Sukses Wirausaha! Tips Milenial dan Gen Z Bersaing di Pasar Global

Oleh: Nur Shinta Dewi
Kamis, 4 Maret 2021 | 07:17 WIB

Pada 2030, Indonesia mendapatkan bonus demografi dimana dominasi penduduk Indonesia adalah usia produktif.

Apa itu bonus demografi? Bonus demografi adalah dimana usia 15-64 tahun lebih besar dibanding penduduk usia tidak produktif berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun. Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

Sebagai anggota usia produktif yang kini mendominasi populasi dunia, merupakan tantangan untuk membangun produk, layanan untuk menghasilkan nilai-nilai untuk kesejahteraan maupun negara.

Berikut hal yang harus dipersiapkan Milenial dan Gen Z Indonesia untuk bersaing di pasar global :

  1. Jauhi Anxiety

Anxiety adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan perasaan khawatir, cemas, atau takut yang cukup kuat dan mengganggu. Biasanya usia-usia produktif seperti generasi milenial dan Z adalah generasi yang mudah mengalami gejala anxiety. Sebagai wirausahawan, penting bagi kita untuk dapat mengesampingkan gangguan dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting, tujuan, visi kita, dan tugas yang ada untuk mewujudkan impian itu.

 

  1. Melek Teknologi

Sudah banyak teknologi yang kita kuasai saat ini salah satunya, Cloud. Tidak jarang orang yang menggunakan Google Drive, Dropbox, tidak memahami jika teknologi yang mereka gunakan adalah cloud, padahal dua platform yang kita gunakan pada keseharian kita tersebut adalah solusi dari Cloud.

Disini kita harus mempelajari lebih detail teknologi baru sehingga akhirnya dapat kita gunakan dan mempermudah bisnis kita. Banyak teknologi yang dapat membantu kita pada kehidupan wirausaha lainnya, seperti AI, IoT, Cobots, dan lainnya. Jika kamu mau tau perkembangan mengenai semua teknologi bisnis lainnya, bisa cek disini.

 

  1. Perbanyak Bahasa

Salahsatu syarat terpenting lainnya adalah menguasai bermacam bahasa. Jika sulit dilakukan, kamu bisa hanya memperdalam bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Saat ini banyak platform yang menyediakan layanan pelatihan dan belajar bahasa via daring. Dari belajar online ini kamu bisa mempelajari bahasa kapanpun dan dimana pun. Aplikasi bahasa yang bisa kamu gunakan seperti, BBC Learning English, Duolingo, Babel, Busuu, dan lainnya.

Baca juga : Begini Cara Profesional Bangun Bisnis Bareng Pacar

  1. Pelajari syarat dan ketentuan

Meski hanya berjualan melalui situs online. Kamu perlu tau syarat dan ketentuan bekerja sama dengan situs e-Commerce. Memahami syarat dan ketentuan menjadi hal wajib agar produk kamu dapat bersaing dan tidak mengubah harga pasar.

Cari tahu juga soal pajak dan biaya pengiriman yang harus kamu tanggung. Kalkulasikan dengan tepat agar kamu bisa menawarkan harga yang terbaik. Jangan sampai salah perhitungan sehingga kamu malah jadi merugi karena tak paham cara pembayarannya.

Amazon, Ebay dan Alibaba, merupakan penyedia eCommerce yang dapat membantu kamu menjual barang dagangan mu ke luar negeri.

 

  1. Memahami cara pembayaran

Dalam transaksi jual beli internasional, tentunya kamu harus memahami cara pembayaran yang bisa diterima. Biasanya, setidaknya kamu harus mengerti tentang rekening paypal, salah satu metode pembayaran paling umum digunakan dalam marketplace internasional. Selain itu, ada juga western union, kartu kredit dan lain sebagainya.

Pastikan kamu sudah memahami benar-benar setiap sistem pembayaran, sebelum memutuskan membuat online shop internasional. Memang sejumlah alat pembayaran ini belum familiar bagi kebanyakan masyarakat Indonesia namun penggunaannya paling disukai di bisnis online shop internasional.

 

  1. Bekerjasama dengan orang yang kompeten

Bagian dari menjadi wirausahawan yang cerdas adalah mengakui kelemahan dan menyadari bahwa mempelajari tutorial YouTube tidak dapat mengisi celah dalam pengetahuan. Inilah sebabnya mengapa kamu perlu bimbingan dari teman, rekan kerja atau mentor yang dapat membawamu lebih berkompeten. Dengan diskusi bersama orang yang lebih dulu memulai/profesional dapat membawa mu pada perspektif berbeda dan juga solusi baru untuk bisnismu.

Baca juga : Buat Tren Hobi Jadi Peluang Usaha

 

  1. Komitmen

The American Psychological Association mendefinisikan ketahanan sebagai proses dan hasil beradaptasi dengan pengalaman hidup yang sulit atau menantang, khususnya melalui fleksibilitas mental, emosional, perilaku dan penyesuaian dengan tuntutan eksternal dan internal.

Dari perjuangan yang sudah kamu bangun dari empat poin diatas, konsisten inilah yang menjadi jawaban atas kesuksesanmu. Pengusaha, bahkan yang paling sukses, tidak asing dengan kegagalan. Tetapi komitmen bisa menjadi pondasi untuk bangkit dan menjadi individu yang lebih kuat.

Berdasarkan riset yang dilakukan pada 2019, 21,5% startup yang di bangun millenial gagal di tahun pertama, 30% di tahun kedua, dan 50% di tahun kelima. Banyak faktor yang berkontribusi pada kegagalan startup.

Bagian dari menumbuhkan komitmen adalah meminimalisir kegagalan. Dibalik itu, kita hidup di dunia yang serba cepat. Itulah sebabnya kita perlu beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berubah dan komitmen yang berkelanjutan.

Sekarang kita hidup di era globalisasi yang mempermudah kita menjangkau pasar global, marketplace atau e-Commerce dapat membawa produk kita terbang setinggi yang kamu inginkan. Sudah siap membawa produk mu keliling dunia?