Siap-siap Sukses di Tahun Depan, Berikut Tren Digital Marketing 2023

Oleh: Nur Shinta Dewi
Kamis, 1 Desember 2022 | 17:09 WIB

Memasuki tahun 2023, mungkin banyak dari kamu yang sudah mulai mencari tahu tren dan peluang di tahun yang akan datang ini, salah satunya tren pemasaran digital. 

Merangkum hasil riset Southeast Asia’s Digital Consumers: A new stage of evolution dari Meta bertajuk "Digital Marketing 2022, Prepare Bisnis Untuk 2023" yang dikutip dari Sribu.com, bisa kamu jadikan acuan agar usahamu memiliki performa yang lebih baik di 2023.

Data ini memberikan analisis tingkah laku konsumen se-Asia Tenggara dan bagaimana kamu bisa memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha. Seperti yang kita tahu, strategi digital marketing memiliki sifat adaptif, artinya selalu berubah sesuai dengan keadaan (kondisi) pasar, sehingga perlu pengetahuan lebih jika ingin meraih kesuksesan yang maksimal.

Agar lebih siap menyambut tren bisnis di tahun yang baru, berikut tren digital marketing 2023 supaya bisa siap menyambut tren bisnis yang baru. Berikut rangkumannya :

Konsumen Post-Pandemi Semakin Terbiasa Digital

Pandemi Covid-19 membuat aktivitas konsumen berubah menjadi serba digital. Mulai dari berbelanja kebutuhan rumah, hobi, ataupun bahkan memesan makanan, batasan yang dirasakan telah membuat internet jadi sebuah kebutuhan pokok. 

Fakta bahwa 63% responden mengaku pernah menggunakan e-Commerce atau Business Messenger dalam 1 tahun terakhir. Sebanyak 21% konsumen menemukan brand/usaha secara online melalui akun sosial media melalui konten video, 15% melalui image feed, dan 10% melalui perpesanan (messaging).

Baca juga : Siap Hadapi Potensi Resesi, Ini Strategi Perkuat Bisnis di Tahun 2023

Artinya, strategi digital marketing terbaik yang kamu bisa lakukan adalah mengoptimasi performa akun sosial media bisnis kamu. 

Ketahui apa yang audiens butuhkan, dari sisi teknis konten yang sedang tren, hingga gaya konten yang bisa memberikan akun kamu memiliki karakteristik yang unik. Perbanyak interaksi dengan pengguna di sosial media dengan cara mempelajari poin-poin di atas.

Populasi Konsumen Digital Masih Terus Meningkat

Meskipun masa pandemi menandakan salah satu situasi ekonomi terburuk sepanjang sejarah, jumlah masyarakat yang berstatus konsumen digital (melakukan aktivitas jual-beli secara online) masih tetap mengalami kenaikan.

Dari tahun 2021, angka ini meningkat sebesar 8% ke jumlah pengguna saat ini, 28 juta se-Asean.

Ini menunjukan bahwa aktivitas digital bisnis kamu pun harus selalu dibenahi supaya tidak tertinggal roda perputaran tren.

Ketika jumlah potensial konsumen selalu bertambah tiap tahunnya, tentu kamu harus menyesuaikan diri supaya transaksi yang terjadi pun bisa mengalami kenaikan yang sama.

Indonesia memiliki jumlah konsumen digital terbanyak se-Asia Tenggara. Ini adalah sebuah channel marketing yang sangat menjanjikan untuk mengembangkan bisnis.

Baca juga : Survei Populix Ungkap Orang Indonesia Sudah Lebih Melek Digital

Tidak Semua Konsumen “100% Digital“

Walaupun berbelanja online bersifat sangat praktis, bukan artinya konsumen sudah 100% beralih ke online untuk semua aktivitas jual-beli. 

Ini karena transaksi offline mempunyai 2 keunggulan besar, yaitu pengalaman menyentuh produk secara langsung dan lebih cepat selesai, tak perlu mengkhawatirkan shipping/delivery (pengiriman). 

Alhasil, 12% konsumen mengaku setidaknya satu kali mengganti metode belanja sebuah produk dari online ke offline.

Hal-Hal Yang Paling Membuat Konsumen “Puas”

Meski masih ada yang nyaman belanja offline ternyata banyak juga konsumen yang tidak mempermasalahkan dua hal tersebut. Hal lain yang lebih mengejutkan ternyata membuat promosi besar-besaran pada produk kamu, belum berarti membuat konsumen puas. 

Riset tersebut juga mengungkap hal-hal yang paling membuat konsumen puas. Alhasil data mengungkap 3 terbesar dalam belanja online adalah variasi, harga, dan ketersediaan produk. Sementara untuk promosi sendiri ada diurutan ke-empat dan pada urutan ke lima adalah kualitas.

Transaksi Terbanyak Terjadi Di Aplikasi Chat

Tidak menggunakan aplikasi chat sebagai salah satu metode transaksi dengan konsumen kamu adalah sebuah kesalahan besar.

Indonesia tercatat sebagai pengguna Whatsapp terbesar nomor 3 sedunia, berarti, masyarakat sudah sangat familiar dengan aplikasi ini.

Video Adalah Konten Paling “Laris”

Video menjadi tipe konten yang paling sering dikonsumsi di internet, menggantikan aktivitas sosial media yang tahun lalu meraih peringkat teratas. Artinya, promosi konten yang dilakukan melalui medium video bisa menjadi sumber ketertarikan konsumen paling besar.

Terutama jika melihat aktivitas sosial media yang masih berada di peringkat 3 besar, platform sosmed sekaligus video (seperti TikTok) saat ini sedang berada di puncak popularitasnya. Gunakan channel ini jika kamu ingin menjangkau audiens dengan jumlah yang maksimal.

Ingin mengetahui riset Meta lebih lengkap? kamu bisa dapatkan disini