Google Bangun AI Jurnalis, Bagaimana Profesi Jurnalis Kedepannya?

Oleh: Dewi Shinta N
Sabtu, 22 Juli 2023 | 11:15 WIB

 

Baru-baru ini Google dikabarkan sedang mengembangkan alat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat menulis berita dengan sendirinya. Disebut-sebut, proyek Google ini memiliki nama proyek “Genesis”.

Entah apa perbedaan AI Jurnalis ini dan AI sejenisnya seperti Google Bard yang juga dapat menulis berita, yang pasti Google dikabarkan telah meluncurkan AI barunya ke media seperti Washington Post, News Corp dan New York.

Menyadur dari Mashable, sistem AI Jurnalis tampaknya dirancang sebagai semacam asisten pribadi jurnalis, di mana jurnalis harus memberikan data terlebih dahulu. Kemudian, AI Jurnalis ini akan melakukan otomatisasi dalam penulisan berita berdasarkan data yang diberikan.

Jika alat AI bisa secanggih ini, lantas bagaimana dengan profesi jurnalis kedepannya?

Baca juga : Kenalan dengan Virtual Human dan Manfaatnya Bagi Kehidupan Manusia

Mashable mengungkap masih ada kekhawatiran terhadapan penggunaan AI Jurnalis. Sebab, dapat memicu laporan berita dan penyebaran informasi yang salah. Meski tak disebutkan alasannya, kemungkinan hal ini disebabkan karena tools AI Jurnalis hanya mengandalkan fakta yang dimasukkan (input) oleh jurnalis.

Diluar kekhawatiran pengguna pada Tools AI Jurnalis, ada beberapa kasus yang sempat membuat sistem AI kehilangan kepercayaannya. Salahsatu sistem chatbot yakni, ChatGPT.

Pada bulan lalu Chat GPT sempat dilaporkan oleh pembaca acara radio yakni Georgia yang merasa dirugikan oleh berita yang mengatasnamakan dirinya. Ia menggugat ChatGPT atas pencemaran nama baik, setelah memberikan ringkasan, yang menyatakan Georgia telah menipu majikannya dan menggelapkan dana.

Baca juga : Mengenal Lebih dekat Generative AI

Sebelumnya, pada bulan Mei, seorang pengacara juga tertangkap mengutip kasus yang tidak ada. Diketahui pengacara ini menggunakan ChatGPT untuk menyiapkan pengajuan hukum.

Selain ChatGPT, Google Bard milik Google juga masih belum mahir dalam pengecekan fakta. Sistem ini AI yang sudah ada saat ini tampak mengabaikan proses menulis yang akurat dan proses menulis berita yang bisa dengan mudah dicerna pembaca. 

Meski Google dikabarkan akan mencoba untuk mengatasi masalah kesalahan faktual di proyek Genesis, peran manusia akan tetap dibutuhkan. AI Jurnalis tidak akan dapat melakukan proses wawancara, melakukan laporan investigasi dan merasakan langsung peristiwa yang sedang terjadi. 

Ketika jurnalis membuat berita, mereka juga perlu memberikan latar belakang, hingga parafrase untuk istilah awam agar lebih mudah dimengerti pembacanya. Oleh karena itu, manusia tetap berperan penting dalam pembuatan berita.