Menkominfo Imbau Media Sosial Digunakan untuk Promosi Ekonomi Daerah

Oleh: Ana Fauziyah
Selasa, 6 Februari 2018 | 04:55 WIB
Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menghimbau agar masyarakat menggunakan media sosial secara bijak untuk hal yang bermanfaat misalnya untuk menunjang peningkatan ekonomi seperti memasarkan wirausaha serta potensi lokal daerah

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menghimbau agar masyarakat menggunakan media sosial secara bijak untuk hal yang bermanfaat misalnya untuk menunjang peningkatan ekonomi seperti memasarkan wirausaha serta potensi lokal daerah.

“Kalau kita lihat data dari seluruh pengguna internet di Indonesia, 94 persen menggunakan media sosial. Itu bisa dijadikan kemudahan promosi untuk menunjang peningkatan ekonomi seperti memasarkan wirausaha serta potensi lokal daerah,” kata Rudiantara saat menjadi pembicara pada kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Jawa Barat, Jumat (2/2).

Rudiantara menilai, saat ini sudah perlu untuk beralih arah penggunaan media digital ke hal yang menguntungkan dan meningkatkan efektivitas maupun efisiensi dalam kehidupan. Ia juga menyoroti penyebaran konten negatif di internet terutama di media sosial yang dapat merusak kehidupan berbangsa.

Oleh sebab itu, Rudiantara menyarankan agar masyarakat Indonesia bijaksana dalam menyikapi konten-konten yang dimunculkan di media sosial. Ia menghimbau untuk tidak menggunakan media sosial sekadar untuk eksistensi serta popularitas diri namun konten informasinya tidak benar. Sehingga ikut mendukung maraknya penyebaran konten negatif. “Memang internet seperti pisau. Bisa bermanfaat, bisa juga merugikan,” kata Rudiantara.

Selain memberikan kuliah umum, Rudiantara berkunjung ke Pondok Pesantren Buntet, Cirebon pada Sabtu (3/2) guna berdiskusi mengenai infrastruktur telekomunikasi dan ekonomi digital serta peran pesantren dan santri dalam menyejukkan dan mempersatukan bangsa Indonesia.

Dalam kunjungannya tersebut, Rudiantara meminta pondok pesantren jangan khawatir dan merasa ragu memanfaatkan serta mengakses internet. Menurutnya, justru pondok pesantren dapat menjadi lembaga yang Rahmatan Lil Alamin yaitu penyebar kebaikan dalam hal informasi di internet.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menghimbau agar masyarakat menggunakan media sosial secara bijak untuk hal yang bermanfaat misalnya untuk menunjang peningkatan ekonomi seperti memasarkan wirausaha serta potensi lokal daerah.

“Kalau kita lihat data dari seluruh pengguna internet di Indonesia, 94 persen menggunakan media sosial. Itu bisa dijadikan kemudahan promosi untuk menunjang peningkatan ekonomi seperti memasarkan wirausaha serta potensi lokal daerah,” kata Rudiantara saat menjadi pembicara pada kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Jawa Barat, Jumat (2/2).

Rudiantara menilai, saat ini sudah perlu untuk beralih arah penggunaan media digital ke hal yang menguntungkan dan meningkatkan efektivitas maupun efisiensi dalam kehidupan. Ia juga menyoroti penyebaran konten negatif di internet terutama di media sosial yang dapat merusak kehidupan berbangsa.

Oleh sebab itu, Rudiantara menyarankan agar masyarakat Indonesia bijaksana dalam menyikapi konten-konten yang dimunculkan di media sosial. Ia menghimbau untuk tidak menggunakan media sosial sekadar untuk eksistensi serta popularitas diri namun konten informasinya tidak benar. Sehingga ikut mendukung maraknya penyebaran konten negatif. “Memang internet seperti pisau. Bisa bermanfaat, bisa juga merugikan,” kata Rudiantara.

Selain memberikan kuliah umum, Rudiantara berkunjung ke Pondok Pesantren Buntet, Cirebon pada Sabtu (3/2) guna berdiskusi mengenai infrastruktur telekomunikasi dan ekonomi digital serta peran pesantren dan santri dalam menyejukkan dan mempersatukan bangsa Indonesia.

Dalam kunjungannya tersebut, Rudiantara meminta pondok pesantren jangan khawatir dan merasa ragu memanfaatkan serta mengakses internet. Menurutnya, justru pondok pesantren dapat menjadi lembaga yang Rahmatan Lil Alamin yaitu penyebar kebaikan dalam hal informasi di internet.