Ini 5 Tantangan yang Harus Dihadapi Womenpreneur

Oleh: Aulia Annaisabiru Ermadi
Rabu, 19 Desember 2018 | 11:15 WIB
Ilustrasi womenpreneur (shutterstock)

Beberapa tahun terakhir, jumlah entrepreneur perempuan atau womenpreneur  di Indonesia terus meningkat. Laporan dari Mastercard Index of Women Entrepreneurs 2018, Indonesia menempati peringkat ke-30 dunia, naik 2 posisi dari 2017. 

Angka-angka ini mengambarkan terbukanya peluang perempuan untuk berkarier di dunia bisnis. Tapi nyatanya, tidak semudah membalikan telapak tangan. Untuk menjadi womenpreneur, banyak tantangan yang harus dihadapi. 

Business News Daily mewawancarai beberapa CEO perempuan. Menurut mereka, ada 5 tantangan yang harus dihadapi perempuan saat masuki dunia bisnis:

Mematahkan ekpektasi sosial

Dunia bisnis identik dengan laki-laki. Banyak yang beranggapan bahwa perempuan harus mengadopsi sikap laki-laki yaitu kompetitif, agresif dan keras. Nyatanya, para womenpreneur sukses percaya bahwa tetap jadi diri sendiri dan teguh pada pendirian merupakan kunci utama mematahkan anggapan ini.

"Percaya diri dan jadilah dirimu sendiri. Untuk mencapai kesuksesan, yang kamu butuhkan adalah kerja keras dan ketekunan," kata Hilary Genga, pendiri dan CEO Trunkettes.

Baca juga: Perempuan Berpeluang Memimpin di Era Disrupsi Digital

Ilustrasi womenpreneur (shutterstock)
Keterbatasan akses dana 

Mencari investor yang mau menginvestasikan uangnya memang sulit. Namun faktanya, perusahaan yang dimiliki perempuan kesulitan lebih besar. Fortune menemukan bahwa tahun 2017 hanya 2% perusahaan yang dipimpin perempuan mendapatkan pendanaan

Bonnie Crater, presiden dan CEO Full Circle Insight, mengatakan bahwa para pemodal lebih suka berinvestasi di startup dari golongan mereka sendiri yaitu laki-laki. Seperti halnya para investor jebolan Stanford akan mendukung bisnis para alumni Stanford. Untuk mengatasinya, para CEO perempuan yang mencari modal harus membangun kepercayaan melalui rencana bisnis yang mantang. 

"Investor biasanya mencari bisnis yang dapat memberikan valuasi hingga lebih dari USD 1 miliar. Coba pikirkan bagaimana cara mendapatkannya," kata Crater. 

Felena Hanson, pendiri angel investor perempuan Hera Fund, mengatakan cara lain untuk mengatasinya adalah dengan membentuk network investor perempuan. Menurutnya, selain dapat menginspirasi dan mendorong pertumbuhan investor perempuan, cara ini efektif dalam menumbuhkan dan mendukung womenpreneur juga. 

Baca juga: Siapa Bilang Perempuan Tak Pandai Berinvestasi?

Minoritas

Tidak dapat dimungkiri bahwa dunia bisnis didominasi oleh laki-laki. Sebagai perempuan dan entrepreneur, butuh perjuangan tersendiri untuk mendapatkan penghargaan di industri ini. 

"Sebagai perempuan di industri yang didominasi laki-laki, untuk mendapatkan rasa hormat adalah suatu perjuangan, " kata Alison Gutterman, CEO dan presiden Jelmar. "Untuk mengatasinya, saya harus belajar membangun kepercayaan diri untuk menepis komentar negatif yang ada."

Solusi lainnya adalah dengan bergabung di kelompok womenpreneur. Kelompok-kelompok ini bisa memberikanmu mentor sekaligus rekan yang bisa menginspirasi. 

Baca juga: Buku Wajib Baca Bagi Para Perempuan Pendiri Startup

Ilustrasi womenpreneur (shutterstock)
Menyeimbangkan kehidupan bisnis dan keluarga

Menjadi seorang ibu yang bekerja berarti memikul tanggung jawab ganda antara karier dan keluarga. Menyeimbangkan kedua peran ini bukan perihal yang mudah.

Bagi Michelle Garrett, pemilik Garrett Public Relations, keseimbangan ini bisa didapat dengan keluar dari dunia koporasi dan membuat bisnisnya sendiri.

"Budaya kerja memang telah bergeser hingga memungkinkan perempuan lebih fleksibel bekerja. Tetapi bekerja untuk diri sendiri, akan memberikan lebih banyak kebebasan daripada harus bekerja untuk orag lain, " katanya.

Baca juga: Emak-emak Jago Bisnis, Kenapa Nggak?

Mengatasi rasa takut

Kegagalan adalah bagian dari perjalanan menjadi sukses. Kristi Piehl, pendiri dan CEO Media Minefield menyarankan womenpreneur jangan kalut dengan rasa takut gagal. Sebaliknya pada saat-saat itu, kamu harus berani mengambil langkah dan membuktikan bahwa perempuan bisa.

"Dengarlah saran dari orang lain. Belajar dari kesalahan dan coba untuk tidak mengulanginya lagi. Apapun yang terjadi, jangan menyerah," kata Addie Swartz, CEO reacHIRE.

Yo, kamu pasti bisa!

Baca juga: 5 Pelajaran Bisnis dari Sukses Stan Lee dan Marvel