Ruangguru dan Kemenkominfo Catat Kesuksesan Program Ruang Literasi Digital

Oleh: Nur Shinta Dewi
Selasa, 28 Desember 2021 | 20:35 WIB

Ruangguru, perusahaan teknologi pendidikan terbesar di Asia Tenggara, menuai kesuksesan selama penyelenggaraan program Ruang Literasi Digital. Tercatat program ini berhasil mengedukasi hampir 350.000 orang, dan mendukung percepatan pemahaman literasi digital masyarakat Indonesia.

Program Ruang Literasi Digital diluncurkan di bulan Agustus 2021 sebagai bentuk dukungan Ruangguru selaku mitra strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam mensukseskan Program Nasional Literasi Digital yang bertujuan untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat. Program Ruang Literasi Digital meliputi seri webinar Bincang Literasi Digital dan 50 video konten yang dapat diakses oleh masyarakat Indonesia secara gratis melalui aplikasi Ruangguru.

Dalam mengembangkan dan memproduksi konten, Ruangguru berpegang pada empat pilar untuk menunjang literasi digital, yaitu Cakap Bermedia Digital, Aman Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Berbudaya dalam Bermedia Digital.

“Seri webinar ini sengaja kami adakan untuk mengedukasi orang-orang selain pengakses aplikasi Ruangguru, yaitu guru dan murid sekolah dasar hingga SMA. Selain itu, kami juga sangat bangga mengumumkan bahwa 50 konten video yang diluncurkan sejak November 2021 telah diakses oleh lebih dari 350.000 orang yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa masyarakat Indonesia sangat membutuhkan edukasi agar dapat bermedia digital dengan lebih cakap, aman, etis, dan berbudaya,” kata Amri Ilmma, Kepala Kebijakan Publik Ruangguru.

Baca juga : Ruangguru Luncurkan Ruang Literasi Digital, Dukung Program Transformasi Digital 2021-2024

Berdasarkan survei Index Cybersecurity Exposure (ICE) di tahun 2020, tingkat kejahatan siber di Indonesia mencapai 0,62, atau lebih tinggi dari rata-rata global yang berkisar di 0,54.

Kemenkominfo juga mencatat ada lebih dari 200.000 kasus penipuan perbankan yang dilaporkan selama Maret 2020 hingga November 2021, dan angka ini menunjukkan bahwa Indonesia sudah masuk di kategori darurat.

Pada Januari 2021, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta atau 73,7% dari total populasi Indonesia. Jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 37% akibat pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak masyarakat dan memaksa untuk menggunakan internet dalam memenuhi kebutuhan utama, seperti berbelanja kebutuhan sehari-hari dan juga bersekolah secara online.

Namun, peningkatan penetrasi internet ini belum diikuti dengan kemampuan literasi digital yang mumpuni sehingga memberikan banyak sekali dampak negatif, seperti penipuan, cyber bullying, dan penyebaran berita bohong.

Menjawab tantangan ini, pemerintah termasuk Kemenkominfo menggagas Program Nasional Literasi Digital untuk meningkatkan literasi digital masyarakat dan menciptakan ranah digital yang ramah, aman, dan nyaman bagi kita semua.

Semuel A. Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo mengatakan, “Kami sangat bangga dapat bermitra dengan Ruangguru yang dalam waktu relatif singkat mampu menjangkau begitu banyak masyarakat dari berbagai lapisan dan membantu kami mensukseskan Program Nasional Literasi Digital. Melihat tingginya minat di konten edukasi perlindungan data dan kejahatan siber, kami berharap ini akan membantu Indonesia untuk meraih salah satu tujuan dari Ruang Literasi Digital, yaitu meningkatnya kemampuan masyarakat dalam ranah digital safety atau keamanan di dunia siber."

Baca juga : Millealab Platform CMS Membantu Tenaga Pendidik untuk Membuat Konten Pengajaran Tanpa Harus Coding

Terdapat beberapa faktor yang turut berkontribusi atas kesuksesan ini. Di setiap sesi webinar, Ruangguru mengadakan survei langsung dan hasilnya menunjukkan bahwa 99% peserta menyatakan teredukasi melalui Bincang Literasi Digital, 75% peserta menyatakan penyampaian materi oleh narasumber sangat menarik, dan 76% menyatakan materi webinar sesuai dengan harapan.

"Survei ini kami lakukan untuk memastikan kualitas konten sekaligus cara penyampaian dari para pembicara agar tepat sasaran,” kata Amri.

Selain konten video dan webinar, Ruangguru juga mengadakan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara kelompok atau focus group discussion (FGD), dan menemukan bahwa program Ruang Literasi Digital: