5 Cara Jitu Lebih Laku Jualan di Facebook

Oleh: Desy Yuliastuti
Sabtu, 19 Januari 2019 | 12:30 WIB
Ilustrasi Facebook untuk bisnis (Shutterstock)

Sudah lama promosi di Facebook, tapi hasilnya begitu-begitu saja? Ternyata faktor promosi dan pelayanan yang baik tidak cukup untuk membangun hubungan jangka panjang dan kesetiaan pelanggan. Diperlukan customer engagement sebagai faktor kunci keberhasilan bisnis online.

Kesadaran untuk merawat interaksi dengan pelanggan sangat penting agar kamu bisa lebih tahu selera pelangganmu dan memberikan apa yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkan. Dengan begitu, secara tak langsung ketertarikan akan bisa berubah menjadi keputusan membeli (purchasing decision). Berikut 5 cara ampuh yang bisa mempertahankan pelanggan dan meningkatkan penjualan

Buat pelanggan lebih dekat

Kedekatan dengan pelanggan bisa kamu ‘manipulasi’. Salah satu caranya yakni dengan membuat Facebook Group sebagai tempat berkumpul bagi orang-orang yang memiliki kesamaan suatu hal atau tujuan yang dicapai. Apa bedanya dengan Facebook Page? Kalau Facebook Page ibarat etalase dan ruang promosi maka Facebook Group bisa jadi tempat diskusi yang efektif.

Pembahasan di Facebook Group bisa seputar tren pasar, pengalaman belanja, atau tanya jawab lebih detail seputar produk. Meskipun anggota grup sedikit, tapi interaksi tinggi bisa meningkatkan engagement dan membuat mereka menjadi brand ambassador yang akan mempengaruhi orang lain untuk me-like Facebook Page-mu

Baca juga: Lewat Facebook Messenger Usaha Kecil Bisa Go Digital

Survei, polling, dan kuis

Melibatkan pelanggan bisa memberi kesan kalau pendapat mereka juga diperlukan buat kelangsungan bisnismu. Survei dan polling baik untuk mengetahui apa pendapat orang tentang bisnis dan produk atau layanan yang selama ini diberikan. Survei digunakan untuk topik yang serius seperti meminta tanggapan atau pengalaman pribadi terhadap brand yang dijual. Sebaliknya, polling dan kuis sifatnya lebih fun dengan pertanyaan sederhana. Misalnya, seputar produk yang dipakai saat liburan atau peristiwa terkini dalam berita. Secara tak langsung kamu bisa mengetahui kebutuhan dan keinginan calon konsumen.

Posting di waktu yang tepat

Mengunggah konten  ketika lebih banyak orang aktif di media sosial terbukti mampu meningkatkan engagement secara drastis. Menurut ringkasan dari 23 studi, peluang terbaik untuk posting di Facebook adalah hari Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Trafik Facebook mulai ramai sekitar pukul 9 pagi, meningkat pada pukul 1 siang, dan puncaknya pukul 3 sore. Engagement paling banyak terjadi di akhir minggu dan di akhir pekan mulai pukul 1 siang sampai jam 4 sore. Manfaatkan waktu efektif, jangan asal posting.

Baca juga: Seperti Apa Facebook Messenger untuk Bisnis?

Ilustrasi customer engagement (Shutterstock)

Marketing dengan story telling

Manfaatkan fitur Facebook Stories dan gunakan lebih banyak video untuk menarik perhatian lewat cerita visual. Buat montase pendek berbasis gambar atau video yang menghadirkan brand kesan baru. Selain itu, cobalah secara teratur mem-posting konten promosi yang diawali dengan bercerita. Kamu bisa memanfaatkan pengalaman pelanggan atau jawaban saat orang membalas posting Facebook Stories.

Penelitian Facebook sendiri mengungkapkan, pengguna di Inggris Raya dan Uni Emirat Arab menghabiskan waktu lima kali lebih lama untuk melihat konten video daripada konten statis di Facebook dan Instagram. Dari penelitian ini jelas bahwa orang-orang lebih menyukai sifat interaktif lewat video daripada gambar. Selain itu, cobalah secara teratur mem-posting konten promosi yang diawali dengan bercerita. Kamu bisa memanfaatkan pengalaman pelanggan atau jawaban saat orang membalas posting Facebook Stories.

Baca juga: Sst, Ada Updates Facebook Untuk 2019

Jadikan engagement sebagai prioritas

Karena banyaknya pengguna di Facebook, tentu sulit untuk membuat kontenmu menonjol. Salah satu cara tercepat untuk berhasil menarik perhatian adalah membuat kata-kata yang mampu menarik perhatian. Kalau kontennya menarik dan nyambung, pelanggan akan tertarik untuk terus melanjutkan membaca dan menunggu konten-konten berikutnya.

Dengan memasukkan strategi tersebut dalam kerangka pemasaran, kamu bisa meningkatkan peluang pelanggan untuk terlibat dengan konten. Dampak positifnya tidak hanya pada metrik akun Facebook saja , tetapi juga prospek bisnis, basis pelanggan, dan penjualan produk.

Bagaimana, siap mulai melejitkan bisnismu?

Baca juga: Belajar dari Disney, Kekuatan Storytelling dalam Content Marketing