LogoDIGINATION LOGO

WhatsApp, Facebook, Instagram Down? Bisnis Coba Lakukan Ini!

Oleh Alfhatin Pratama Kamis, 23 Mei 2019 | 14:05 WIB
Share
Ilustrasi server down (shutterstock)
Share

Dinamika aksi terkait pengumuman hasil Pemilihan Umum Serentak 2019 pada 22 Mei berujung pembatasan akses platform media sosial dan pesan instan oleh pemerintah. Tujuannya, untuk membatasi penyebaran atau viralnya informasi hoaks yang berkaitan dengan aksi tersebut.

Lalu bagaimana bisnis mengatasi hambatan ini, mengingat banyaknya jumlah pengguna media sosial dan pesan instan di Indonesia. Nah, Digination.id telah merangkumnya menjadi poin-poin berikut ini. Yuk simak!

1. Menjangkau masyarakat luas dan konsumen tetap

Bisnis yang berhasil adalah bisnis yang daya jangkauannya ke masyarakat sangat luas. Lebih penting lagi adalah memiliki konsumen yang tetap. Jika bisnis sudah memiliki basis yang kuat, konsumen akan setia kepada bisnis tersebut.

Namun, tidak semua bisnis serta merta punya konsumen yang setia. Lalu, bagaimana? Dua poin lanjutan diharapkan dapat membantu.

2. Membangun bisnis yang multi-platform

Bisnis yang berkesinambungan tidak bisa mengandalkan satu platform media sosial atau pesan instan saja. Bayangkan, ketika pebisnis hanya mengandalkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp, apa yang terjadi jika ketiganya mengalami gangguan? 

Media sosial dan pesan instan sudah banyak tersedia, tinggal dipilih dan menggunakannya dengan bijak. Selain itu, ada baiknya sebuah bisnis juga membangun situs web. Dengan menggunakan situs web, pebisnis dapat membawa konsumen menikmati produk yang dijual, memesan, bertanya dengan customer service atau bisa saja menyediakan chatbot dengan bantuan artifial intelligence (AI).

Jika server situs web juga mengalami down, jangan khawatir! Produk-produk pebisnis, baik barang atau pun jasa, bisa masuk ke marketplace yang sekarang sudah banyak tersedia di Indonesia.

Baca juga: 5 Cara Jitu Lebih Laku Jualan di Facebook

Ilustrasi multi platform (shutterstock)
3. Miliki strategi alternatif yang kuat

Seperti halnya pilihan platform media sosial dan pesan instan, strategi yang dimiliki bisnis untuk menghadapi situasi semacan ini tidak bisa mengandalkan satu strategi saja. Baik itu strategi marketing, periklanan, dan lainnya.

Pastinya, strategi alternatif juga tidak hanya satu tapi banyak pilihan. Hal yang tidak boleh dilupakan juga bahwa kedua strategi, baik strategi alternatif atau pun strategi utama, harus sama-sama kuat.

Bagaimana menurutmu? Tidak usah panik, ayo cari jalan alternatif hadapi masalah ini!

Baca juga: 3 Teknik Marketing Nol Rupiah

  • Editor: Deriz Syarief
  • Sumber: Statista, Siaran Pers Kemkominfo
TAGS
RECOMMENDATION

Youtube Down, Ada Apa Ya?

Youtube baru-baru ini mengalami downtime. Para pengguna yang ingin mengakses video dan mengunggah konten disambut dengan halaman kosong dan pesan error 503 dan error 500

Jumat, 19 Oktober 2018 | 16:20 WIB
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB