Ini, Lho, Tren Tempat Kerja Digital Modern!

Oleh: Alfhatin Pratama
Selasa, 23 Oktober 2018 | 11:15 WIB
Ilustrasi tempat kerja serba digital (shutterstock)

Teknologi telah menggempur peradaban manusia dengan pesat. Sekarang bukan lagi  saatnya untuk menghindari teknologi, justru manusia harus memanfaatkannya agar tetap kompetitif. Transformasi digital tidak dapat diartikan sebagai perubahan teknologi semata, tetapi perubahaan cara berorganisasi, cara berbisnis, dan perilaku manusia. Ketika transformasi berlangsung, tren lingkungan dan tempat kerja juga harusnya menyesuaikan.

Berikut 5 tren tempat kerja digital modern yang dirangkum Digination

1. Serba cloud

Komputasi awan atau cloud computing adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi. Dengan jaringan jarak jauh yang disediakan, penggunanya dapat menyimpan, mengelola, dan memproses data dan aplikasi yang diinginkan. Penerapannya sudah banyak dilakukan oleh sejumlah perusahan. 

Beberapa contoh layanan berbasis awan atau cloud adalah Google Drive milik Google, CORD Initiative milik International Business Machines (IBM), Microsoft Azure milik Microsoft, dan Zoho Office Suite milik Zoho. Layanan berbasis cloud harus dimaknai lebih dari sekadar berkolaborasi memproses data secara online. Tetapi, layanan ini dapat mentransformasi lingkungan perusahaan ke arah digital.

Keunggulan memanfaatkan layanan berbasis cloud dalam lingkungan perusahaan adalah banyaknya pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Layanan berbasis cloud dapat dikatakan merupakan faktor nomor 1 di tempat kerja digital modern.

Baca juga: Mau Bisnis Online? Coba Zoho Saja...

Ilustrasi komputasi awan (shutterstock)

2. Infrastruktur desktop visual

Virtualisasi desktop adalah teknologi perangkat lunak yang memisahkan desktop dan perangkat lunak aplikasi dari perangkat fisik yang digunakan untuk mengaksesnya. Virtual Desktop Infrastructure (VDI) atau Infrastruktur desktop virtual mengubah cara orang bekerja di perusahaan. Dengan VDI, karyawan dapat melihat desktop kerja mereka tidak  hanya dari komputer yang berada di kantor. Teknologi ini juga memungkinkan mereka untuk bekerja di mana saja dan kapan saja.

Tempat kerja di masa depan memungkinkan karyawan untuk melakukan apa pun yang dapat mereka lakukan di kantor atau di mana pun mereka berada. Karena mobilitas yang tinggi, maka teknologi VDI sangatlah penting.

3. Karyawan tidak boleh "gaptek"

Teknologi terus berkembang pesat sehingga infrastruktur di perusahaan harus terus disesuaikan. Tetapi, jangan sampai pebisnis melupakan karyawannya. Teknologi modern tanpa didukung sumber daya manusia yang dapat mengaksesnya adalah sia-sia. Pebisnis harus merangkul mereka supaya menjadi karyawan yang melek teknologi. Jika karyawan tidak dapat menggunakan teknologi atau aplikasi dan program yang disediakan, maka produktivitas kerja akan menurun.

Baca juga: Akselerasi Industri 4.0, Telkomsel Luncurkan Pusat Inovasi IoT Lab Pertama di Indonesia

Ilustrasi IoT (shutterstock)

4. IoT Demi Meningkatkan Alur Kerja

Internet of Things (IoT) adalah jaringan yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. Perusahaan harus memiliki tim Teknologi dan Informasi yang kuat untuk dapat memanfaatkannya. Contoh IoT antara lain sensor cerdas built-in yang dapat memberitahukan pengendara mobil ketika ban mobilnya memiliki tekanan rendah atau sensor cerdas yang dapat mengawasi dan menyesuaikan suhu ruangan.

Perangkat IoT mengubah cara bisnis yang dilakukan di berbagai industri seperti manufaktur maupun kreatif. Misalnya, mulai dari cara proses produksi produk hingga mengatur ruang-ruang di kantor. IoT dapat dimanfaatkan untuk menyederhanakan alur kerja, memantau, dan belajar di tempat kerja digital modern.

5. Pangkas birokrasi

Sudah waktunya untuk menghapus birokrasi dalam perusahaan yang terlalu sulit. Proses ini memperlambat kemajuan, padahal teknologi sudah berkembang pesat. Kecenderungan di dalam tempat kerja digital modern adalah menciptakan proses dan model kerja yang berorientasi pada aksi yang memberikan tanggung jawab lebih kepada karyawan. Tidak lagi berorientasi pada proses yang rinci tapi tidak efektif. Proses birokrasi tidak akan  menambahkan nilai apa pun ke hasil yang diinginkan, malah berdampak pada produktivitas dan efisiensi kerja.

Baca juga: Birokrasi Jadi Tantangan Terbesar Ekosistem Digital di Kawasan Arab