BukuWarung Raih Pendanaan Series A senilai US$ 60 juta

Oleh: Nur Shinta Dewi
Jumat, 11 Juni 2021 | 10:37 WIB

BukuWarung, perusahaan fintech untuk digitalisasi bisnis UMKM di Indonesia, meraih pendanaan Series A senilai US$ 60 juta atau setara Rp 870 miliar.

Seri pendanaan ini dipimpin oleh Valar Ventures, perusahaan modal ventura asal Amerika Serikat milik miliarder Peter Thiel. Investor lain yakni Goodwater Capital, yang berinvestasi di beberapa startup seperti Coupang, Monzo and Xendit.

“Mereka berhasil mengatasi kesenjangan digital yang dialami oleh jutaan pedagang di seluruh Indonesia, dan juga sukses memimpin perubahan dari sistem perdagangan tradisional yang masih digunakan banyak pedagang menuju ke ranah infrastruktur digital yang lebih komprehensif dan mudah diakses. Investasi di BukuWarung merupakan kesempatan yang menarik dan kami dengan bangga menyampaikan ini sebagai investasi pertama kami di Indonesia,” Kata James Fitzgerald, Founding Partner Valar Ventures.

Proses penggalangan dana yang melebihi target ini (oversubscribed) juga diikuti oleh beberapa investor seperti mantan CEO GoPay Aldi Haryopratomo, Victor Jacobsson, pendiri Klarna yang merupakan startup terbesar di Eropa, dan Thrill Capital perusahaan keluarga di bidang investasi yang merupakan mitra SoftBank.

Pendanaan ini merupakan pendanaan seri A terbesar di seluruh dunia bagi startup fintech di  sektor UMKM. Dengan investasi baru ini, maka total pendanaan BukuWarung hingga kini mencapai US$ 80 juta.

Baca juga : Kolaborasi Warung Pintar X BukuWarung, Percepat Digitalisasi UMKM Indonesia

Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan teknologi dan kemampuan dari produk yang dimiliki oleh BukuWarung yang meliputi pembukuan, pembayaran digital, dan penjualan, termasuk membangun infrastruktur pembayaran yang kuat sehingga bisa membantu untuk menyelesaikan persoalan pembayaran bagi para pedagang di Indonesia, seperti pembayaran menggunakan QR, layanan keuangan, dan persoalan pembayaran lainnya.

“Investasi ini selanjutnya akan membantu kami untuk membangun sistem operasi bagi UMKM, menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang positif di seluruh Indonesia yang kini sedang bangkit dari pandemi COVID-19. Kepercayaan yang diberikan oleh para investor menjadi bekal bagi kami dalam mendorong misi BukuWarung untuk digitalisasi UMKM terutama pada saat krisis global seperti yang terjadi saat ini,” Abhinay Peddisetty, Co-Founder & CEO BukuWarung menambahkan,

Berdiri pada tahun 2019, misi BukuWarung adalah untuk mendigitalisasi 60 juta UMKM di Indonesia yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional, berkontribusi terhadap lebih dari 60% PDB nasional, dan penyerapan tenaga kerja di sektor ini mencapai 97%.

Pada awalnya BukuWarung memulai dengan menawarkan solusi pembukuan yang mudah diakses kepada para pedagang di seluruh Indonesia.

Baca juga : BukuKas Raih Suntikan Dana Seri B Senilai Rp709 Miliar

Fungsi produknya kemudian berkembang sehingga menjadi solusi pembayaran digital dan membantu para pedagang memindahkan transaksi penjualan mereka dari offline ke online - terutama dalam menghadapi berbagai tantangan akibat adanya pandemi COVID-19.

Hingga kini, BukuWarung memiliki lebih dari 6,5 juta pedagang yang terdaftar di platform miliknya, yang tersebar di 750 lokasi dan sebagian besar berada di wilayah tier 2 dan tier 3.

Pertumbuhan pengguna dan volume transaksi berjalan dengan sangat efisien dimana 90% dari pendanaan sebelumnya masih tersimpan di bank.

Saat ini Buku Warung fokus pada peningkatan kemampuan pembayaran digital bagi UMKM di Indonesia, mengingat para pedagang yang menjadi mitra BukuWarung kini menjual produk mereka secara digital.

Sejak fitur pembayaran digital diperkenalkan pada tahun lalu, BukuWarung sudah memproses pembayaran tahunan sekitar US$1,4 miliar atau Rp 20,3 triliun, dan menjadi pemimpin pasar untuk pembayaran digital bagi UMKM Indonesia dengan menguasai 90% pangsa pasar dibandingkan dengan kompetitornya.

BukuWarung saat ini sedang dalam tahap pertumbuhan yang tinggi, sehingga diperkirakan dapat memproses pembayaran dengan nilai lebih dari US$ 10 miliar pada tahun 2022.