‘Boomer Coin’ Bitcoin VS Doge Killer Milik Dogecoin

Oleh: Nur Shinta Dewi
Jumat, 21 Mei 2021 | 17:47 WIB

Lima hari ini, jagat twitter diramaikan oleh aksi saling serang para investor cryptocurrency. Turunnya harga cryptocurrency menyebabkan tidak sedikit netizen yang ‘marah-marah’ kepada Elon Musk.

Diketahui, turunnya asset kripto terutama bitcoin diakibatkan karena ungkapan Elon Musk yang menyebut perusahaan mobil listrik Tesla, tidak menerima lagi transaksi dengan bitcoin, karena pencemaran lingkungan.

Namun, Elon Musk menegaskan belum menjual investasi yang mereka tanam di bitcoin, "Untuk mengklarifikasi spekulasi, Tesla belum menjual Bitcoin apapun," tulis Elon Musk.

Seperti yang diketahui, Elon Musk menjadi influencer yang sangat berpengaruh pada dunia cryptocurrency. Bitcoin dan doge menjadi dua uang kripto yang sering di pump oleh pemilik Tesla ini. Namun pada perjalanannya ternyata investor bitcoin dan doge tidak memiliki keselarasan, mengapa demikian?

Investor kripto muda atau gen Z mulai menyebut bitcoin sebagai ‘boomer coin’. Terlihat salahsatu pengguna Twitter yang menulis 'Bitcoin = Boomer Coin' beserta meme tangan yang mengepal satu dengan yang lain.

Meskipun bitcoin masih dianggap baru, gen Z melihat investor Bitcoin terlalu serius. Ini mengapa mereka lebih memilih dogecoin dan altcoin lainnya.

“Kami tertarik pada Doge karena itu akrab dan menyenangkan. Kami berasal dari dunia meme, dan masa depan adalah cryptocurrency, jadi masuk akal jika kami menggabungkan keduanya,” kata kata jutawan dogecoin Glauber Contessoto, yang dikutip dari CNBC.

Bitcoin, diluncurkan pada tahun 2009 menjadi mata uang kripto terbesar berdasarkan nilai pasar, dan menjadikan Bitcoin sebagai mata uang kripto yang dipandang memiliki nilai yang akan dihargai seiring waktu.

Sementara para ahli menyebut investasi cryptocurrency apa pun dianggap sangat berisiko. Berinvestasi di altcoin seperti dogecoin sangat spekulatif. Para ahli mengungkap agar altcoin hanya di investasikan untuk mereka yang berani mengambil resiko.

Baca juga : 40 Istilah Dalam Cryptocurrency

Berbanding terbalik dengan perspektif para ahli, rupanya investor muda lebih tertarik mengambil resiko. Berbagai altcoin melonjak popularitasnya karena beberapa investor muda tampaknya bersedia mengambil risiko.

“Generasi ini terlalu muda untuk menangkap bitcoin, dan sekarang mencari hal besar berikutnya yang menawarkan lebih banyak keuntungan pada anggaran investasi mereka,” kata John Wu, presiden Ava Labs, seorang tim yang mendukung pengembangan blockchain Avalanche.

Dogecoin diluncurkan pada tahun 2013 berdasarkan meme “Doge”, yang menggambarkan anjing shiba inu. Pada perilisan penciptanya tidak bermaksud  agar dogecoin dianggap serius, namun saat ini Dogecoin jadi salah satu dari 10 cryptocurrency teratas , dengan nilai pasar lebih dari $ 53 miliar.Dogecoin, memiliki harga relatif merakyat yang dapat dilipat gandakan, sementara bitcoin menjadi pilihan karena dapat dibeli meski dalam bentuk desimal.

Sebelumnya bitcoin pernah berada di posisi tertinggi Rp 934 juta pada 13 April lalu, sebelum anjlok pada Rp 590 juta pada Jumat Siang (21/5).

Sementara dogecoin juga menerima imbas dari penurunan bitcoin, bila dihitung dalam sepekan hingga kemarin, harga doge merosot 11,40%, pada Jum’at Siang (21/05) doge bernilai Rp 5.795.

Faktanya, bagi investor generasi Z, penyebutan “boomer coin” pada bitcoin bisa menjadi cara untuk mendukung altcoin pilihan mereka.

Baca juga : Ingin Terjun ke Dunia Crytocurrency? Kenali Dulu Resikonya

Jutawan dogecoin Glauber Contessoto mengungkap Ini adalah dunia yang benar-benar baru bagi mayoritas investor muda saat ini. Para investor mulai meneliti dan berinvestasi karena mendengar bahwa influencer dapat menghasilkan uang.

“Kemudian mereka menemukan komunitas dan itu menjadi lebih besar dari sekedar menghasilkan uang. Itu memberi kita semua tujuan yang lebih besar sebagai sebuah tim,” kata Contessoto.

Altcoin lain, seperti safemoon dan shiba inu dikenal sebagai ”doge killer”, baru-baru ini didorong oleh buzz media sosial - tetapi juga dianggap sebagai investasi yang sangat berisiko oleh para ahli. Beberapa orang menyamakan safemoon dengan skema Ponzi dan scam.

“Saat pengaruh FinTwit [industri keuangan Twitter] tumbuh, meme dan cara mereka menggerakkan pasar kita juga akan meningkat. Dogecoin, meme adalah pesannya,” ungkap Meltem Demirors, kepala strategi CoinShare yang dikutip dari CNBC.

Ada banyak pilihan, termasuk ethereum, koin binance, cardano, dan banyak lagi, semuanya dengan komunitas yang kuat dibangun di sekitarnya. Jadi apakah kamu akan menjadi pengikut dogecoin ?