Rekosistem Raih Pendanaan Rp75 Miliar, Perluas Pengelolaan Sampah Berbasis Sirkular

Oleh: Dewi Shinta N
Senin, 7 Agustus 2023 | 17:26 WIB

 

Rekosistem, startup climate-tech Indonesia baru saja mengumumkan keberhasilan mereka mengamankan investasi sebesar 5 Juta USD atau sekitar 75 miliar rupiah. Putaran investasi ini dipimpin oleh Skystar Capital yang juga didukung oleh East Ventures, Provident, dan investor lainnya.

Pendanaan ini dikabarkan akan digunakan untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah Rekosistem hingga lebih dari 20,000 ton metrik sampah per bulan dalam dua tahun ke depan. 

Target ini akan dicapai melalui rangkaian langkah strategis, mulai dari pengembangan sistem pengelolaan sampah, memperluas penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan Machine Learning, mengalokasikan sumber daya untuk pengembangan teknologi daur ulang, dan meningkatkan fasilitas pemulihan material (Reko Waste Station dan Hub). 

Melalui langkah strategis tersebut, Rekosistem mampu untuk memproses lebih banyak sampah hingga lebih dari 70% jenis sampah, menjadi bahan baku daur ulang dan energi baru terbarukan, memperluas cakupan pengelolaan sampah ke lebih banyak kota, dan menyediakan program Extended Producer Responsibility yang mendorong pemilik usaha bertanggung jawab atas dampak bisnisnya terhadap lingkungan. 

Untuk mencapai tujuan tersebut, Rekosistem berencana melibatkan 5,000+ pekerja dan mitra bisnis ke dalam ekosistem digitalnya. 

“Di Rekosistem, kami bertekad untuk membangun bisnis yang mampu menghadapi tiga tantangan terbesar yang dihadapi bisnis di generasi saat ini terkait 3P, yaitu profit (keuntungan), people (manusia), dan planet. Melalui penerapan ekonomi sirkular di rantai pasok pengelolaan sampah, produk dan layanan yang kami tawarkan bertujuan membuat produksi dan konsumsi bertanggung jawab dapat diterapkan oleh bisnis and semua orang,” ungkap Ernest Layman, Co-Founder dan Chief Executive Officer Rekosistem.

Baca juga: Peresmian Waste Station: Rekosistem dan WWF Indonesia Bersinergi Cegah Sampah Plastik di Jakarta

Rekosistem menggunakan model bisnis B2B dan B2B2C untuk menjangkau bisnis dan konsumen akhir melalui aplikasi mobile dan web. Aplikasi ini menawarkan layanan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab bagi pemukiman, bangunan, hingga pemerintah daerah bekerja sama dengan stakeholders pengelolaan sampah, baik individu maupun lini usaha. 

Melalui Rekosistem, sampah dapat dikumpulkan dan diangkut secara efisien ke pusat pengolahan untuk diproses menjadi bahan berharga di pabrik sehingga mengurangi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Di paruh pertama 2023, Rekosistem telah berhasil meningkatkan produktivitas sampah menjadi material sebesar 523% untuk recycling (daur ulang), upcycling (daur naik), dan waste-to-energy (sumber energi berbasis sampah) serta meningkatkan pendapatan pekerja sampah sebesar 117%. 

Saat ini, Rekosistem memiliki 300 pekerja sampah dan mitra bisnis, 10 Reko Hub, dan 33 Reko Waste Station. Rekosistem juga memiliki lebih dari 100 pelanggan bisnis dan 20,000 pelanggan rumah tangga, menjangkau lebih dari 100,000 orang dan sudah mengelola lebih dari 2,500 ton metrik sampah per bulan. Peningkatan ini  tercermin pada kinerja dari Rekosistem dalam kurun waktu 12 bulan terakhir yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 7 kali lipat. 

Baca juga : Manfaat Green Data Center Yang Wajib Diketahui

“Sebagai pendukung awal Rekosistem, East Ventures percaya bahwa Rekosistem merupakan contoh nyata dari bisnis yang sejalan dengan misi East Ventures. Kami telah melihat berbagai kemajuan dan perkembangan positif yang dihadirkan oleh Ernest dan tim, dan akan terus berkolaborasi dengan Rekosistem untuk membawa dampak positif terhadap industri pengolahan sampah dan berkontribusi terhadap penciptaan ekonomi sirkular di Indonesia” kata Avina Sugiarto, Partner East Ventures.

Hingga saat ini, Rekosistem telah menghemat 12,615 Ton CO2 dengan menggantikan material baru dengan material daur ulang dan mencegah polusi sampah ke lingkungan yang membawa dampak positif bagi lingkungan.

Platform Rekosistem juga mendukung pencapaian target Net Zero Emissions Indonesia melalui pengurangan emisi karbon, dengan pengelolaan zero waste dan menyalurkan sampah terpilah ke industri sesuai jenisnya untuk menggantikan penggunaan virgin material dengan bahan baku daur ulang dan energi baru terbarukan.