesia. Dia akan masuk pada dua bagian investasi besar, yang pertama itu adalah tentang ekosistem baterai mobil. Yang kedua adalah mobilnya," ujarnya.

Baca juga : Elon Musk Batal Akuisisi Twitter, Ini Alasannya!

Tesla di sisi lain belum mengkonfirmasi klaim Luhut tersebut. Perusahaan itu juga belum banyak bicara soal rencananya untuk membangun fasilitas produksi di Indonesia. Namun pemerintah optimis jika kerjasama ini akan berjalan sesuai rencana.

Pemerintah sendiri kini sedang getol mengundang produsen ekosistem kendaraan listrik untuk berinvestasi di Indonesia. Saat ini sudah beberapa perusahaan dunia, seperti LG dan Hyundai yang berinvestasi di bidang baterai mobil listrik di Indonesia.